hello

hello

bio

Wednesday, September 17, 2014

[TUGAS FDK] Cerita Inspiratif : Bukan Karena Gagal

Tugas Individu
Menulis Cerita Inspiratif
Rincian Tugas :
Menceritakan pengalaman paling inspiratif dalam format;
- Kertas A4
- Margin Atas : 2 cm ; Bawah : 4 cm; kiri : 3 cm; kanan :2 cm
- Font Times New Roman 12pt
- Spasi 1,5cm ; before : 0 cm; after : 1,5cm
- Sepanjang minimal 2 halaman
- Dibukukan dalam 'Novel Angkatan' dalam Tugas Angkatan

-----------
Faroh Nur Alfani
14/365322/TK/42071
Teknologi Informasi

Bukan Karena Gagal

Ternyata tidak mustahil untuk terinspirasi oleh kata-kata sendiri. Bukan akibat narsisisme atau apa, tapi itulah yang aku rasakan ketika berbicara dengan seorang teman, Azka, disela-sela kegiatan kami mengerjakan beberapa resume dan tugas. Pembicaraan kami mengalir lumayan serius dan filosofis. Sampai akhirnya aku melontarkan kata-kata ini.

“ Kadang kita tuh..nggak selalu diterima oleh dunia—“ 
“ Lingkungan, kali. “ Azka memotongku, mengoreksi kuotasi yang aku ucapkan tadi.
“ eh, serius. Dunia.kita kan nggak interaksi sama manusia aja. Pengen pake sendal, eh, kesempitan. “
Azka hanya tertawa kecil. Aku kembali melanjutkan, “ satu-satunya cara untuk survive adalah bagaimana kita menyikapi hal tersebut. “

Pembicaraan kecil antara aku, Azka, Fiha dan Al malam itu memang memberikanku celah lagi untuk berpikir. Berpikir tentang bagaimana dunia yang ‘suka’ sekali mempersulit kita. Pas lagi pengen browsing hal penting, tiba-tiba jaringan langsung down. Mau dateng tepat waktu, eh, kunci motor hilang. Seperti Tuhan sedang memainkan tali-tali di tangan boneka pertunjukan. Yang kita bisa lakukan hanyalah menggerutu, mencari jalan keluar secepat mungkin, dan lupakan. Aku rasa bukan hanya aku yang sering merasakan demikian.

Berbicara tentang hal lain, aku jadi teringat masa-masa aku dan teman-teman seangkatan sedang hot-hot nya membicarakan bagaimana caranya masuk perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri. Kalau mau dijabarkan lagi, topik “masuk PTN” itu bisa dibagi menjadi sebanyak-banyaknya sub-bab yang bisa ditulis di kitab Matematika Teknik. Bagaimana lolos SNMPTN? Tidak lolos, bagaimana bisa lolos SBMPTN? Tidak lolos, bagaimana bisa lolos mandiri? Tidak lolos juga, bagaimana bisa lolos hidup? Kurang lebih begitu persepsi kami, para remaja yang lupa kalau mereka belum dewasa. Kalau ingin ditanyakan, semua orang punya cerita sendiri tentang bagaimana mereka bisa sampai dimana mereka berpijak dan menimba ilmu sekarang. Satu sama lain merasa ceritanya yang paling ‘wow’, disisi lain juga terkagum-kagum kalau ada cerita orang yang lebih ‘wow’ dari mereka. Karena tentang PTN, kita semua sudah mulai kenal tentang mimpi. Mimpi. Sebuah hal baru yang kita rasa sakral dan cerita tentangnya benar-benar menjadi kepingan puzzle terbesar dalam hidup kita.

Aku sendiri punya cerita bagaimana aku bisa menulis nama “Faroh Nur Alfani – Teknologi Informasi UGM 2014”. Aku sempat merasa ceritaku memang yang paling mengharukan dari cerita-cerita teman lainnya. Mengalami berbagai macam pengalaman inspiratif, aku ingin sekali menjadi Desainer Grafis. Maka mimpi yang aku buat adalah “menjadi mahasiswa FSRD-ITB 2014”. Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Kendalanya satu, aku tidak bisa menggambar. Memang terdengar seperti ‘joke’, ketika mendengar seorang anak yang tidak bisa menggambar ingin masuk fakultas seni rupa. Tapi itulah aku yang dulu, yang sudah obsess dan tidak peduli apapun kata orang. Aku sekuat tenaga memanfaatkan waktu yang tersisa untuk belajar menggambar (yang padahal sudah mengalir pada darah orang-orang yang berbakat). Belajar menggambar, berdoa. Belajar menggambar, berdoa. Itu saja yang ku kerjakan setelah aku mengetuk palu untuk  sebuah “aku-ingin-FSRD-ITB”.