hello

hello

bio

Sunday, July 20, 2014

Little Things in Life : Tentang Kebersamaan

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! untuk kali ini kita akan membaca pemikiran dari Arum Wulansari! what's on your mind, Arum? Dan tentu saja, apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?

Tentang Kebersamaan


everything is changing. people that you thought were going to be there forever, they are not anymore.. and people you never imagined you'd be speaking to, are now some of your closest friends. but in the near future, all of this is only going to be memories.

didalam hidup, semua itu datang dan pergi. mereka yang pergi, atau kita yang pergi. mereka yang datang atau kita yang datang. mereka yang bertahan atau kita yang bertahan. mereka yang berjuang atau kita yang berjuang.

sering kali dalam kesempatan yang begitu singkat ini, kita tidak pernah menghargainya. kita bilang bahwa mereka yang meninggalkan kita itu jahat. contoh kecil, dalam sebuah hubungan. kalo a dan b ngga cocok, harus dipaksain emang? ngga kan? berarti mereka harus meninggalkan. meninggalkan bukan berarti tidak peduli lagi. dengan meninggalkan itulah cara kita bertahan.

kita ngga bicara soal meninggalkan dalam arti kata "mati" tapi disini kita berbicara dengan kenyataan. disaat kita ditinggalkan atau meninggalkan, muncullah orang-orang baru. mungkin memang sulit rasanya untuk beradaptasi dari awal, untuk memulai semuanya dari 0. tapi seiring dengan kesanggupan kita untuk menerima, kita pasti akan terbiasa. bukan waktu yang menjawab, namun kita yang membuat waktu untuk menjawab.

sebelumnya, dengan orang yang lama. kita memiliki ketakterhinggaan yang sangat sangat tidak terhingga, seperti perkataan hazel sewaktu pidato pemakaman untuk augustus "aku bukan ahli matematika, tapi aku tau ini. ada bilangan-bilangan yang tak terhingga diantara 0 dan 1. seperti 0,1 0,01 0,001 serta kumpulan bilangan tak terhingga lainnya. dan juga diantara 0 dan 2, atau 0 dan sejuta. beberapa ketakterhinggan lebih besar dari ketakterhinggan lainnya. aku meninginkan lebih banyak bilangan dari yang aku peroleh. dan betapa aku meninginkan lebih banyak bilangan untuk augustus dari pada yang diperolehnya. kau memberiku selamanya dalam hari-hari yang tidak terbatas"

banyak sekali ketakterhinggaan yang telah kita miliki dengan orang yang lama. dan begitu juga dengan orang yang baru. namun, setelah mereka meninggalkan, semua ini hanya akan menjadi kenangan.

beberapa orang mengakui bahwa mereka memiliki kenangan yang pahit. namun sebenarnya kenangan pahit itu tidak pantas untuk disebut kenangan. karna kenangan hanyalah yang indah. karna yang indah memang untuk dikenang. dikenang, sewajarnya. jika berlebihan, itu hanya akan menghancurkan kita saja.

mereka yang berjanji untuk selamanya bersama kita, tidak akan pernah menepati janjinya. pertama, karna tidak ada yang selamanya. kedua, karna janji memang ada untuk tidak ditepati.

dan semuanya akan kembali seperti diawal mula, seperti roda. dimana datang - bertahan - pergi - meninggalkan. sakit memang. namun ya begitulah hidup.


kenangan yang kita ciptakan bersama mereka hanya akan membekas di memori. dan sekali lagi, kita berhadapan dengan kenyataan. dengan realita. pasti, memori akan terlupakan atau dilupakan atau lenyap selamanya. sebelum itu terjadi, kita harus bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. disini kita akan menghargai waktu. dengan semua yang akan atau telah kita luangkan bersama mereka-mereka, kita sudah membuat suatu goresan yang akan kita ingat selamanya.

tapi sebagai seseorang yang membuat lukisan untuk orang lain, kita pasti takut akan dilupakan. begitu juga dengan mereka. makanya sebelum kita menerima orang baru, kita harus bisa memilih. mana yang benar benar akan mencintai kita dan mana yang tidak. karna lebih baik satu orang yang bersama kita, lalu meninggalkan kita dan masih akan terus mencintai kita dari pada beribu orang yang hanya datang seenaknya dan pergi begitu saja.

kita harus berterimakasih kepada mereka, karena mereka telah mengajarkan kita hal hal kecil yang tidak akan pernah ada habisnya. terimakasih karna kalian telah memberikan hal-hal yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. terimakasih untuk semuanya. maaf aku tidak menjanjikan selamanya untukmu, namun aku selalu berusaha melakukan semuanya untukmu

Arum Wulansari
---
Terimakasih, Arum, atas tulisannya! :)) menurut kalian gimana? setuju nggak dengan tulisan Arum? :p

sampai bertemu di weekly updates #LTIL minggu depan, still waiting for those genius thoughts to be written here!

untuk info cara mengirimkan ide bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini



pic source 1
pic source 2

Sunday, July 13, 2014

Teori Tentang Melepaskan

" Let it go. Let it go. Can't hold it back anymore. "
- Demi Lovato, Let It Go

melepaskan, kehilangan, move on, semua itu berkesinambungan. 

melepaskan. rasa rela. rasa ikhlas. melupakan. bisa dibilang itu hal yang sulit untuk dilakukan. well, tergantung orangnya. banyak orang yang bersembunyi dibalik kata "apa? aku udah move on kok!", padahal nyatanya, dari 100 orang responden yang ngaku udah move on, 70% nya belum move on. 30% nya lagi masih teringat. ini bukan survey cak lontong, bukan juga hasil quick count. hanya saja, orang yang udah move on biasanya nggak bilang kalau dia udah move on. saking udah stay cool, saking udah wolesnya. masuk akal, ya?

sementara orang yang sulit melepaskan itu, pasti akan mengalami masa masa bertanya-tanya. masa masa mengingat masa lalu. masa masa heran, kok keadaan berubah? kenapa begini? kenapa begitu? atau ada yang ingat di posting EPILOGUE, dimana aku bilang "perubahan akan bikin kita merasa kehilangan.". iya, ada yang berubah. dan kita harus melepas apa yang ada ditangan kita. sulit.

beberapa orang berhasil melewati fase 'melepaskan' dengan sangat mudah. bisa dibilang, mereka "kaum yang mudah melepaskan". mungkin hanya berpegang teguh, sekali lagi, berpegang teguh pada kata-kata "yaudah, nasib.", "ya emang harus begitu, gimana lagi.", dan yah, beberapa orang tidak perlu alasan untuk melepaskan. sesuatu yang ada, tiba tiba gak ada, yaudah. a "yaudah" really make people survived.

tapi, lebih banyak lagi orang yang nggak percaya apa itu "yaudah". contohnya aja, aku. aku paling susah menerima sebuah "yaudah", dan meninggalkan sesuatu tanpa alasan. aku akan mencari tahu, bahkan menghamba agar diberi tahu. 

aku yakin, bukan cuma aku orang yang sulit melepaskan. ini juga bukan tentang orang, bisa tentang barang, tentang binatang, tumbuhan. karena alasan "yaudah, nasib" terasa kurang rasional, disini aku mencoba menjabarkan secara teoritis, 

A. Apa yang mempengaruhi sulit atau tidaknya melepaskan sesuatu?

1. Harga

simple, ini masalah harga. kita bikin contoh yang paling gamblang. susah mana, melepaskan duit 2ribu, atau 50ribu?

" gapapalah fan, 50ribu. yang penting barang yang kita dapat, kualitasnya sesuai. "
it means that, we let go something worthy for something more worthy. lagi-lagi soal harga.

"gapapalah fan, 50ribu. toh aku lagi banyak rezeki sekarang."
it means that, 50ribu sudah mengalami degradasi harga. toh masih ada 100ribu, kenapa gak rela melepaskan 50ribu?

aku rasa analogi itu cukup menggambarkan bagaimana 'harga' bekerja. orang yang berharga bagi kita simple nya adalah orang yang bisa bikin kita bahagia. makin membahagiakan, makin berharga. kalau aku gitu sih...

2. fungsi/perasaan membutuhkan

buat teman-teman yang merasa belum move on, ambil secarik kertas. dan coba jawab pertanyaan ini.

" untuk apa kamu membutuhkannya? "

kalau misalnya jawabannya hanya "aku nggak bisa hidup tanpa dia", "aku masih sayang dia", "aku kesepian kalau nggak ada dia", well aku ga bisa bantu. itu diluar topik. still living the life of unconditional love? good luck then..

tapi coba begini, misalnya, anggaplah barang. misalnya, laptop. untuk apa aku membutuhkannya? aku butuh laptop untuk ngetik, untuk ngeblog, nonton, dengar lagu, dan sebagainya. artinya, kalau laptop ini hilang, aku mungkin bisa mati. belum lagi harganya mahal (silahkan lihat poin 1). aku akan amat sangat susah melepaskan laptop ini.

3. rasa sayang/memiliki

ga bisa dipungkiri, ini memang berpengaruh. walaupun ini adalah urusan emosional, tapi biar aku jabarkan. rasa sayang/memiliki timbul saat kita memiliki sesuatu/seseorang, we live with it. kita hidup bersama dia. menghabiskan waktu yang banyak, menikmati setiap detiknya, terbiasa dengan keberadaannya. rasa ini bersinergi dengan waktu. biasanya semakin banyak waktu untuk membangun memori dan hal hal membahagiakan lain, tentu saja semakin sulit untuk melepaskan.

B. lalu, apa sih yang TIDAK mempengaruhi sulit atau tidaknya melepaskan sesuatu?

1. intensitas

seseorang pernah bilang ke aku "mungkin aku terlalu sering melepaskan, aku jadi mudah melepaskan (kamu)". setelah aku fikir-fikir, aku nggak setuju dengan pernyataan ini. sering kehilangan duit 2ribu nggak bikin kita dengan sangat mudah untuk rela kalau kehilangan duit 50ribu kan?

2. 
oke, aku nggak nemu apa poin duanya.

C. kemudian, apa yang PENTING dalam proses melepaskan?

1. rasa rela/ikhlas

ini lumayan klise, tapi benar adanya. mungkin tadi aku bilang aku nggak percaya dengan "yaudah, nasib". tapi, kita perlu untuk menyadari itu. orang-orang yang tadi aku bilang "kaum yang mudah melepaskan" karena simple, mereka udah rela duluan. tanpa harus nuntut apa apa, marah sama Tuhan, bikin sinetron 105 episode. ikhlas.

kalau aku bilang, ikhlas adalah hal yang super perlu dalam proses melepaskan. bahkan proses melepaskan intinya memang cuma itu, ikhlas dengan ketidakberadaan dia lagi. ikhlas menjalani hidup baru, bertemu yang baru, dan membentuk cerita yang baru.

bagaimana caranya ikhlas? kembali ke tiga faktor tadi. coba direnungkan..

aku tau dia berharga bagi aku. tapi dia udah pergi. mungkin ini cara Tuhan untuk menunjukkan kalau ada yang lebih baik dan berharga daripada dia.

aku tau blackberry berharga bagi aku. tapi benda itu hilang pula. baiklah, aku akan ganti jadi iPhone, biar bisa browsing lebih cepat, hidup makin gaul dan mempesona.

aku tau aku sayang banget sama dia. tapi sepertinya dia udah nggak sayang lagi sama aku. lebih baik aku kasih darah rasa sayang suci ini ke orang yang lebih berhak. yah...yang sayang aku balik deh pokoknya.

iya..kalau kita udah menyadari itu, kita pasti akan lebih gampang untuk ikhlas. karena tidak semua kehilangan bisa kembali, temanku. ingat itu.

2. waktu


waktu adalah komposisi yang paling penting dalam proses melepaskan. bisa dibilang, ini dia obatnya. anggaplah, kita udah rela, tapi mungkin ada saatnya tiba-tiba kita nggak bisa tidur karena mikirin dia, tiba-tiba terlintas difikiran kita, padahal perasaan kemarin udah "fix" rela. udah sadar, udah ikhlas. kalau hal ini terjadi, kalian bukannya sok sok ikhlas padahal enggak. kalian memang udah ikhlas, tapi butuh waktu untuk ikhlas sepenuhnya.

jadi kalau proses melepaskanmu terdistraksi, ingatlah lagi, kenapa kamu ikhlas. iya, baca lagi kenapa kamu sadar akan poin satu. kalau perlu tulis disebuah kertas, alasan kenapa kamu harus ikhlas. jadi apabila serangan galau tiba-tiba membentang, cepat cepat baca kertas itu, kamu langsung punya pertahanan. 

kecuali kalau kamu ikhlasnya abal abal ya....

3. niat

memang agak aneh, aku meletak "niat" di posisi ke tiga. tapi, sebenarnya, ini yang terpenting. niatlah sungguh sungguh. percayalah kalau kamu HARUS melepaskan. Harus. bahkan sebuah regulasi. bersifat memaksa. HARUS. kalau udah sadar kalau kamu nggak ada pilihan lain dan HARUS melepaskan, semuanya bakal gampang. lebih mudah untuk ikhlas, dan waktu akan menari nari bersamamu untuk membantumu.

because you have to

lain cerita kalau masih ngerasa 'punya kesempatan' untuk kembali. kalau masih ngerasa perlu memperjuangkan sesuatu yang udah hilang. lagi-lagi, ini diluar topik. all that I can say is...good luck with that.....

jadi intinya, kalau kamu susah melepaskan sesuatu, berarti antara hal itu sangat berharga bagi kamu, sangat fungsional dalam kehidupan kamu, atau kamu udah terlalu jodoh dan tidak bisa kalau tidak memilikinya. 
akan maha dahsyat rasa sulit untuk melepaskan itu kalau udah ada tiga tiganya. berharga, berguna, dan sangat menyayanginya, atau bisa dibilang udah ketemu yang 'perfect' tapi harus dilepaskan itu....ya. berat. sangat berat.

dan kalau misalnya kamu dilepaskan dengan sangat mudah oleh orang lain, berarti kasarnya, kamu tuh udah nggak berharga lagi, udah nggak berfungsi lagi, atau sudah tidak disayangi lagi.

kasar. kasar sekali. sakit sekali. kata kata aku tega banget, ya.

ulang lagi,

dan kalau misalnya kamu dilepaskan dengan sangat mudah oleh orang lain, berarti dia sudah ikhlas dengan kehidupan masa depan tanpa kamu.


yah, pengalaman melepaskan aku yang terakhir memang benar benar menampar habis habisan. semoga dengan ke sok tahu an anak baru 17 tahun ini bisa membantu kalian yang mungkin punya kesulitan untuk move on atau melepaskan...kita kita bukan pakar asmara, anggap aja kita kita sharing pengalaman. selamat move on!

oiya, jangan lupa baca Little Things in Life yang baru yah!

pic source 1
pic source 2

Little Things in Life : Stranger with Memories

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! Artikel hari ini ditulis oleh seorang teman yang bernama Christine Dessy! let's see what she is thinking and of course, open your mind. apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?



Stranger With Memories 

Pernah ga kalian mengalami perputaran aneh dalam hidup pertemanan? 

Dari yang awalnya orang asing berubah menjadi kenalan. Kemudian kalian makin sering ketemu dan rutinitas membuat kalian menjadi teman. Seiring berjalannya waktu, kecocokan dalam topik bicara, selera humor atau hobi menggiring kalian menjadi teman dekat atau sahabat. Lalu kondisi memisahkan kalian, sehingga kalian kembali berubah menjadi seorang teman. Hingga jarak yang semakin jauh dan waktu yang semakin lama mengubah status kalian kembali menjadi orang asing. 

Aneh kan?

Siklus ini umum sih emang. Ketika dia sudah menjadi orang asing, yang tersisa tinggal nama dan kenangan. Kini hanya ada dia dan teman barunya, begitu juga aku dan teman baruku.

exactly. strangers with memories.

Karena banyak waktu luang akhir-akhir ini aku makin sering buka hape. Sangking ga ada yang chat, aku  pernah ngecek satu-satu contact BBM aku, cuma buat ngeliat display picture mereka. Maha jomblo, sekitar 300 contact berhasil kuperhatikan satu-per-satu. Tragisnya, aku sering bertanya-tanya, “Buat apa contact sebanyak ini?”. Ada beberapa contact, yang dulu temen deket aku, yang aku ga mungkin delete contact nya. Padahal aku ga pernah chat sama mereka, ataupun kalo chat cuma sekedar untuk ngucapin selamat ulang tahun. Untuk hal lain? Paling cerita kuliah dimana, saling bilang “okelah sukses ya” terus ya udah, selesai, end chat. 

Kok kau end chat? 

Karena, hm topik bicara itu udah beda. Dia dan caranya di lingkungannya. Aku dan caraku di lingkunganku. 
Aku pernah mencoba untuk tetap keep in touch dengan beberapa teman aku, tapi semakin jauh cara komunikasi kami semakin berbeda. Dia jadi semakin asing. Dan pada akhirnya komunikasi kami berhenti.
Ini yang aku takutkan. Jujur, aku takut teman-teman ku yang sekarang akan menjadi ‘orang asing’. Aku takut topik bicara kami ga se-asik sekarang. Aku takut lingkungan baru kami nantinya akan mengubah kami juga. 
Sebenarnya perubahan seperti ini wajar adanya. Bukan salah siapa-siapa komunikasi kalian dan teman lama kalian ga kayak dulu lagi. Bukan salah siapa-siapa dia punya teman baru. Bukan salah siapa-siapa kita ditinggal. Manusia makhluk sosial, wajar ia bertemu orang baru. Ruang dan waktu memisahkan kalian, wajar manusia berubah. Ia beradaptasi. Hanya saja, aku sering mempertanyakan pepatah dalam penggalan lagu ini. 

“Kalo Tuan dapat kawan baru,sayang, kawan yang lama ditinggalkan jangan”
Lah… terus……

“Salah ga kalo aku punya teman baru? Apa itu artinya aku meninggalkan teman lama aku?”

seandainya gini terus ya..

Ga salah.  Punya teman baru artinya kalian baru aja naik level. Level dimana kalian bisa liat dunia yang lebih luas dengan beragam sifat manusia yang memenuhinya. Punya teman baru sama artinya lebih banyak mengetahui hal-hal baru. Kalian akan punya pengalaman baru. Punya teman baru itu baik. Hal itu sudah pasti kita perlukan. 


Perubahan status pertemanan dari teman dekat menjadi asing kayak yang aku bilang tadi lambat laun akan terjadi. Tapi, meski nantinya mereka menjadi asing bagi kita, ingatlah kalo mereka dulu adalah bagian dari hidup kita. Tumbuh dewasa bersama kita. Coba deh nostalgia dengan dia tentang masa-masa dulu kalian, ingat-ingat gimana kalian dulu waktu masih dekat. Sama-sama bayangin kalian dulu akan mengobati perasaan asing itu, percaya deh.

Jangan merasa kesal karena teman kalian punya teman baru. Bukan, mereka bukan meninggalkan kalian. Hanya kondisi, kesibukan, jarak, waktu dan hal lain yang mengubah kedekatan kalian. Dia mungkin bukan dia yang dulu. Jangan salahkan perubahan dirinya, perubahan lingkungannya ataupun perubahan orang-orang disekitarnya.Lambat laun kalian juga akan menemukan apa yang teman lama kalian temukan, seorang teman baru. Hiduplah bahagia dengan itu!


Christine Dessy Natalia Silaen

---------

owkay! thanks, Christine, atas tulisannya!

by the way, jadwal publikasi Little Things in Life (karena panjang banget aku pendekin aja jadi #LTIL ya, biar ngalahin #CHSI ,biar gaul) sekarang diperkecil jadi sekali seminggu.
karena jujur ternyata kewalahan juga untuk dua kali seminggu...

tulisan kalian masih ditunggu!! juga ide ide kalian, please, let me know. 

keep reading #LTIL yah, setiap hari Minggu, tentu saja hanya di Faroh Nur Alfani's Blogpage! *syuting stripping*

untuk info cara mengirimkan ide bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini

dan aku ada post baru lagi nih, Teori tentang Melepaskan, sundul gan!

sampai jumpa di postingan berikutnya minggu depan!!


Sunday, July 6, 2014

Little Things in Life : Indonesia These Days...

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


Hai! Artikel hari ini ditulis oleh seorang teman yang bernama Dipo Ardhana! Have a read, folks! apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?

Indonesia These Days...
"indonesia butuh pemimpin cerdas! Pilih saya dan saya akan pegang amanah anda!"

I think this way, Indonesia bukan hanya negara berkembang, Indonesia bisa disebut negara yang bisa menjadi pusat dunia dan disaat yg sama merupakan negara yang krisis. Krisis apa?
Mental.

Sebuah negara bisa disebut maju bila masyarakat dan pemimpinnya memiliki mental yg sehat, punya visi jelas dan tidak ragu ragu dalam mengambil keputusan. Kita punya SDA hayati dan nonhayati yang melimpah, atau bisa dibilang salah satu yang terbesar didunia, bahkan kita punya tambang emas terbesar KETIGA didunia. Minyak dan gas serta energi tak terbarukan lainnya pun bisa dibilang sangat banyak. Tapi buat siapa minyak dan gas itu? Bahkan pertamina yang notabene merupakan "perusahaan minyak Indonesia" masih mengimpor minyak dan gas. Aku merasa malu saat tahu informasi ini. 

Tambang Grasberg (Freeport), terbesar ketiga di dunia.

Apa yang salah dari negeri kita? Sekali lagi. MENTAL. Pemerintah seakan takut akan mengambil keputusan besar dan hanya melakukan proyek kecil yang tidak terlaku berdampak signifikan. Selalu ada alasan untuk suatu masalah, sebagai contoh, masalah ekonomi yang dianggap paling mendasar, kita punya hutang triliyunan. dan itu hanya terus menumumpuk tanpa ada kinerja yang dirasakan oleh masyarakat. Bahkan saya sebagai org awam tahu, cara paling tepat adalah dengan menghapus subsidi bbm.

Tanggal 9 bulan ini akan ada suatu even besar dinegara ini,pemilihan presiden. Harapan harapan masyarakat bergantung pada pemimpin yang baru. Saya pribadi berharap agar siapapun yang terpilih agar menjadi pmimpin terbaik untuk indonesia :) tidak bertele tele mengenai kemahsyuran masyarakat dan memiliki elemen akar politik yang benar dan dapat diandalkan.



Apa hubungan semua yang telah saya bilang dengan quotation di awal? PEMERINTAH. Kita sudah terlalu sering mendengar janji janji palsu macam itu bukan? Rasanya masyarakat sudah muak dengan kinerja pemerintah yang hanya memikirkan kepentingan sendiri. Bahkan hampir tidak terasa dampak yang kita rasakan dari pemerintahan slama ini. Namun yang harus kita lakukan hanyalah berjudi dengan sebuah tusukan paku kekertas. Bukan hanya asal berjudi, kita harus memikirkan peluang yang terjadi  dalam pilihan yang kita masukan


Jadi apakah 4 tahun lagi indonesia akan jadi salah satu negara penting didunia atau menjadi pecundang? Semua ditentukan oleh pemilihan 9 juli nanti, buatlah pilihan bijak dan jangan tinggalkan tanggung jawab dalam memilih. Sekian!


Dipo Ardhana


-----------------

Thanks, Dipo, atas tulisannya! :D
teman-teman yang lain, ditunggu yah ide ide luar biasanya ;)


untuk info cara ngirimnya bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini

sampai jumpa di postingan berikutnya!!!!







Wednesday, July 2, 2014

Little Things in Life : To Date The Ex of A Friend

Little Things in Life
Things that keep you alive even if you didn’t notice.


It has been started! Artikel hari ini adalah ide dari seorang pembaca ; sebut saja Dolly, bukan, dia bukan..ya itulah. dan ditulis oleh aku berdasarkan diskusi kami berdua. Apa yang terbersit dalam otakmu hari ini?

To date the ex of a friend

To date the ex of a friend...apakah ada hukumnya?

Kadang dunia yang sempit nggak cuma di sinetron. Sebenarnya nggak mustahil sih, pas kita lagi nyari orang di mall lewat pintu selatan, dia lagi nyari kita lewat pintu timur, dan adegan itu bikin geregetan satu kampung. Dunia itu nggak sempit, memang. Gimana mau sempit, benua ada berapa, samudra ada berapa.

sempit lah godok. source

Tapi apa sih yang sempit? Pasti pernah lah ya, pas baru kenalan sama orang, “sekolah dimana?” “disini.” “eh, sepupu ku sekolah disana.” “iyakah? Siapa? “ “ si itu.” “ wah, itu saudaranya si anu.” “lho, kenal anu juga? Anu itu sepupunya Ina, sahabat aku.” “ina? Ina yang tinggi? Eh dia itu anaknya istri kedua paman dari sisi kakek buyut aku yang udah meninggal. “ “paman yang mana? “ .....................

Kemudian mereka berbicara sampai sejak adam dan hawa dipertemukan.

Jadi, apa yang sempit? Bukan, bukan dunia. Tapi ruang lingkup.

Trus hal hal yang kita kira cuma kebetulan, cuma ada disinetron, bisa terjadi di dunia nyata. Dan contohnya seperti judul yang satu ini, pacaran sama mantannya teman.

ada yang pernah pacaran sama mantannya teman? atau mantan kamu pacaran sama teman kamu? atau kamu pacaran sama teman mantan? atau ga punya pacar? *mikir*

Kemudian akun akun galau di twitter pada nge tweet : “ kayak nggak ada cowok lain di dunia aja, harus ambil bekasnya teman.”

Nah, kemudian topik itu dibahas beruntun hingga 70 tweet, dan tombol block harus jadi penengah.

To date the ex of a friend, or, to date the ex of a “bestfriend’ (they’re quite different tho), apakah bener bener salah?

FAROHALFANI used QUOTE-GALAU. It's super effective!

Ada yang bilang, hukumnya makruh. Alias lebih baik dihindari, namun bila dikerjakan tidak berdosa. Kalau iya nggak apa-apa, tapi sebaiknya jangan, demi kemaslahatan persahabatan kita. Toh kita sendiri nggak pernah ada yang punya niatan yang bulat dan sangat sengaja bilang “aku akan pacaran sama pacar temanku kalau mereka putus!”

Nggak kan?

Tapi kadang, bisa jadi ada juga saatnya kita "terpeleset" trus nyicipin sendiri yg sebelumnya kita anggap nggak sah itu, sampe tau sendiri gimana rasanya. Saat Logika gak bekerja lagi tetapi perasaan, kita tahu kita salah tapi kita gak bisa muna kalo itu rupanya yang bikin kita senang.
Dilematik ya?


Siapa sih yang bisa menentukan siapa orang yang akan dijatuhcintakannya hari ini, besok, atau tahun depan? Mungkin tahun lalu lelaki itu adalah milik teman kita, tapi tidak ada yang tahu hari ini. Begitu juga dengan kita, mungkin lelaki yang kita miliki hari ini, akan menjadi lelaki orang lain bulan depan.

“ ...akan menjadi lelaki orang lain bulan depan. “ seharusnya tidak ada bedanya dengan “ ...akan menjadi lelaki sahabatku bulan depan.”

Putus emang perkara yang pasti terjadi apalagi di kita kita remaja gaul labil membahana ini. Gugur satu tumbuh seribu. Kenapa pacaran dengan mantannya teman harus jadi masalah dan mengusik pertemanan kita, toh si mantan pasti juga bakal dapat pacar baru, terlepas dari si pacar baru itu adalah seorang teman,

Atau bukan.

Love is the most undefined thing, my friend.

Menurut kalian gimana? Thanks, Dolly, atas idenya! :)
Sampai jumpa di Little Things in Life berikutnya!

----------

Hai! Terimakasih ya, Dolly, sudah menyumbangkan idenya! :)


pengakuan terlarang. mau curcol tapi takut ketauan.

beberapa ide lain udah pada yang masuk. ngantri dulu ya ;) yang janji mau ngirimin tulisan, ayoo silahkan dikirim~

nah, kalau yang ini kan, masih aku yang nulis. aku juga nunggu temen-temen yang jago nulis dan punya pemikiran-pemikiran keren untuk ngirim full article ke aku!

share kesempatan ini ke teman-teman kalian ya, soalnya aku cuma bisa promosi lewat twitter dan bbm...apalagi...siapalah saya ini... *wajah memelas* *belum buka puasa*

untuk info cara ngirimnya bisa dibuka di sini

dan untuk membaca rubrik Little Things in Life, bisa di klik di sini

sampai jumpa di postingan berikutnya!!!!