hello

hello

bio

Sunday, October 28, 2012

[SOUNDCLOUD UPDATE] Skyfall - Adele Acoustic Cover

[SOUNDCLOUD UPDATE] Skyfall - Adele Acoustic Cover

" when you think you have fixed yourself, actually. you haven't. you just let yourself broken by letting those all passed by the hours.. "

" ..so then, i knew that I had never tried to fix me.  I couldn't " 

Saturday, October 20, 2012

hal hal yang aku pelajari akhir akhir ini

iya. akhir akhir ini aku jarang nge post ya? iya, terlalu sibuk. bukan menyibuk nyibukkan diri, tapi emang sibuk. jadi ya gitu.

oke, malam ini satnite, dan ceritanya aku lagi gak ada acara. aku bakal ngasi tau apa apa yang otak aku udah cerna akhir akhir ini, selama aku gak nulis blog.

1. kita tidak bisa fokus dengan dua (atau lebih) kegiatan sekaligus. well, ulangan dan mid emang gak pernah habis di smandel. semacam gitu bakal selalu ada, selalu, SELALU SETIAP MINGGU. 








jadi ceritanya, tanggal 16 oktober lalu, aku ngikutin sebuah lomba drama yang diadain oleh salah satu sekolah. ceritanya (lagi), kelompok drama aku terdiri dari adek adek kelas semua, dan cuma aku yang senior didalam kelompok itu. huft, sebuah tanggung jawab yang besar. tapi setidaknya we nailed it. setelah beberapa kali latihan, kami bisa lumayan sukses menampilkan drama yang diambil dari film "The Chronicles of Narnia". aku jadi apa? bukan..bukan beaver. bukan juga jadi tiang lampu. bukan jadi lemari, melainkan (alhamdulillah) jadi Susan. kakak kedua nya yang cantik luar biasa itu. cocok kali kan? dewasa, iya. cantik, iya. beeehh..

cantik kali...

lumayan mirip kan? susan pevensie tiga hari mabuk  pocari sweat



TEAM NARNIA! ({})


oke. kembali ke tujuan semula. aku baru ngerasain kemaren gimana didesak oleh bermacam macam arah. aku sibuk sama drama, belum lagi anggota anggotanya yang agak...sulit. disisi lain ulangan bertumpuk. mata pelajaran sekitar sebelas buah minta diperhatikan semuanya. gilak, susah kali ngebagi waktu nya. latihan drama harus dikesampingkan, tapi takutnya gagal pas lomba. untung, untung kali semua berjalan lancar. aku juga ngerasain, sibuknya aku dalam drama bikin aku jadi lengah sama pelajaran. contohnya, karena sibuk ngurusin drama, aku jadi males belajar buat ulangan tik. begitupun sebaliknya, pas udah mikirin ujian, seketika drama kayak bisa dinomorduakan.

apa yang aku rasakan itu semacam lampu kuning buat aku, yang ngasih tau kalau aku gak bisa fokus dengan kegiatan yang lebih dari satu. biasanya cuma pelajaran yang aku fokuskan, pas udah ada cabang, aku jadi ngerasa kalau aku udah gak bisa membidik dengan jelas di pelajaran. boleh sih sibuk, cuma ya gitu. siap siap buat ke-tidak-seratus persenan. mungkin karena faktor gak terbiasa juga siih. ada juga kok mereka yang survive di berbagai macam kegiatan dan melewatinya dengan total. cuma ya biasanya sih sulit~

tapi, ada hal yang paling aku perhatikan, yang paling manis dari sebuah kesibukan. yaitu, pas kesibukan itu selesai, apalagi kalau udah dibayar dengan buah yang manis, bakal terasa kangennya. kangen izin keluar kelas. kangen marah marah gara gara anggota gak lengkap. pas PON juga gitu kan? semua pada kangen kesibukan yang awalnya bikin mereka ngeluh. karena sesuatu yang dikerjakan sama sama itu biasanya berbuah rasa sayang. 

oiya, pemikiran kayak tadi juga berdasarkan sama pelajaran biologi aku tentang kontraksi dan relaksasi otot. kalau kita berlari, mitokondria gak bisa respirasi. oke, aku gak bakal jelasin itu, cuma aku cuma (gak sengaja) ngutip quote pas guru aku, bu As ngajar.

" sesuatu diusahakan dengan keras, pasti melemahkan hal lain. karena tubuh kita tidak bisa melakukan sesuatu yang kuat, sekaligus. " *kemudian menyebutkan istilah istilah biologi*


2. pentingnya tanggung jawab. ini sebenarnya udah aku sadari sejak awal. cuma, masih terlalu banyak yang gak ngerti betapa pentingnya tanggung jawab itu. jujur, aku cenderung menghindari tanggung jawab. bukan karena aku pasif, tapi karena aku tau memikul nya bakalan berat. aku jarang mencalonkan diri jadi ketua. pernah sekali ikutan mencalonkan diri jadi pimred, karena aku tau di bagian inti aku gak akan cocok jadi sekretaris dan gak kepikiran jadi bendahara :| dan yah, walaupun ujung ujungnya aku emang jadi bendahara. bagi aku jabatan aku itu sebuah tanggung jawab. semua orang tau kok betapa takutnya aku megang uang hasil penjualan majalah, tapi aku berusaha semaksimal mungkin menjaganya. karena jabatan itu kan kepercayaan yang dikasih orang. jadi, ya gitu.

juga pas kasus drama tadi, kelompok yang berisi para junior tadi itu adalah tanggung jawab aku. dan aku rasa..aku udah memegang tanggung jawab dengan baik. karena gak ada yang lepas dari tangan aku saat itu :')

ohiya, selain tanggung jawab seperti yang udah aku sebutin, tanggung jawab juga berlaku saat kita ngelakuin kesalahan. saat udah jelas itu salah kita, harusnya rasa tanggung jawab itu datang sendiri tanpa harus disadarkan, atau dimarahin terlebih dahulu. misalnya pas mecahin gelas, ya otomatis kita yang harus bersihin beling beling itu sendiri. itulah tanggung jawab kita, jangan salahin orang pulak. aku tau kok, saat kita ngelakuin kesalahan, di hati kecil kita ada bagian yang ngaku, ada bagian yang ngeles. biasanya sih kita ngikutin yang ngeles, makanya rasa pentingnya tanggung jawab itu terabaikan begitu saja~

satu lagi, tanggung jawab sama perkataan dan persetujuan. aku paling benci sama orang yang lupa sama tanggung jawab yang satu ini. prinsip aku tu

 " jangan bicarakan sesuatu yang gak ada dan sesuatu yang gak bisa "

kata kata itu semacam tulisan mantul mantul di screen saver kepala aku (?) entah kenapa kata kata itu bener bener aku pegang kuat kuat. mungkin aku semacam mereka yang realistis yang gak suka diandai andaikan. tapi, emang gitu. aku amat sangat benci sama orang yang menyanggupi semuanya.....aku tau. banyak kok orang yang multi talenta, banyak orang yang pinter di matematika tapi juga keren di olahraga. tapi bukan berarti semua bisa disanggupinya kan? seorang bassist, yang bisa main gitar, main piano, mungkin juga bisa main drum bahkan bisa nyanyi pun gak akan bisa nge band sendirian. atau yang jago basket, bola, futsal, atau *menyebutkan nama olahraga* pun gak bisa mengikuti semua turnamen sekaligus. makanya, aku bener bener benci orang yang nyanggupin semuanya. semacam menjanjikan sesuatu yang gak bisa. ngeselin. sekali.

" aku bisa kok anterin kamu jam 4. tapi aku harus ke sini jam 1, abis itu ke sana jam 2, nanti ke situ lagi mau jemput si ini jam 3, umm..jam setengah 4 kayaknya aku harus nemanin si itu disana.. "

matilah. gak bisa tu artinya, bodoh.


" iya bu, saya bisa ikut lomba 2 minggu lagi. tapi minggu depan saya harus ini dulu bu. tiga hari lagi saya harus.. "




NO.










sebagus apapun kualitasnya, sehebat apapun dia, seterlatih apapun bakatnya, kalau dia nyanggupin semua, bagus aku nyari orang lain, atau bagusan aku kerjakan sendiri. iya, hal hal kayak gini terlalu sering terjadi pas kita minta tolong sama orang. apalagi minta tolong sama cowok. beeehh macam dah hebat kali. padahal gak tau dia, dia udah bikin orang sak mati. dikira bakal dibantu, ternyata gak bisa. bapaknya lah. 



tetiba emosi.

" lebih baik mereka yang membantu tanpa berkata 'ya, aku akan membantu kamu', daripada mereka yang menjanjikan bantuan dan kita yang tersiksa harus terbantu secara kondisional " 

yagitulah, ujung ujungnya aku malah jadi ngebacot. agak banyak ya? yaudah deh gak apa, semoga kalian dapat hikmah apa gitu. lain kali kita omongin lagi. selamat (mengakhiri) malam (minggu)! 


Sunday, October 7, 2012

fakta versus fiksi

fakta versus fiksi

apa kalian pernah ngerasa? hidup kalian itu adalah sebuah narasi didalam novel?
diotak kalian sedang merangkai diksi yang tersusun susun seperti mendeskripsikan keadaan yang kalian hadapi saat itu.
ya, keadaan biasa, atau keadaan termanis atau terpahit sekalipun.
seperti sekarang,
jika aku sedang menulis novel. aku bakal bilang kayak gini :


dengan bingungnya aku sudah tidak tahu bagaimana aku menghabiskan hari mingguku. dashboard blog ku terasa sepi, semua juga terasa sepi. pop up tweetdeck yang terus memunculkan tweet dari semua following ku pun tidak bisa membuat suasana menjadi lebih ramai. aku mungkin harus mulai menulis sesuatu...


ya sekitar gitu. aku gak pandai nulis novel. dan kalau aku terusin narasi itu, mungkin blog ini memang bakal menjadi novel.

well, itu adalah suatu gambaran kecil tentang aku--atau mungkin kalian juga merasakannya--yang sering membanding bandingkan kehidupan yang nyata, dengan kehidupan yang aku baca. sebenarnya terlalu gak pantas, sebuah fakta, yang diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dibandingkan dengan cerita cerita fiksi yang hanya ditulis berdasarkan pemikiran dan imajinasi manusia. tapi sebenarnya, kita tidak bisa pungkiri, kalau fiksi sering kali terlalu indah, bahkan terlalu menyedihkan. bisa dibilang kadang terlalu keluar dari logika. aku gak habis pikir gimana bisa ada amnesia, pemeran tokoh cewek yang penyakitan, pemeran tokoh cowok yang ganteng keterlaluan. dan yang paling gak bisa aku cerna dengan nalar aku, adalah jalur cerita yang paling pasaran.

benci yang berubah jadi cinta.

atau satu lagi,

cinta yang gak mungkin menjadi mungkin.


hal itu sering, sering sekali aku temukan di dalam novel. cewek dan cowok yang awal cerita, sekitar 3 chapter menjelaskan bagaimana mereka membenci satu sama lain, dan bisa bisanya chapter ke empat dan seterusnya berubah alur menjadi kisah cinta antara mereka. atau seorang cewek normal, biasa aja, butiran debu, yang sama sekali gak berangan angan bisa dicintai sama pangeran disekolahnya, bahkan mungkin membenci pangeran disekolahnya, dan pooff! pangeran itu mengejar dia.

seems legit.

coba lempar pandangan jauh jauh, bukan kedepan. bukan kebelakang. tapi kesegala arah. coba kita fikir, apa emang ada cowok sama cewek yang benar benar saling membenci, kemudian jatuh cinta? okelah kalau misalnya ada. they're the lucky ones. tapi, menurut aku, gak ada sih cowok dan cewek yang bener bener saling membenci. yang ada, cewek sama cewek yang bener bener membenci satu sama lain. gatau deh kalau cowok. antara satu cewek dengan cewek yang lain punya peluang amat sangat banyak untuk saling membenci. makhluk macam cewek lah yang paling susah dimengerti. dan hubungan antara cewek sama cowok itu.............jarang saling membenci. kalau gak sahabat, ya pacaran. dan seandainya mereka saling membenci, pasti udah gak ada koneksi sama sekali. karena, cowok itu bukanlah makhluk senyolot cewek. mereka bukan penghasut, penggosip, atau picik kayak cewek cewek. menurut aku normalnya sih gitu. berhubung aku gak tau kehidupan sebenarnya seorang cowok, jadi ya gak bisa ngomong terlalu yakin. tapi aku yakin gimana sikap cewek kalau udah membenci. 

dan yang kedua, jatuh cinta gak se instan itu. aku tau kok, nanti si cewek ada masalah gitu, terus si cowok yang dia benci ngebantu dia. sampe dirumah, si cewek mikir "ternyata dibalik sifatnya yang ngeselin sama gue..ternyata dia baik ya. " dan akhirnya si cewek jatuh cinta. nyatanya? gak-segampang-itu. 

oke itu kebanyakan bacot. intinya, cewek dan cowok yang awalnya saling benci, dan kemudian jatuh cinta. itu..gak masuk akal.

belum lagi pangeran pangeran sekolah, yang keberadaannya bener bener gak masuk akal. dan mengajarkan kita betapa berpengaruhnya status sosial, kekayaan, didalam pergaulan. disekolah memang ada yang seperti itu, tapi gak selebay itu. gak ada yang benar benar se-geng, ganteng ganteng semua, dan merasa bahwa dia berbeda. paling paling paling lah pokoknya. dan punya fans. apa apaan? nge fans sama schoolmate itu semacam..aneh. kecuali kalau satu sekolah sama nikita willy atau al el dul. tapi, kalau sama anak seangkatan, hm. terlalu aneh. 

anggaplah seandainya emang ada 'pangeran sekolah' semacam itu, aku rasa dia gak akan jatuh cinta sama orang biasa. baik sama orang biasa yang berharap dengan dia, atau sama orang biasa yang benar benar kontra dengan keberadaan dia. kemungkinannya terlalu kecil. kecil sekali. 

pertanyaan terbesarnya : kenapa cerita yang kurang masuk akal menjadi alur yang paling pasaran untuk dipakai.

jawabannya : karena kehidupan nyata itu gak ada nyawanya kalau diceritakan kembali.

kehidupan nyata seorang anak sma itu belajar disekolah, ulangan, ulangan, ulangan, pulang sekolah langsung les. yaa ada laah dikit dikit punya gebetan, kemudian jadian, putus. mungkin kehidupan nyata anak kuliah itu cuma kuliah, pake baju yang sopan, dan tertekan sama kegiatan perkuliahannya. apa itu yang mau dideskripsikan sama sebuah novel? apa itu yang  mau diperankan sama tokoh yang udah dirancang se-sempurna mungkin. i don't think so.

but still, kita bakal ketagihan baca sebuah novel se absurd dan tidak masuk akalnya cerita itu, kalau penulisnya bisa ngasi gaya nulis seenak mungkin. aku masih bisa nangis pas baca novel yang menceritakan tokohnya amnesia. atau terbawa emosi pas rafael jahatin putri di cinta cenat cenut 1.  tapi aku gak juga sih, cerita yang terlalu aneh dan melenceng dari dunia nyata kadang langsung aku stop baca. kayak apasih itu judulnya, jingga jingga gitu. aku sama sekali gak suka ceritanya. itu ada beberapa buku untuk cerita itu. hampir semua orang yang baca novel itu bilang ceritanya bagus, tapi bagi aku gak bagus sama sekali. gak masuk akal. baca sendiri ya, kalau aku ceritain nanti malah dibilang ngasih review yang buruk lagi.

jadi ya gitu, fakta versus fiksi. nasib kita sih yang menyuap diri sendiri sama angan angan, cerita fiksi yang kita baca, yang ternyata tertanam didalam otak dan memori kita. sampai akhirnya kita berharap bisa seperti itu juga. bangun itu gak enak. tapi inilah hidup. tulislah novel mu sendiri, se "orang biasa"nya kamu, se "normal" nya hidup kamu, berusahalah untuk tetap menulis cerita hidup yang mungkin lebih menakjubkan dari novel best seller sekalipun :))

thank you and have a nice sunday yah!

p.s : maaf gak bisa cerita hal hal lucu atau yang menarik akhir akhir ini, bukan karena kekurangan inspirasi. tapi cuma kekurangan sense of life aja. tetap menanti ya ;)