hello

hello

bio

Saturday, December 13, 2014

aku rindu menulis untuk diriku sendiri.

jadi begini. pagi ini lumayan bebas bagiku untuk berekspresi, maksudku, bisa lumayan bebas untuk melakukan apapun yang aku mau. tidak ada kuliah, dan ternyata untuk hari-hari ke depan sudah diberi sebutan "minggu tenang" which means, i'm counting days to my final exam this semester. Ujian Agak Serius.

jangan bicara tentang ujian, karena sekarang aku lagi nggak belajar. singkat cerita aku iseng menghidupkan laptopku. awalnya hanya ingin memindahkan lagu baru Kodaline yaitu Honest (yeay!) yang kemarin aku download ke handphone. kemudian iseng lebih dalam lagi, aku tiba tiba pengen denger cover-cover aku yang lama. pembongkaran pun berlanjut.

pembongkaran kali ini sebenernya sangat menyesakkan dada, kalau bahasa gaulnya "nyeseqh!". tidak, itu tidak gaul. entahlah, sangat sangat 'nyesek' (aku nggak bisa nemuin kata lain selain ini. thesaurus mana thesaurus) rasanya. rindu. banget. rinduuu banget. sama kegiatan aku yang satu ini. aku sangat rindu bernyanyi untukku sendiri. aku masih ingat bagaimana rona-ronanya. kondisi-kondisi seperti apa yang aku manfaatkan untuk ngecover lagu. kebiasaan ini aku lakuin di rumah lamaku di Pekanbaru. sebelum pindah ke daerah Simpang Tiga, rumahku di daerah Parit Indah, dan rumah itu sangat kondusif untuk jadi studio dadakan. bertempat di kawasan perumahan sepi penghuni, termasuk rumahku yang biasanya memang hanya aku yang berada di dalamnya. aku ingat sekali. mungkin hari-hari Jumat, atau Sabtu, atau hari apapun yang mengizinkanku pulang sebelum sore, aku akan masuk ke kamarku. rumah kosong. begitu juga dengan rumah-rumah tetanggaku. aku adalah orang yang menikmati kekosongan rumah lebih dari apapun. pulang sekolah, masuk ke kamar, menekan remote pendingin ruangan, dan menghidupkan laptop. berbekal segelas air putih, laptop vaio E series, adobe audition dan audacity, aku memulai project ku. ohiya, tidak lupa blackberry 9320 yang aku gunakan untuk mencari lirik lagu, dan koneksi internet alakadarnya dari modem smartfren yang paling murah di kawanannya untuk download minus one. aku akan bernyanyi di depan laptopku. mengambil posisi ternyaman yaitu berdiri. and...i have my own stage.

Sunday, December 7, 2014

under construction

hanya pengakuan kecil.

pertama, blog ini sudah amat sangat.

amat sangat.

usang. 

lihat saja header itu. astaga, itu siapa?
yah, bisa dibilang aku udah lama banget ga ngaktif disini. padahal, sangat sangat banyak cerita yang ingin aku ceritakan. kehidupanku di UGM, wow. luar biasa. best part of my life, sepertinya. entah karena keasyikan menjalani simpang siur pahit manis asam garam kehidupan perkuliahan ini, aku jadi kurang sering nge blog. terlalu banyak yang berubah, entah itu diri aku, kehidupan aku, pola pikir, sahabat dekat, dan lainnya. sulit untuk melakukan singkronisasi antara keadaan yang dulu dengan keadaan yang sekarang. demi tidak mengkambinghitamkan hal hal yang tidak perlu, anggap saja aku butuh waktu lumayan lama untuk memperbaiki laman usang ini. yah, now it's under construction.

aku ga yakin benda ini masih layak dibaca. jadi bagi teman-teman yang sempat membaca pengakuan ini, harap dibisikkan ke teman sebelahnya. blog ini akan reinkarnasi. suatu saat.

yah, sekian. intinya, sekarang hibernasi dulu ya. after all iz well. 

bonusnya, ini adalah perbedaan Fani yang dulu dan...Faroh. (di lingkungan jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, aku dipanggil Faroh. well, this fucks me so hard)


Fani
hits, liar, labil, mempesona


Faroh
alim, pintar, dewasa, mempesona
YA.
Terserah saya.
Assalamualaikum

Wednesday, September 17, 2014

[TUGAS FDK] Cerita Inspiratif : Bukan Karena Gagal

Tugas Individu
Menulis Cerita Inspiratif
Rincian Tugas :
Menceritakan pengalaman paling inspiratif dalam format;
- Kertas A4
- Margin Atas : 2 cm ; Bawah : 4 cm; kiri : 3 cm; kanan :2 cm
- Font Times New Roman 12pt
- Spasi 1,5cm ; before : 0 cm; after : 1,5cm
- Sepanjang minimal 2 halaman
- Dibukukan dalam 'Novel Angkatan' dalam Tugas Angkatan

-----------
Faroh Nur Alfani
14/365322/TK/42071
Teknologi Informasi

Bukan Karena Gagal

Ternyata tidak mustahil untuk terinspirasi oleh kata-kata sendiri. Bukan akibat narsisisme atau apa, tapi itulah yang aku rasakan ketika berbicara dengan seorang teman, Azka, disela-sela kegiatan kami mengerjakan beberapa resume dan tugas. Pembicaraan kami mengalir lumayan serius dan filosofis. Sampai akhirnya aku melontarkan kata-kata ini.

“ Kadang kita tuh..nggak selalu diterima oleh dunia—“ 
“ Lingkungan, kali. “ Azka memotongku, mengoreksi kuotasi yang aku ucapkan tadi.
“ eh, serius. Dunia.kita kan nggak interaksi sama manusia aja. Pengen pake sendal, eh, kesempitan. “
Azka hanya tertawa kecil. Aku kembali melanjutkan, “ satu-satunya cara untuk survive adalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut. “

Pembicaraan kecil antara aku, Azka, Fiha dan Al malam itu memang memberikanku celah lagi untuk berpikir. Berpikir tentang bagaimana dunia yang ‘suka’ sekali mempersulit kita. Pas lagi pengen browsing hal penting, tiba-tiba jaringan langsung down. Mau dateng tepat waktu, eh, kunci motor hilang. Seperti Tuhan sedang memainkan tali-tali di tangan boneka pertunjukan. Yang kita bisa lakukan hanyalah menggerutu, mencari jalan keluar secepat mungkin, dan lupakan. Aku rasa bukan hanya aku yang sering merasakan demikian.

Berbicara tentang hal lain, aku jadi teringat masa-masa aku dan teman-teman seangkatan sedang hot-hot nya membicarakan bagaimana caranya masuk perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri. Kalau mau dijabarkan lagi, topik “masuk PTN” itu bisa dibagi menjadi sebanyak-banyaknya sub-bab yang bisa ditulis di kitab Matematika Teknik. Bagaimana lolos SNMPTN? Tidak lolos, bagaimana bisa lolos SBMPTN? Tidak lolos, bagaimana bisa lolos mandiri? Tidak lolos juga, bagaimana bisa lolos hidup? Kurang lebih begitu persepsi kami, para remaja yang lupa kalau mereka belum dewasa. Kalau ingin ditanyakan, semua orang punya cerita sendiri tentang bagaimana mereka bisa sampai dimana mereka berpijak dan menimba ilmu sekarang. Satu sama lain merasa ceritanya yang paling ‘wow’, disisi lain juga terkagum-kagum kalau ada cerita orang yang lebih ‘wow’ dari mereka. Karena tentang PTN, kita semua sudah mulai kenal tentang mimpi. Mimpi. Sebuah hal baru yang kita rasa sakral dan cerita tentangnya benar-benar menjadi kepingan puzzle terbesar dalam hidup kita.

Aku sendiri punya cerita bagaimana aku bisa menulis nama “Faroh Nur Alfani – Teknologi Informasi UGM 2014”. Aku sempat merasa ceritaku memang yang paling mengharukan dari cerita-cerita teman lainnya. Mengalami berbagai macam pengalaman inspiratif, aku ingin sekali menjadi Desainer Grafis. Maka mimpi yang aku buat adalah “menjadi mahasiswa FSRD-ITB 2014”. Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Kendalanya satu, aku tidak bisa menggambar. Memang terdengar seperti ‘joke’, ketika mendengar seorang anak yang tidak bisa menggambar ingin masuk fakultas seni rupa. Tapi itulah aku yang dulu, yang sudah obsess dan tidak peduli apapun kata orang. Aku sekuat tenaga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk belajar menggambar (yang padahal sudah mengalir pada darah orang-orang yang berbakat). Belajar menggambar, berdoa. Belajar menggambar, berdoa. Itu saja yang ku kerjakan setelah aku mengetuk palu untuk  sebuah “aku-ingin-FSRD-ITB”. 


Thursday, August 21, 2014

jatuh cinta itu sesingkat ini

aku memang sudah pernah merasakan jatuh cinta. bisa dibilang mungkin aku juga sudah sering merasakan jatuh cinta.
namun, ada yang berbeda dari segala definisi yang telah aku dapatkan selama ini. ternyata, berada di lingkungan baru membuatku sadar akan sebuah definisi yang ternyata bisa diperluas.
ya. di sini, definisi "jatuh cinta" ku diperluas. jatuh cinta ternyata tidak hanya terjadi pada seorang individu kepada individu lain. ternyata jatuh cinta lebih dari itu.
ternyata jatuh cinta bisa terjadi pada banyak orang sekaligus. ternyata jatuh cinta bisa terjadi pada keadaan. ternyata jatuh cinta bisa terjadi pada momentum
dan ternyata. jatuh cinta bisa sesingkat ini.

11 Agustus 2014 hingga kini, 21 Agustus 2011.



aku jatuh cinta pada kalian. unit 17.

aku memilih kata "jatuh cinta", karena memang bersama kalian lah aku merasakan perasaan jatuh cinta yang biasanya aku rasakan pada orang yang aku cintai. rasa ingin terus bersama, rasa bahagia kalau udah ngeliat wajah wajah kalian beserta kakak pemandu, rela mengorbankan apa saja, dan yang paling mencolok adalah rasa pedihnya karena kita akan terpisah...maksudku, karena kita akan tidak bisa bertemu sesering ini lagi.

aku juga tidak tahu kenapa aku jatuh cinta. seiring berjalannya waktu, wajah wajah kalian sudah menjadi adiksi yang membuatku semangat untuk bangun dan mengayuh sepeda tiap pagi. kita menggunting, menempel, mengikat, menulis, berlari, semuanya bersama-sama. walaupun tujuannya hanya untuk hari ini dan kemarin. dua hari terpenting dalam hidup kita, PPSMB PRISMA 2014.

Friday, August 15, 2014

Kenapa sih PPSMB itu penting?


PPSMB atau Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru, adalah serangkaian acara yang ditujukan sebagai media penyambutan dan pengenalan mahasiswa baru akan lingkungan perkuliahan yang mereka hadapi.  PPSMB akan membentuk mahasiswa-mahasiswa baru Gadjah Mada yang siap mental untuk bertempur di gala perkuliahan nantinya. Banyak sekali rangkaian acara PPSMB yang dapat mendukung kesiapan seorang mahasiswa baru UGM. Mahasiswa baru akan dikenalkan dengan  lingkungan baru dan teman-teman baru. 

Tapi, mungkin terdengar beberapa keluhan dari gamada gamada sekalian yang enggan mengikuti kegiatan PPSMB. “aduh, banyak banget tugasnya.”, “nggak ikut PPSMB nggak apa kan? Males capek-capekan.”, dan lain lain. Bener nggak sih, kata temen-temen itu? Apakah PPSMB itu penting?

Jawabannya YA, PPSMB itu sangat penting. Saking pentingnya, kalau ada temen-temen yang berhalangan hadir dan mengikuti kegiatan PPSMB ini, teman-teman WAJIB untuk mengikuti ulang tahun depan. Kebayang dong, betapa pentingnya acara ini?

Tapi apa sih yang bikin penting? Apa Cuma perkenalan? Perkenalan kan bisa aja kita dapetin selama kita kuliah nanti. Empat tahun kuliah, palingan nanti juga kenal sendiri.

Tentu saja pemikiran seperti itu salah besar. Mau tau kenapa?

Berikut aku jelaskan alasan kenapa PPSMB itu penting.

1. Tak PPSMB, maka tak sayang

Seperti kata pepatah, “Tak kenal maka tak sayang”, begitu jugalah dengan PPSMB. Tak PPSMB, maka tak sayang. Karena, PPSMB adalah ajang pengenalan seluruh lingkungan baru yang akan gamada dapatkan saat nanti berkuliah di UGM. Seperti sebuah produk makanan atau minuman, kita harus tahu apa saja komposisi didalamnya baru merasa aman untuk mengonsumsi produk tersebut. Begitu juga dengan PPSMB. PPSMB mencakup segala komposisi perkuliahan yang akan dijalani oleh gamada. Bertemu teman-teman baru, bertemu kakak-kakak tingkat baru, dan mengenali kampus yang akan jadi langkah awal kesuksesan gamada nantinya. Belum lagi perubahan status dari seorang “siswa” menjadi “mahasiswa” memberikan konsep-konsep pembelajaran yang berbeda pula dibanding yang sudah gamada enyam selama 12 tahun belajar menenteng status ‘siswa’. Di PPSMB, mahasiswa akan dikenalkan dari fakultas ke fakultas, jurusan ke jurusan, organisasi-organisasi, yang pastinya semuanya itu berbeda dengan apa yang ada di sekolah menengah. Dengan acara pengenalan yang sudah dikemas sedemikian rupa oleh panitia PPSMB yang luar biasa, para gamada akan mengenali kampus impiannya secara utuh, dan tentu saja, menyayangi dan mengabdi sepenuh hati pada almamater baru mereka ini.

PPSMB PALAPA 2012

2. Don't judge gamada before PPSMB

Ini adalah hal yang paling penting, karena PPSMB tidak hanya berguna untuk perkenalan belaka. Tetapi jauh lebih besar daripada itu. PPSMB  berperan besar dalam memotivasi para gamada yang baru saja lulus SMA dan mungkin masih tidak peduli dengan hal-hal disekitarnya. PPSMB memiliki tujuan utama yaitu membangun mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang utuh yang memiliki karakter:
1. Berkualitas 
Menumbuhkan budaya akademik yang menunjang pengembangan kejujuran, tanggung jawab dan kematangan pribadi/kedewasaan sebagai mahasiswa dan tangguh sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya dan beretika berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
2. Manusiawi 
Mendorong mahasiswa agar memiliki motivasi kuat, abadi untuk berjuang serta berkorban untuk membangun dan mempertahankan kehormatan dan martabat.

PPSMB PALAPA 2013

3. Bermartabat 
Mengembangkan mahasiswa sebagai pemimpin muda yang berkarakter kebudayaan dan berdaya saing global.

Belum lagi PPSMB memiliki nilai-nilai tersendiri yang berupa pesar-pesan moral yang akan disampaikan kepada gamada, yaitu :
- Tanggung jawab keilmuan
- Keakraban
- Kemanusiaan
- Cendekia
- Ketuhanan
- Nasionalisme
Nilai-nilai itu sekaligus menjadi modal utama gamada untuk kehidupan barunya sebagai mahasiswa maupun nantinya setelah lulus dari universitas terbaik dan terbesar di Indonesia ini. Universitas Gadjah Mada tidak akan mencetak lulusan-lulusan abal-abal yang tidak kompeten nantinya di dunia kerja. Universitas Gadjah Mada juga tidak akan mencetak lulusan-lulusan yang tidak mau peduli sama sekali dengan tanah airnya. Di PPSMB lah, para gamada mendapatkan semangat-semangat untuk terus berkontribusi dan produktif sebagai jiwa seorang generasi muda. Para gamada akan dibukakan matanya akan hal-hal baru yang menantang kehidupan didepannya, dan tentu saja mereka sudah tidak sama lagi dengan titel ‘anak SMA’ yang selama ini dipegangnya. Don’t judge gamada before PPSMB, because you will see the real them and how powerful they are if they realize it. Itulah yang akan ditanamkan para kakak-kakak tingkat PPSMB yang luar biasa.

3. PPSMB kita teguh, bercerai kita runtuh

Dalam PPSMB, hal yang paling diutamakan dalam rentetan kegiatannya sebagian besar adalah tentang kerja sama. kegiatan-kegiatan PPSMB dibentuk sedemikian rupa sehingga para gamada digabungkan kedalam kelompok-kelompok dan harus bekerja sama dengan baik didalamnya. Hal ini yang mendukung dua poin diatas, perkenalan dan pembentukan karakter. Bekerja sama dalam suatu kelompok yang berisikan orang-orang baru memaksa gamada untuk mengenal rekan-rekan kelompoknya dan berusaha sebaik mungkin menyatu didalamnya. Hal ini sangat efektif untuk menjadi wadah perkenalan bagi gamada-gamada yang berasal dari seluruh Indonesia maupun penduduk lokal. Semuanya secara acak akan disatukan, dan membentuk suatu kesatuan yang menciptakan kekompakan dan semangat. 

PPSMB 2014 (COMING SOON)

Semua kegiatan berkelompok itupun secara tidak langsung akan memberikan efek positif bagi pembangunan karakter gamada itu sendiri. Ia akan lebih kooperatif, lebih solid, dan sifat-sifat lainnya yang mampu membuat gamada lebih kompeten di hari yang akan datang. Begitulah PPSMB mengajarkan betapa pentingnya bekerja sama, karena dengan PPSMB kita teguh, bercerai kita runtuh.

Tiga poin diatas menjadi alasan kenapa sih, PPSMB itu penting banget dan tidak boleh untuk dilewatkan. Saya sendiri sebagai gamada tidak sabar untuk merasakan begitu banyak manfaat yang akan diberikan PPSMB nantinya. PPSMB akan mengukir mahasiswa-mahasiswa baru yang aktif, kompeten dan terintegritas, dan tentu saja, kontributif bagi bangsa dan negara. Hidup Mahasiswa Indonesia!

sumber :
http://ppsmbpalapa.ugm.ac.id/
Guide Book PRISMA PPSMB FAKULTAS TEKNIK 2014
http://navilatulula.wordpress.com/2012/09/01/ppsmb-ugm-2012-palapa-2/
http://www.cahyogya.com/2013/09/kisah-dibalik-ppsmb-palapa-ugm-2013.html


Thursday, August 7, 2014

(finally) mobile blogging



Hai, sahabat. Hai, teman seperjuangan. Hai, sanak famili. Hai.
Akhirnya setelah sekian lama..mungkin sekitar 5 tahun aku jadi bb user dan benda itu tidak mengizinkan aku untuk melaksanakan kegiatan "mobile blogging".
Akhirnya bb itu hilang and now i'm an android user.
And yes! Here i am. Mobile blogging. Considering to have a path or instagram account and being swag as *beep*.
Yah. Akhirnya saya gaul juga.

Ingat juga waktu masa penjajahan smartphone yang satu ini (yang juga ikut berkolaborasi dengan Apple untuk membully para bb user), waktu saya tidak punya akun line. Instant messenger yang lagi oke punya dengan inovasi sticker dan timeline yang juga oke punya. Orang orang yang mau mengontak saya tidak nanya "pin" lagi, tapi nanya "ada id line?". Waktu itu saya lumayan lelah untuk bilang bahwa saya ga punya line..sampai akhirnya saya ganti paket data yang bisa nge-line di bb, dan ber-euphoria "woooii, aku punya lineeeee"~
Ya kurang lebih semacam itu.

Tapi line yang jadi bendera kemerdekaanku itu malah ikut raib dengan raibnya juga bbku karena kemalingan. Jadi aku punya line baru sekarang. Tidak serame line lama, yang aku menggebu gebu nge add teman satu persatu. Kalau mau berpartisipasi membuat aku merasa gaul ayo coba di add id line : fnalfani


Id line : fnalfani new id yang lama hapus aja sbc last

Oke, ngomong ngomong soal mobile blogging, aku melakukan mobile blogging ini karena sekarang aku lagi di atas sebuah kereta api. Tepatnya kereta api dari bandung menuju jogjakarta. Tepatnya untuk melaksanakan niat untuk pindah hidup ke kota pelajar tersebut dan belajar disana. Perjalanan selama kurang lebih tujuh jam ini bikin aku sesak nulis dan membaca. Sialnya novel novel pdf aku pada di bb lama, dan kurang memungkinkan untuk didownload lagi. Jadi aku memutuskan untuk menulis disini. Mumpung memungkinkan. Ciyee, gajadi dibakar androidnya?

Duduk diam dikereta bikin galau. Tadi udah coba pipis sih, tapi kayaknya diakibatkan getaran dan goncangan yang luar biasa, lebih enak duduk deh. Lebih enak duduk dan menggalau. Ya. Posisi bertopang dagu dan melemparkan pandangan ke jendela kereta itu posisi paling galau yang pernah ada. Aku melihat pemandangan sesawahan di pulau jawa ini sambil memikirkanmu *halah*. Tapi iya, w lagi galau.

Aku mencoba beralih dari gadget ini dan menerawang jendela lagi. Mengingat tadi aku galau apa ya...

Ohiya. Aku galau karena aku sedang dihantui rasa bersalah. Iya, rasa bersalah banget bangetan. Ada seseorang yang udah w syukuri banget keberadaannya, kini malah w bikin dia marah. W mengatakan mantra yang salah, eh, maksudnya, w salah ngomong kemarin malam. Sebenernya w gatau sih omongan yang mana yang salah, tapi w rasa w memang salah. U emang sangat hebat dan profesional dalam membuat orang merasa bersalah. W suda meminta maaf, w harap dia baik baik saja dan tida jadi mayat yang tergilas kereta api yang sedang w tunggangi. Yang jelas iya, w lumayan kurang rela kehilangan keadaan yang sudah ada. Udah kembali nyaman. Udah gelisah (lagi) kalau ga ada dia di line. Dan sekarang mana mau dia nge line. Kenal bangetlah sama dia dan tabiatnya. Semangat f4n!

Iya itu aja galaunya. Sebenarnya di otak lebih pengen nuanginnya ke puisi. Tapi nanti aja deh kalau suasana udah kondusif. Atau, itu puisi terlalu frontal dan ga lulus sensor untuk di post disini. Jadi gausahlah ya? Mohon jangan kurangin gaji saya bos.

Karena puisi itu sudah apik di otak ini, aku akan mengutip beberapa baris.

Melupakanmu lagi
Itu sangat berat
Bukan 'melupakan' nya yang jadi bagian terberat
Tapi 'lagi' nya


Yah. Sekian. Masih ada 4 hours left to finish this trip. Kapan kapan kita mobile blogging lagi yah!



Sunday, August 3, 2014

Little Things In Life : Good Movies Live With You

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! Little Things in Life datang lagi dan kali ini Karina Sebayang yang akan menulis untuk kita! what it is, Karina? Dan tentu saja, apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?


Good Movies Live With You


Hai! Perkenalkan, namaku Karina Sebayang, biasa dipanggil Katherine.
Ini pertama kalinya aku nulis non-fiksi, dan karena “Mendadak sekali ini…” (a quote by the Yosia), jadi maaf kalau agak random ya.

Akhir-akhir ini, aku sedang menikmati kebebasan absolut, di mana aku bisa nonton film sepuasnya tanpa jam malam. Bicara tentang film, mau nggak mau aku jadi teringat masa-masa SD dulu, ketika Bioskop Tr4ns TV masih menayangkan film jam 9 dan 11 malam, sebelum ada acara yang merusak itu semua, YKS *ehem. 


Dulu, aku sering banget pantengin Tr4ns TV malam-malam, karena filmnya bagus-bagus. Ada trilogy The Lord of The Rings dan Back to The Future yang legendaris, film-film lamanya juga banyak yang bagus.  Sekarang film-film begituan jarang ditayangkan, yang dijual malah aksi-aksi konyol yang tidak mendidik.

Aku nggak tahu kapan tepatnya film menjadi bagian penting dalam hidup aku.Mungkin ini kedengaran lebay atau apa, tapi aku udah ngerasain gimana susahnya move on dari film, tepatnya yang baru aku tonton hari Senin tanggal 23 Juni kemarin, Brokeback Mountain. It’s a wonderful movie, and if you say you will not watch it because it’s a “gay movie”, then you’re missing out on a masterpiece. 



Have you ever had the feeling when you just want to forget everything and at the same time, you don’t? Itulah rasanya, mau move on tapi nggak mau lupa. Nggak mau lupa berarti ya ingat terus. Ingat adegan-adegan heartbreaking nya, sama fakta bahwa Heath Ledger (salah satu aktor utamanya) udah meninggal. You can get addicted to a certain kind of sadness. Itu yang menyebabkan cerita film yang berakhir sedih atau tragis itu bakal lebih diingat. Contohnya, Dead Man Walking, The Green Mile, The Notebook, Titanic, dll. 


Menjadi penggemar film ada anehnya juga sebenarnya. Contohnya, we get offended when people are playing with their gadgets during movies. Rasanya orang itu nggak menghargai film, trus ntar nanya-nanya, “Ini kenapa tadi?” Rasanya lebih baik berjalan di lembah kematian daripada menjelaskan panjang lebar bukan? Kan ada tuh film-film yang kita nggak boleh kelewatan adegan sedikit pun, kaya Memento, Inception, The Usual Suspects, dll.  Rasanya seperti ada kekuatan jahat yang berbisik, “Look, it’s the best part and they’re on their phones! Shame on you!” 

Lalu kalau bagi sebagian orang nonton aja udah cukup, kami harus tahu siapa aktornya, pernah main di film apa aja, trivia film, dan berspekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam film itu, apa pesan tersembunyinya (kalau ada), detail-detail kecil…pokoknya menonton film bagi kami bukan sekedar "menonton film", it's way bigger than that. Good movies live with you.

Karina Sebayang

----------------------

hai, Karina! terimakasih ya atas tulisannya.
maaf sekali buat teman-teman yang harus menunggu lama agar tulisannya di post :") dan minggu lalu juga aku nggak bisa posting karena sibuk lebaran..
Selamat hari idul fitri yah! segenap keluarga Faroh Nur Alfani's Blogpage beserta kru yang bertugas (maksudnya aku sendirian) mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. :)
trus...karena minggu depan dan minggu depannya lagi dan minggu depannya lagi mungkin aku bakal sibuk untuk PPSMB (ospek) UGM,  takutnya ga sempat untuk mengurus blog...jadi sepertinya lagi-lagi episode #LTIL libur dulu :') tapi kalau sempat sih gas aja. stay tune aja pokoknya, oke?!!

jangan pernah berhenti membaca. jangan pernah berhenti menulis. aku nggak bosan-bosan bilang kalau aku menunggu ide-ide besar dari kalian semua :) ciao!

untuk info cara mengirimkan ide bisa dibuka di sini


dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini





Sunday, July 20, 2014

Little Things in Life : Tentang Kebersamaan

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! untuk kali ini kita akan membaca pemikiran dari Arum Wulansari! what's on your mind, Arum? Dan tentu saja, apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?

Tentang Kebersamaan


everything is changing. people that you thought were going to be there forever, they are not anymore.. and people you never imagined you'd be speaking to, are now some of your closest friends. but in the near future, all of this is only going to be memories.

didalam hidup, semua itu datang dan pergi. mereka yang pergi, atau kita yang pergi. mereka yang datang atau kita yang datang. mereka yang bertahan atau kita yang bertahan. mereka yang berjuang atau kita yang berjuang.

sering kali dalam kesempatan yang begitu singkat ini, kita tidak pernah menghargainya. kita bilang bahwa mereka yang meninggalkan kita itu jahat. contoh kecil, dalam sebuah hubungan. kalo a dan b ngga cocok, harus dipaksain emang? ngga kan? berarti mereka harus meninggalkan. meninggalkan bukan berarti tidak peduli lagi. dengan meninggalkan itulah cara kita bertahan.

kita ngga bicara soal meninggalkan dalam arti kata "mati" tapi disini kita berbicara dengan kenyataan. disaat kita ditinggalkan atau meninggalkan, muncullah orang-orang baru. mungkin memang sulit rasanya untuk beradaptasi dari awal, untuk memulai semuanya dari 0. tapi seiring dengan kesanggupan kita untuk menerima, kita pasti akan terbiasa. bukan waktu yang menjawab, namun kita yang membuat waktu untuk menjawab.

sebelumnya, dengan orang yang lama. kita memiliki ketakterhinggaan yang sangat sangat tidak terhingga, seperti perkataan hazel sewaktu pidato pemakaman untuk augustus "aku bukan ahli matematika, tapi aku tau ini. ada bilangan-bilangan yang tak terhingga diantara 0 dan 1. seperti 0,1 0,01 0,001 serta kumpulan bilangan tak terhingga lainnya. dan juga diantara 0 dan 2, atau 0 dan sejuta. beberapa ketakterhinggan lebih besar dari ketakterhinggan lainnya. aku meninginkan lebih banyak bilangan dari yang aku peroleh. dan betapa aku meninginkan lebih banyak bilangan untuk augustus dari pada yang diperolehnya. kau memberiku selamanya dalam hari-hari yang tidak terbatas"

banyak sekali ketakterhinggaan yang telah kita miliki dengan orang yang lama. dan begitu juga dengan orang yang baru. namun, setelah mereka meninggalkan, semua ini hanya akan menjadi kenangan.

beberapa orang mengakui bahwa mereka memiliki kenangan yang pahit. namun sebenarnya kenangan pahit itu tidak pantas untuk disebut kenangan. karna kenangan hanyalah yang indah. karna yang indah memang untuk dikenang. dikenang, sewajarnya. jika berlebihan, itu hanya akan menghancurkan kita saja.

mereka yang berjanji untuk selamanya bersama kita, tidak akan pernah menepati janjinya. pertama, karna tidak ada yang selamanya. kedua, karna janji memang ada untuk tidak ditepati.

dan semuanya akan kembali seperti diawal mula, seperti roda. dimana datang - bertahan - pergi - meninggalkan. sakit memang. namun ya begitulah hidup.


kenangan yang kita ciptakan bersama mereka hanya akan membekas di memori. dan sekali lagi, kita berhadapan dengan kenyataan. dengan realita. pasti, memori akan terlupakan atau dilupakan atau lenyap selamanya. sebelum itu terjadi, kita harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. disini kita akan menghargai waktu. dengan semua yang akan atau telah kita luangkan bersama mereka-mereka, kita sudah membuat suatu goresan yang akan kita ingat selamanya.

tapi sebagai seseorang yang membuat lukisan untuk orang lain, kita pasti takut akan dilupakan. begitu juga dengan mereka. makanya sebelum kita menerima orang baru, kita harus bisa memilih. mana yang benar benar akan mencintai kita dan mana yang tidak. karna lebih baik satu orang yang bersama kita, lalu meninggalkan kita dan masih akan terus mencintai kita dari pada beribu orang yang hanya datang seenaknya dan pergi begitu saja.

kita harus berterimakasih kepada mereka, karena mereka telah mengajarkan kita hal hal kecil yang tidak akan pernah ada habisnya. terimakasih karna kalian telah memberikan hal-hal yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. terimakasih untuk semuanya. maaf aku tidak menjanjikan selamanya untukmu, namun aku selalu berusaha melakukan semuanya untukmu

Arum Wulansari
---
Terimakasih, Arum, atas tulisannya! :)) menurut kalian gimana? setuju nggak dengan tulisan Arum? :p

sampai bertemu di weekly updates #LTIL minggu depan, still waiting for those genius thoughts to be written here!

untuk info cara mengirimkan ide bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini



pic source 1
pic source 2

Sunday, July 13, 2014

Teori Tentang Melepaskan

" Let it go. Let it go. Can't hold it back anymore. "
- Demi Lovato, Let It Go

melepaskan, kehilangan, move on, semua itu berkesinambungan. 

melepaskan. rasa rela. rasa ikhlas. melupakan. bisa dibilang itu hal yang sulit untuk dilakukan. well, tergantung orangnya. banyak orang yang bersembunyi dibalik kata "apa? aku udah move on kok!", padahal nyatanya, dari 100 orang responden yang ngaku udah move on, 70% nya belum move on. 30% nya lagi masih teringat. ini bukan survey cak lontong, bukan juga hasil quick count. hanya saja, orang yang udah move on biasanya nggak bilang kalau dia udah move on. saking udah stay cool, saking udah wolesnya. masuk akal, ya?

sementara orang yang sulit melepaskan itu, pasti akan mengalami masa masa bertanya-tanya. masa masa mengingat masa lalu. masa masa heran, kok keadaan berubah? kenapa begini? kenapa begitu? atau ada yang ingat di posting EPILOGUE, dimana aku bilang "perubahan akan bikin kita merasa kehilangan.". iya, ada yang berubah. dan kita harus melepas apa yang ada ditangan kita. sulit.

beberapa orang berhasil melewati fase 'melepaskan' dengan sangat mudah. bisa dibilang, mereka "kaum yang mudah melepaskan". mungkin hanya berpegang teguh, sekali lagi, berpegang teguh pada kata-kata "yaudah, nasib.", "ya emang harus begitu, gimana lagi.", dan yah, beberapa orang tidak perlu alasan untuk melepaskan. sesuatu yang ada, tiba tiba gak ada, yaudah. a "yaudah" really make people survived.

tapi, lebih banyak lagi orang yang nggak percaya apa itu "yaudah". contohnya aja, aku. aku paling susah menerima sebuah "yaudah", dan meninggalkan sesuatu tanpa alasan. aku akan mencari tahu, bahkan menghamba agar diberi tahu. 

aku yakin, bukan cuma aku orang yang sulit melepaskan. ini juga bukan tentang orang, bisa tentang barang, tentang binatang, tumbuhan. karena alasan "yaudah, nasib" terasa kurang rasional, disini aku mencoba menjabarkan secara teoritis, 

A. Apa yang mempengaruhi sulit atau tidaknya melepaskan sesuatu?

1. Harga

simple, ini masalah harga. kita bikin contoh yang paling gamblang. susah mana, melepaskan duit 2ribu, atau 50ribu?

" gapapalah fan, 50ribu. yang penting barang yang kita dapat, kualitasnya sesuai. "
it means that, we let go something worthy for something more worthy. lagi-lagi soal harga.

"gapapalah fan, 50ribu. toh aku lagi banyak rezeki sekarang."
it means that, 50ribu sudah mengalami degradasi harga. toh masih ada 100ribu, kenapa gak rela melepaskan 50ribu?

aku rasa analogi itu cukup menggambarkan bagaimana 'harga' bekerja. orang yang berharga bagi kita simple nya adalah orang yang bisa bikin kita bahagia. makin membahagiakan, makin berharga. kalau aku gitu sih...

2. fungsi/perasaan membutuhkan

buat teman-teman yang merasa belum move on, ambil secarik kertas. dan coba jawab pertanyaan ini.

" untuk apa kamu membutuhkannya? "

kalau misalnya jawabannya hanya "aku nggak bisa hidup tanpa dia", "aku masih sayang dia", "aku kesepian kalau nggak ada dia", well aku ga bisa bantu. itu diluar topik. still living the life of unconditional love? good luck then..

tapi coba begini, misalnya, anggaplah barang. misalnya, laptop. untuk apa aku membutuhkannya? aku butuh laptop untuk ngetik, untuk ngeblog, nonton, dengar lagu, dan sebagainya. artinya, kalau laptop ini hilang, aku mungkin bisa mati. belum lagi harganya mahal (silahkan lihat poin 1). aku akan amat sangat susah melepaskan laptop ini.

3. rasa sayang/memiliki

ga bisa dipungkiri, ini memang berpengaruh. walaupun ini adalah urusan emosional, tapi biar aku jabarkan. rasa sayang/memiliki timbul saat kita memiliki sesuatu/seseorang, we live with it. kita hidup bersama dia. menghabiskan waktu yang banyak, menikmati setiap detiknya, terbiasa dengan keberadaannya. rasa ini bersinergi dengan waktu. biasanya semakin banyak waktu untuk membangun memori dan hal hal membahagiakan lain, tentu saja semakin sulit untuk melepaskan.

B. lalu, apa sih yang TIDAK mempengaruhi sulit atau tidaknya melepaskan sesuatu?

1. intensitas

seseorang pernah bilang ke aku "mungkin aku terlalu sering melepaskan, aku jadi mudah melepaskan (kamu)". setelah aku fikir-fikir, aku nggak setuju dengan pernyataan ini. sering kehilangan duit 2ribu nggak bikin kita dengan sangat mudah untuk rela kalau kehilangan duit 50ribu kan?

2. 
oke, aku nggak nemu apa poin duanya.

C. kemudian, apa yang PENTING dalam proses melepaskan?

1. rasa rela/ikhlas

ini lumayan klise, tapi benar adanya. mungkin tadi aku bilang aku nggak percaya dengan "yaudah, nasib". tapi, kita perlu untuk menyadari itu. orang-orang yang tadi aku bilang "kaum yang mudah melepaskan" karena simple, mereka udah rela duluan. tanpa harus nuntut apa apa, marah sama Tuhan, bikin sinetron 105 episode. ikhlas.

kalau aku bilang, ikhlas adalah hal yang super perlu dalam proses melepaskan. bahkan proses melepaskan intinya memang cuma itu, ikhlas dengan ketidakberadaan dia lagi. ikhlas menjalani hidup baru, bertemu yang baru, dan membentuk cerita yang baru.

bagaimana caranya ikhlas? kembali ke tiga faktor tadi. coba direnungkan..

aku tau dia berharga bagi aku. tapi dia udah pergi. mungkin ini cara Tuhan untuk menunjukkan kalau ada yang lebih baik dan berharga daripada dia.

aku tau blackberry berharga bagi aku. tapi benda itu hilang pula. baiklah, aku akan ganti jadi iPhone, biar bisa browsing lebih cepat, hidup makin gaul dan mempesona.

aku tau aku sayang banget sama dia. tapi sepertinya dia udah nggak sayang lagi sama aku. lebih baik aku kasih darah rasa sayang suci ini ke orang yang lebih berhak. yah...yang sayang aku balik deh pokoknya.

iya..kalau kita udah menyadari itu, kita pasti akan lebih gampang untuk ikhlas. karena tidak semua kehilangan bisa kembali, temanku. ingat itu.

2. waktu


waktu adalah komposisi yang paling penting dalam proses melepaskan. bisa dibilang, ini dia obatnya. anggaplah, kita udah rela, tapi mungkin ada saatnya tiba-tiba kita nggak bisa tidur karena mikirin dia, tiba-tiba terlintas difikiran kita, padahal perasaan kemarin udah "fix" rela. udah sadar, udah ikhlas. kalau hal ini terjadi, kalian bukannya sok sok ikhlas padahal enggak. kalian memang udah ikhlas, tapi butuh waktu untuk ikhlas sepenuhnya.

jadi kalau proses melepaskanmu terdistraksi, ingatlah lagi, kenapa kamu ikhlas. iya, baca lagi kenapa kamu sadar akan poin satu. kalau perlu tulis disebuah kertas, alasan kenapa kamu harus ikhlas. jadi apabila serangan galau tiba-tiba membentang, cepat cepat baca kertas itu, kamu langsung punya pertahanan. 

kecuali kalau kamu ikhlasnya abal abal ya....

3. niat

memang agak aneh, aku meletak "niat" di posisi ke tiga. tapi, sebenarnya, ini yang terpenting. niatlah sungguh sungguh. percayalah kalau kamu HARUS melepaskan. Harus. bahkan sebuah regulasi. bersifat memaksa. HARUS. kalau udah sadar kalau kamu nggak ada pilihan lain dan HARUS melepaskan, semuanya bakal gampang. lebih mudah untuk ikhlas, dan waktu akan menari nari bersamamu untuk membantumu.

because you have to

lain cerita kalau masih ngerasa 'punya kesempatan' untuk kembali. kalau masih ngerasa perlu memperjuangkan sesuatu yang udah hilang. lagi-lagi, ini diluar topik. all that I can say is...good luck with that.....

jadi intinya, kalau kamu susah melepaskan sesuatu, berarti antara hal itu sangat berharga bagi kamu, sangat fungsional dalam kehidupan kamu, atau kamu udah terlalu jodoh dan tidak bisa kalau tidak memilikinya. 
akan maha dahsyat rasa sulit untuk melepaskan itu kalau udah ada tiga tiganya. berharga, berguna, dan sangat menyayanginya, atau bisa dibilang udah ketemu yang 'perfect' tapi harus dilepaskan itu....ya. berat. sangat berat.

dan kalau misalnya kamu dilepaskan dengan sangat mudah oleh orang lain, berarti kasarnya, kamu tuh udah nggak berharga lagi, udah nggak berfungsi lagi, atau sudah tidak disayangi lagi.

kasar. kasar sekali. sakit sekali. kata kata aku tega banget, ya.

ulang lagi,

dan kalau misalnya kamu dilepaskan dengan sangat mudah oleh orang lain, berarti dia sudah ikhlas dengan kehidupan masa depan tanpa kamu.


yah, pengalaman melepaskan aku yang terakhir memang benar benar menampar habis habisan. semoga dengan ke sok tahu an anak baru 17 tahun ini bisa membantu kalian yang mungkin punya kesulitan untuk move on atau melepaskan...kita kita bukan pakar asmara, anggap aja kita kita sharing pengalaman. selamat move on!

oiya, jangan lupa baca Little Things in Life yang baru yah!

pic source 1
pic source 2

Little Things in Life : Stranger with Memories

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! Artikel hari ini ditulis oleh seorang teman yang bernama Christine Dessy! let's see what she is thinking and of course, open your mind. apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?



Stranger With Memories 

Pernah ga kalian mengalami perputaran aneh dalam hidup pertemanan? 

Dari yang awalnya orang asing berubah menjadi kenalan. Kemudian kalian makin sering ketemu dan rutinitas membuat kalian menjadi teman. Seiring berjalannya waktu, kecocokan dalam topik bicara, selera humor atau hobi menggiring kalian menjadi teman dekat atau sahabat. Lalu kondisi memisahkan kalian, sehingga kalian kembali berubah menjadi seorang teman. Hingga jarak yang semakin jauh dan waktu yang semakin lama mengubah status kalian kembali menjadi orang asing. 

Aneh kan?

Siklus ini umum sih emang. Ketika dia sudah menjadi orang asing, yang tersisa tinggal nama dan kenangan. Kini hanya ada dia dan teman barunya, begitu juga aku dan teman baruku.

exactly. strangers with memories.

Karena banyak waktu luang akhir-akhir ini aku makin sering buka hape. Sangking ga ada yang chat, aku  pernah ngecek satu-satu contact BBM aku, cuma buat ngeliat display picture mereka. Maha jomblo, sekitar 300 contact berhasil kuperhatikan satu-per-satu. Tragisnya, aku sering bertanya-tanya, “Buat apa contact sebanyak ini?”. Ada beberapa contact, yang dulu temen deket aku, yang aku ga mungkin delete contact nya. Padahal aku ga pernah chat sama mereka, ataupun kalo chat cuma sekedar untuk ngucapin selamat ulang tahun. Untuk hal lain? Paling cerita kuliah dimana, saling bilang “okelah sukses ya” terus ya udah, selesai, end chat. 

Kok kau end chat? 

Karena, hm topik bicara itu udah beda. Dia dan caranya di lingkungannya. Aku dan caraku di lingkunganku. 
Aku pernah mencoba untuk tetap keep in touch dengan beberapa teman aku, tapi semakin jauh cara komunikasi kami semakin berbeda. Dia jadi semakin asing. Dan pada akhirnya komunikasi kami berhenti.
Ini yang aku takutkan. Jujur, aku takut teman-teman ku yang sekarang akan menjadi ‘orang asing’. Aku takut topik bicara kami ga se-asik sekarang. Aku takut lingkungan baru kami nantinya akan mengubah kami juga. 
Sebenarnya perubahan seperti ini wajar adanya. Bukan salah siapa-siapa komunikasi kalian dan teman lama kalian ga kayak dulu lagi. Bukan salah siapa-siapa dia punya teman baru. Bukan salah siapa-siapa kita ditinggal. Manusia makhluk sosial, wajar ia bertemu orang baru. Ruang dan waktu memisahkan kalian, wajar manusia berubah. Ia beradaptasi. Hanya saja, aku sering mempertanyakan pepatah dalam penggalan lagu ini. 

“Kalo Tuan dapat kawan baru,sayang, kawan yang lama ditinggalkan jangan”
Lah… terus……

“Salah ga kalo aku punya teman baru? Apa itu artinya aku meninggalkan teman lama aku?”

seandainya gini terus ya..

Ga salah.  Punya teman baru artinya kalian baru aja naik level. Level dimana kalian bisa liat dunia yang lebih luas dengan beragam sifat manusia yang memenuhinya. Punya teman baru sama artinya lebih banyak mengetahui hal-hal baru. Kalian akan punya pengalaman baru. Punya teman baru itu baik. Hal itu sudah pasti kita perlukan. 


Perubahan status pertemanan dari teman dekat menjadi asing kayak yang aku bilang tadi lambat laun akan terjadi. Tapi, meski nantinya mereka menjadi asing bagi kita, ingatlah kalo mereka dulu adalah bagian dari hidup kita. Tumbuh dewasa bersama kita. Coba deh nostalgia dengan dia tentang masa-masa dulu kalian, ingat-ingat gimana kalian dulu waktu masih dekat. Sama-sama bayangin kalian dulu akan mengobati perasaan asing itu, percaya deh.

Jangan merasa kesal karena teman kalian punya teman baru. Bukan, mereka bukan meninggalkan kalian. Hanya kondisi, kesibukan, jarak, waktu dan hal lain yang mengubah kedekatan kalian. Dia mungkin bukan dia yang dulu. Jangan salahkan perubahan dirinya, perubahan lingkungannya ataupun perubahan orang-orang disekitarnya.Lambat laun kalian juga akan menemukan apa yang teman lama kalian temukan, seorang teman baru. Hiduplah bahagia dengan itu!


Christine Dessy Natalia Silaen

---------

owkay! thanks, Christine, atas tulisannya!

by the way, jadwal publikasi Little Things in Life (karena panjang banget aku pendekin aja jadi #LTIL ya, biar ngalahin #CHSI ,biar gaul) sekarang diperkecil jadi sekali seminggu.
karena jujur ternyata kewalahan juga untuk dua kali seminggu...

tulisan kalian masih ditunggu!! juga ide ide kalian, please, let me know. 

keep reading #LTIL yah, setiap hari Minggu, tentu saja hanya di Faroh Nur Alfani's Blogpage! *syuting stripping*

untuk info cara mengirimkan ide bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini

dan aku ada post baru lagi nih, Teori tentang Melepaskan, sundul gan!

sampai jumpa di postingan berikutnya minggu depan!!


Sunday, July 6, 2014

Little Things in Life : Indonesia These Days...

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! Artikel hari ini ditulis oleh seorang teman yang bernama Dipo Ardhana! Have a read, folks! apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?

Indonesia These Days...
"indonesia butuh pemimpin cerdas! Pilih saya dan saya akan pegang amanah anda!"

I think this way, Indonesia bukan hanya negara berkembang, Indonesia bisa disebut negara yang bisa menjadi pusat dunia dan disaat yg sama merupakan negara yang krisis. Krisis apa?
Mental.

Sebuah negara bisa disebut maju bila masyarakat dan pemimpinnya memiliki mental yg sehat, punya visi jelas dan tidak ragu ragu dalam mengambil keputusan. Kita punya SDA hayati dan nonhayati yang melimpah, atau bisa dibilang salah satu yang terbesar didunia, bahkan kita punya tambang emas terbesar KETIGA didunia. Minyak dan gas serta energi tak terbarukan lainnya pun bisa dibilang sangat banyak. Tapi buat siapa minyak dan gas itu? Bahkan pertamina yang notabene merupakan "perusahaan minyak Indonesia" masih mengimpor minyak dan gas. Aku merasa malu saat tahu informasi ini. 

Tambang Grasberg (Freeport), terbesar ketiga di dunia.

Apa yang salah dari negeri kita? Sekali lagi. MENTAL. Pemerintah seakan takut akan mengambil keputusan besar dan hanya melakukan proyek kecil yang tidak terlaku berdampak signifikan. Selalu ada alasan untuk suatu masalah, sebagai contoh, masalah ekonomi yang dianggap paling mendasar, kita punya hutang triliyunan. dan itu hanya terus menumumpuk tanpa ada kinerja yang dirasakan oleh masyarakat. Bahkan saya sebagai org awam tahu, cara paling tepat adalah dengan menghapus subsidi bbm.

Tanggal 9 bulan ini akan ada suatu even besar dinegara ini,pemilihan presiden. Harapan harapan masyarakat bergantung pada pemimpin yang baru. Saya pribadi berharap agar siapapun yang terpilih agar menjadi pmimpin terbaik untuk indonesia :) tidak bertele tele mengenai kemahsyuran masyarakat dan memiliki elemen akar politik yang benar dan dapat diandalkan.



Apa hubungan semua yang telah saya bilang dengan quotation di awal? PEMERINTAH. Kita sudah terlalu sering mendengar janji janji palsu macam itu bukan? Rasanya masyarakat sudah muak dengan kinerja pemerintah yang hanya memikirkan kepentingan sendiri. Bahkan hampir tidak terasa dampak yang kita rasakan dari pemerintahan slama ini. Namun yang harus kita lakukan hanyalah berjudi dengan sebuah tusukan paku kekertas. Bukan hanya asal berjudi, kita harus memikirkan peluang yang terjadi  dalam pilihan yang kita masukan


Jadi apakah 4 tahun lagi indonesia akan jadi salah satu negara penting didunia atau menjadi pecundang? Semua ditentukan oleh pemilihan 9 juli nanti, buatlah pilihan bijak dan jangan tinggalkan tanggung jawab dalam memilih. Sekian!


Dipo Ardhana


-----------------

Thanks, Dipo, atas tulisannya! :D
teman-teman yang lain, ditunggu yah ide ide luar biasanya ;)


untuk info cara ngirimnya bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini

sampai jumpa di postingan berikutnya!!!!







Wednesday, July 2, 2014

Little Things in Life : To Date The Ex of A Friend

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


It has been started! Artikel hari ini adalah ide dari seorang pembaca ; sebut saja Dolly, bukan, dia bukan..ya itulah. dan ditulis oleh aku berdasarkan diskusi kami berdua. Apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?

To date the ex of a friend

To date the ex of a friend...apakah ada hukumnya?

Kadang dunia yang sempit nggak cuma di sinetron. Sebenarnya nggak mustahil sih, pas kita lagi nyari orang di mall lewat pintu selatan, dia lagi nyari kita lewat pintu timur, dan adegan itu bikin geregetan satu kampung. Dunia itu nggak sempit, memang. Gimana mau sempit, benua ada berapa, samudra ada berapa.

sempit lah godok. source

Tapi apa sih yang sempit? Pasti pernah lah ya, pas baru kenalan sama orang, “sekolah dimana?” “disini.” “eh, sepupu ku sekolah disana.” “iyakah? Siapa? “ “ si itu.” “ wah, itu saudaranya si anu.” “lho, kenal anu juga? Anu itu sepupunya Ina, sahabat aku.” “ina? Ina yang tinggi? Eh dia itu anaknya istri kedua paman dari sisi kakek buyut aku yang udah meninggal. “ “paman yang mana? “ .....................

Kemudian mereka berbicara sampai sejak adam dan hawa dipertemukan.

Jadi, apa yang sempit? Bukan, bukan dunia. Tapi ruang lingkup.

Trus hal hal yang kita kira cuma kebetulan, cuma ada disinetron, bisa terjadi di dunia nyata. Dan contohnya seperti judul yang satu ini, pacaran sama mantannya teman.

ada yang pernah pacaran sama mantannya teman? atau mantan kamu pacaran sama teman kamu? atau kamu pacaran sama teman mantan? atau ga punya pacar? *mikir*

Kemudian akun akun galau di twitter pada nge tweet : “ kayak nggak ada cowok lain di dunia aja, harus ambil bekasnya teman.”

Nah, kemudian topik itu dibahas beruntun hingga 70 tweet, dan tombol block harus jadi penengah.

To date the ex of a friend, or, to date the ex of a “bestfriend’ (they’re quite different tho), apakah bener bener salah?

FAROHALFANI used QUOTE-GALAU. It's super effective!

Ada yang bilang, hukumnya makruh. Alias lebih baik dihindari, namun bila dikerjakan tidak berdosa. Kalau iya nggak apa-apa, tapi sebaiknya jangan, demi kemaslahatan persahabatan kita. Toh kita sendiri nggak pernah ada yang punya niatan yang bulat dan sangat sengaja bilang “aku akan pacaran sama pacar temanku kalau mereka putus!”

Nggak kan?

Tapi kadang, bisa jadi ada juga saatnya kita "terpeleset" trus nyicipin sendiri yg sebelumnya kita anggap nggak sah itu, sampe tau sendiri gimana rasanya. Saat Logika gak bekerja lagi tetapi perasaan, kita tahu kita salah tapi kita gak bisa muna kalo itu rupanya yang bikin kita senang.
Dilematik ya?


Siapa sih yang bisa menentukan siapa orang yang akan dijatuhcintakannya hari ini, besok, atau tahun depan? Mungkin tahun lalu lelaki itu adalah milik teman kita, tapi tidak ada yang tahu hari ini. Begitu juga dengan kita, mungkin lelaki yang kita miliki hari ini, akan menjadi lelaki orang lain bulan depan.

“ ...akan menjadi lelaki orang lain bulan depan. “ seharusnya tidak ada bedanya dengan “ ...akan menjadi lelaki sahabatku bulan depan.”

Putus emang perkara yang pasti terjadi apalagi di kita kita remaja gaul labil membahana ini. Gugur satu tumbuh seribu. Kenapa pacaran dengan mantannya teman harus jadi masalah dan mengusik pertemanan kita, toh si mantan pasti juga bakal dapat pacar baru, terlepas dari si pacar baru itu adalah seorang teman,

Atau bukan.

Love is the most undefined thing, my friend.

Menurut kalian gimana? Thanks, Dolly, atas idenya! :)
Sampai jumpa di Little Things in Life berikutnya!

----------

Hai! Terimakasih ya, Dolly, sudah menyumbangkan idenya! :)


pengakuan terlarang. mau curcol tapi takut ketauan.

beberapa ide lain udah pada yang masuk. ngantri dulu ya ;) yang janji mau ngirimin tulisan, ayoo silahkan dikirim~

nah, kalau yang ini kan, masih aku yang nulis. aku juga nunggu temen-temen yang jago nulis dan punya pemikiran-pemikiran keren untuk ngirim full article ke aku!

share kesempatan ini ke teman-teman kalian ya, soalnya aku cuma bisa promosi lewat twitter dan bbm...apalagi...siapalah saya ini... *wajah memelas* *belum buka puasa*

untuk info cara ngirimnya bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini

sampai jumpa di postingan berikutnya!!!!