Posts

Showing posts from 2015

A New Blog

Image
Hai, teman-teman. Apa kabar? Saat ini, Jogja hujan. Ya. Gitu.

Jadi, berkat keisengan yang nyata, aku bikin blog lagi. sebenernya bukan bikin lagi sih. jadi, UGM sebenernya udah nyediain hosting buat mahasiswa UGM yang mau nge-blog ria. Blog itu bakal punya url [nama mahasiswa UGM].web.ugm.ac.id . sebenernya aku udah tahu lama, tapi baru iseng nge aktifin sekarang. buat temen-temen UGM mungkin bisa ikutan bikin kalo males bikin blog tapi pengen punya media publikasi dalam menulis. sebab Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. (Pramoedya)
so, mine is http://farohnur.web.ugm.ac.id/
this is how it looks like :





Rencananya, blog ini bakal berisi info-info mengenai teknologi, dan mostly dari tugas-tugas yang udah pernah aku bikin sebelumnya. mungkin aku juga bakal nge post program-program maupun tugas akhir yang aku pelajari di kuliah. Semoga bermanfaat :)



Review Adele 25

Image
Jadi ceritanya...



YHAAAA..SAYA SUDAH BELI ALBUM BARU ADELE!                                              25!!
sorak sorai bergembira bergembira semua
oke. sekian euphorianya. sebenarnya ini juga agak memalukan, karena udah beeertahun-tahun aku nge fans sama adele tapi baru sekali beli albumnya :(


perasaan berdosa dan penasaran inilah yang akhirnya membuat aku ter-encourage maksimal untuk beli album barunya. secara, aku sangat-sangat-sangat kangen Adele menemani hari-hariku seperti waktu dulu :') terimakasih buat seorang kakak tingkatku yang udah ngajarin aku cara beli album di itunes. all hail people with technologies!
sebelum aku ngomong kurang terstruktur saking bahagianya, aku pengen menjabarkan dulu kondisi yang terjadi saat ini.
jadi ceritanya, Adele udah menghilang sekitar..3 tahun lamanya. album terakhir sebelum ke-hilang-annya (?) saat itu adalah 21, dengan hits super "Someone Like You" dan "Rolling in the Deep" yang berhasil membuatnya menyabet 6 grammy…

Hati-hati Termakan Paradigma Orang Banyak

Image
Ah, gatel ngga nulis tentang ini
Saya tukang galau.
Mungkin itu yang orang-orang inginkan dari aku, sebuah pengakuan. Agar orang-orang bisa tertawa, kemudian merasa hidupnya lebih bahagia dan berkata “udahlah..ngapain galau. Hidup belum berakhir kok..” sambil mengelus pundakku.
Hati-hati termakan paradigma orang banyak.
Beberapa orang sebenernya udah pernah ngebahas ini. Peduli dibilang kepo, puitis dibilang galau, dan sebagainya. Ya, aku sendiri setuju sih dengan hal itu. Hal ini didukung dengan aku yang seneng banget nulis, dan kebetulan, aku menemukan menulis tentang misery, sorrow and sadness itu mengasyikkan. Aku udah #75940837 kali dibilang “tukang galau”/”sedih mulu hidupnya”/”inget Allah mbak”, hanya karena nge posting puisi-puisi yang aku tulis, atau hanya sekedar bikin status dan posting blog yang ‘agak’ memiliki rona kesedihan didalamnya. Kadang aku udah terbiasa aja dengan julukan itu..dan kadang aku juga lelah.
Hati-hati termakan paradigma orang banyak.

Kuliah dan/atau Organisasi?

Image
Jadi...begini kondisinya.
Aku berada di sebuah semester, dimana aku mengambil 10 mata kuliah dan 5 diantaranya berbobot 3 SKS. Dan semester ini adalah kuliah yang paling tidak becus aku menjalaninya.

Sebenarnya, perasaan-perasaan seperti ini bersifat sementara. Waktu semester 1, “aduh, nilaiku pasti anjlok banget nih.”, kemudian, aku melewatinya. Lanjut semester 2, “wah, ini kuliah paling parah. Aku ngga ngerti apapun. Hancur semua. “ but then, aku melewatinya lagi. Sekarang aku semester ketiga, masih perjalanan yang saaaangat pendek untuk menyelesaikan perkuliahan. Lalu, aku merasakannya lagi, “waduh, kuliahku super ngga becus semester ini.”. apakah aku bisa tenang dan berkata “ah, dua semester lalu merasa ancur tapi bisa kok dilewati. Kenapa yang ini enggak?”.

Oh, of course not. Kali ini mungkin aku bener-bener mikirin ”am i doing the right thing?”. Ya, sebenernya dunia kuliahku dipenuhi dengan bukan kegiatan perkuliahan. Aku mondar mandir di kampus biasanya 71% bukan untuk kuliah. Ta…

Surat yang Berujung Biasa Saja

Surat yang berujung biasa saja
Bzzt, bzzzt. Telepon genggamku bergetar. Ada sebuah pengingat yang menjadi penyebab getaran tersebut. Pengingat itu bertuliskan “Cek email”. Aku tahu pengingat ini sudah mengingatkanku di waktu yang semestinya. Tanggal 16 setiap bulannya.  Dengan gerakan lemah tanpa semangat, aku mengusap-usap layar smartphone ini hingga menuju kotak email ku. Benar saja, memang ada sebuah pesan baru. Anehnya, pesan rutin yang selalu kudapat tanggal 16 ini selalu tersasar di kotak spam. Itu sebabnya aku menggunakan pengingat untuk mengingatkanku akan pesan tersebut. Aku membaca email yang tak lain dan tidak bukan adalah dari kekasihku.
Teruntuk Melati, di tempat.

" Semangaat! ", the power of simple words

Image
di malam yang sesunyi ini, aku sendiri, tiada yang menemani. ayuk cerita!
mungkin udah kebiasaan kita ya, berbasa-basi dengan temen atau siapapun. "makasih", "sama-sama", "maaf", "hati-hati", "semangat", dan lain lain. kadang kita menyebutkan kata-kata itu dengan begitu saja. bukannya bermaksud tidak tulus, hanya saja memang secara otomatis sudah terucapkan walaupun kita ngga terlalu sungguh-sungguh mengucapkannya. bilang 'makasih' sambil liat hp, bilang 'hati-hati' sambil jogging. kita juga sebagai orang yang diucapin itu sebenernya biasa aja. kita ngga terharu oleh ucapan "makasih" nya. ngga baper lagi kalo udah disemangatin *masih sih* *gimana yak*. semuanya udah flat, begitu saja. good manners, but that's all. udah. gitu aja. tapi ternyataaaa....nggak cuma 'udah-gitu-aja' lho. entahlah, aku pribadi, jujur, masih sering mengucapkan kata-kata itu dengan sepenuh hati. mungkin saat aku ngucapin ka…

tertekan

aku bangun dari tidur. dalam perasaan tertekan.
aku bangun dari tidur. dalam tanggung jawab yang besar.
rasa sakit ini harus dibayar.

Interpretasi puisi : Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono

Image
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu Kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat Disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


Hai, teman-teman. Saya kembali menulis! Kali ini saya pengen nulis dengan..sedikit ‘tujuan’. Selama ini kan Cuma nulis sambil numpang joget dan tjurhat. Kali ini saya coba membuat tulisan yang kira-kira bisa bermanfaat untuk kemampuan kita berumah tangga, eh, berkehidupan nantinya.
Sebelumnya, apa sih itu interpretasi puisi? Interpretasi puisi itu..sebenernya adalah menjelaskan apa sih arti dari puisi itu. yang kita tahu, puisi biasanya disusun dengan padanan kata-kata yang indah tapi dalam otak kita biasanya ngomong “ini apa maksudnya?”. Jadi dengan membaca sebuah interpretasi puisi, pikiran kita bisa terbuka untuk memahami puisi tersebut, last but not least, “oh, ngono toh.”. ya. kurang lebih gitu. Btw, correct me if i’m wrong, master master …

berkaca dari diri orang lain

Image
“terimakasih kepada orang orang jahat yang membuatku menjadi merasa baik, terimakasih kepada orang orang baik yang membuatku ingin menjadi lebih baik lagi.”
Kata kata itu bukan dari siti khadijah, isaac newton atau siapapun. Itu berasal dari aku sendiri. Yeay me! Semacam narsisisme luar biasa ngutip dari kata-kata sendiri. tapi setidaknya, itu adalah kata-kata yang aku pake kalo kebutuhan sabar lagi meningkat. Ngeliat beberapa orang yang...yah...begitulah. orang orang yang prilakunya udah kayak sinetron, atau malah saking absurdnya, khayalan para sutradara pun ngga bisa mengalahkan ciptaan Tuhan seperti dia.
Berkaca dari diri orang lain. Agak ganjal sebenarnya. Biasanya kita punya istilah “berkaca pada diri sendiri”, “introspeksi diri”, yah, semacam itu. Maksud dari introspeksi diri itu adalah kita memikirkan kembali, apasih kekurangan kita, kelebihan kita, kapan kita bejat dan kapan kita malaikat. yaa, tanpa dijelasin juga temen-temen pasti pada udah ngerti.
Tapi sadar nggak sih. Da…

Solved by the engineers!

Image
Halo. Perkenalkan, namaku Fani. Aku adalah seorang mahasiswa teknik. Tepatnya, aku adalah mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Saat membulatkan hatiku sebagai ‘mahasiswa teknik’, aku sudah tahu apa-apa saja yang akan aku temukan. Karena ‘Teknik’ bukan sekedar nama fakultas. Bukan sekedar nama jurusan. Tapi sebuah prinsip kehidupan.

Kenapa sih, aku bisa berkata demikian? sebenarnya simple. Menurutku, dibalik kuliah teknik yang super berat itu, bagian yang paling menarik dari menjadi mahasiswa teknik adalah tujuan utama dari ilmu keteknikan itu sendiri. to solve problem.



Exactly, menurut wikipedia, Teknik atau rekayasa (bahasa Inggris: engineering) adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Wow, mulia sekali, bukan?  Ahli pada bidang keteknikan atau biasa disebut dengan istilah “engineer (in indonesia : insinyur)” sudah menyelesaikan berjuta-juta masalah yang ada pada kehidupan manusia. Telep…

agak galau. sedikit.

Image
bukan, ini bukan soal cinta. pulang, pulang sanah!
jadi begini. jadi ceritanya..dimulai dari kegoblokan saya yang baru sadar kalo saya adalah anggota dari sebuah komunitas. sudah terdengar goblok? biar saya perjelas. jadi ceritanya, ada sebuah komunitas blogger yang cukup populer namanya "Kancut Keblenger". bisa dibilang, i've known this community for years. udah lama banget taunya, udah ngikutin terus postingan foundernya (Irvina Lioni). nah trus, akibat kekaguman yang lumayan membara, saya nge like fb - nge follow twitter - mantengin terus perkembangan komunitas ini, tanpa berniat masuk kedalamnya. anggap saja ada sepercik keminderan menyelimuti saya. "ah, ini mah komunitasnya blogger blogger keren. saya mah cuma ngetik sambil joget", pikir saya. jadi saya cuma jadi 'secret admirer' nya komunitas ini. ehhh ternyata, nge like dan nge follow komunitas ini adalah prosedur dari keanggotaan komunitas ini. jadi, nge like fb (dan di approve) dan nge follow …

4 days of birthday

Image
Hae. Selamat ulang tahun, saya.
Hehe. Hehe. Oke! Hai! Hari ini adalah hari pertama di bulan ke tujuh. Hari ini juga akan dilewati dengan berpuasa seperti hari-hari sebelumnya, Cuma saya lupa ini udah puasa hari ke berapa. Selamat berpuasa bagi teman teman yang berpuasa. Selamat tidak berpuasa bagi teman teman yang tidak berpuasa. Se-ma-ngaaats! Sebenernya satu juli bukan tanggal ulang tahun saya. Satu juli juga bukan ulang tahun dosen saya. Kalo istilah remaja masa kini nya, ini adalah #latepost. Kira kira #late 6 harian. Nggak terlalu #late deh ya #post ini. alasan saya nge #post ini sampe #late begini gara-gara, banyak hal yang terjadi dihari ulang tahun saya dan saya ingin mengapresiasi semua teman-teman yang sudah ikut terlibat di sandiwara, eh, perayaan tersebut. pengennya saya Cuma nge grid foto di instagram tapi saya rasa saya pengen bikin ini semua lebih sepesial. Membuat orang lain merasa sepesial adalah hobi saya. Mungkin saya bisa tambahkan nutella dan ovomaltine di kepala…

My World 2.0

Image
Saya lagi suka sukanya sama justin bieber.


Enggak, saya bukannya sedang hidup di zaman penjajahan. Iya, saya lagi suka sukanya sama lagu-lagu justin  bieber di album My World 2.0. buat temen temen yang lupa itu album apa, itu album kala justin bieber masih belum tamat iqro’. Buat yang masih lupa walaupun udah aku kasih clue, lagu yang paling hits dari album itu adalah “baby baby baby ooooh.”
Oke. Kalian pasti inget.
Entah kenapa beberapa waktu yang lalu saya lagi ngidam-ngidamnya ngedengerin lagu lagu JB. Tanpa bermaksud membuka kenangan lama sebagai bieber fever, hanya sekedar pengen dengerin lagi aja. alhasil, saya men-download lagu-lagunya se album. Alhamdulillah kualitas suara mp3 nya masih bagus walaupun masih di sekitaran ukuran 2-3 MB. Saya dengarkan lagi lagu-lagu di album itu satu per satu, Baby, Stuck in the moment, Eenie Menie, dan lain-lain. Alhasil, saya jadi jatuh cinta lagi.
Ternyata mendengarkan lagu Justin Bieber saat dulu dan saat sekarang terasa sekali ya, perbedaa…

adalah tetap bertahan hidup

hola.
akhir akhir ini, atau dua hari terakhir ini, saya pulang malam terus. kemarin malam saya pulang bahkan sampai kantor pusat fakultas teknik yang notabene titik kumpul mahasiswa-mahasiswa teknik mulai mematikan lampu dan stay tune 7 manusia harimau. ini juga jam 20.36 malam, saya baru pulang. lumayan tidak terlalu malam sih, soalnya saya memang kabur dari tugas akhir teknik pemodelan simulasi yang memaksa kami untuk presentasi malam-malam begini. ya, saya kabur saja.
saya padahal belum mandi. tapi saya mau nulis dulu. akhir-akhir ini, kata-kata yang sering saya gunakan untuk hidup saya adalah 'berat'. tugas berat, kesibukan berat, masalah berat, bahkan tas berat. kalo dipikir-pikir iya juga karna semua yang berat-berat tadi memaksa saya bawa laptop tiap hari. berat. banget. kadang saya cuma bisa nangis dipojokan, sambil denger lagu bahagia. saya patah hati sambil mendengar lagu cinta. saya juga ga paham. entahlah,
entahlah.

what it feels like

pernah tidak,
kalian menemukan seseorang,
yang sangat berpengaruh didalam kehidupan kalian,
bahkan tanpa ia melakukan apa-apa?

secara seketika, ia adalah motivasi, inspirasi,

kebahagiaan.

dalam satu kesatuan yang diciptakan Tuhan.

tanpa proses yang sistematis, tanpa alasan yang jelas,
ia adalah alasan saat kalian bangun di pagi hari,
kalian merasa punya tujuan.

membahagiakannya.

menjamin kebahagiaannya.

melihat ia bahagia.

secara tak sadar ia adalah kebahagiaan kalian.


---

aku benar-benar merasa kehilangan.
betapa aku kehilangannya.
ia dan segala hal-hal sederhana yang telah lewat

aku menyadari bahkan berbicara singkat dengannya saja sudah membuatku bahagia.

aku menyadari hal-hal kecil saja ternyata sudah jadi memori,
menyaingi memori-memori besar seperti kala juara kelas atau kala berlibur di tempat yang luar biasa indah

memori yang kuulangi, ulangi, ulangi,
seperti ku ulangi kata-kata 'ulangi' ini,
sampai tak ada artinya lagi.

--

pernahkah kalian menghitung hari?
menghitung …

Kacamata

Image
aku ingat sekali, waktu itu hari pertama aku berkumpul dengan kelompok ospek fakultasku, atau lebih dikenal dengan istilah "Unit". di hari pertama itu, kami semua sekitar 30 orang duduk melingkar, diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing. kami diminta untuk menyebutkan nama, jurusan, asal, dan yang paling menarik, kami diminta untuk memikirkan satu benda yang mendeskripsikan diri kami secara keseluruhan.
saat itu, aku menjawab aku adalah sebuah kacamata. karena aku akan membantu orang dengan segala kekurangan dan pandangan tidak jelas yang mereka miliki, tanpa berusaha mengobatinya.
kali ini analogi 'kacamata' yang aku ciptakan sendiri itu menghantuiku. mungkin itu memang benar. aku sendiri adalah pengguna kacamata. se-sering dan se-lama aku menggunakan kacamata, mataku tidak akan sembuh. saat aku melepas kacamataku, semuanya blurry. dengan kacamata lah aku bisa merasa lengkap, normal, seperti orang-orang lain yang bisa melihat dengan jelas. kacamata hanya me…

sadomasokis?

Image
hai. halo. hai.
hai?
hai! anggap aja tadi aku ngucapin hai dengan agak sedikit ragu kalau laman ini (masih) ada yang buka. sebenernya ada hal lain yang harus aku lakuin selain menulis blog. mungkin memancing atau mencuci beras. tapi yasudahlah, semua udah terjadi. i'm in the station ladies and gentlemen!
latar menulis hari ini adalah malamnya jogjakarta yang kuhabiskan di kamar saja, Asrama Bulaksumur Residence. walaupun aku sendirian, tapi rasanya udah nggak mungkin kamar ini mencicipi keheningan. apalagi malam-malam belum "malam" seperti jam segini. beh. sekarang? lagi bising-bisingnya marching band ugm latihan di lapangan dekat asramaku. dari lantai bawah sayup-sayup terdengar orang nge gitar. join dong! *ah elu siapa* *bubar bubar*
sedikit intermezzo..hari ini teman-temanku meninggalkanku karena mereka sedang jalan jalan! yaaaaaaa okeeeeyyyyy. alasan kenapa aku ga ikut adalah..mereka pergi nonton the avengers, which i already watched weeks ago. sebenernya mereka mut…

apa menurut kalian tentang jatuh cinta?

hai. jadi.. apa menurut kalian tentang jatuh cinta?
beberapa hal mengusikku hari ini. sebenernya cuma satu. tapi berhubung saat ini adalah 55 menit pertama di tanggal 17 April 2014, jadi yah...bisa dibilang hal yang aku pikirkan cukup banyak untuk dipikirkan dalam 55 menit.
tunggu, aku lagi bicara apa.
ya. latar kita hari ini adalah tengah malam Jogjakarta. sedikit intermezzo, hal yang paling membuat aku sedih di Jogjakarta adalah, orang-orang tidak mengerti apa yang aku katakan. bukan tidak mengerti karena bahasa yang digunakan (ya, aku yang tidak mengerti bahasa apa yang mereka gunakan), tapi karena penggunaan bahasa yang aku ucapkan.
mengerti? pasti tidak. itu maksudku.
yang ku ucapkan itu cenderung rumit dan terkesan membelit-belit. padahal tidak. aku sebenarnya sedang berusaha sebaik mungkin agar kata-kataku bisa dicerna. memang kenapa dengan cara bicaraku yang biasa saja? yaaa...cara bicaraku yang biasa saja...tu kayak gini. ngerti ndak kalian kalau aku ngomong kek gini? sukak …

Rindu

Image
Adzan Maghrib Berkumandang Disana belum Aku ingin menelepon ibuku Menangis-nangis. Ku katakan padanya. Aku merindukannya Aku berat disini. Aku takut akan kecewanya Aku ingin meminta maaf Sebesar-besarnya

Namun takut lah aku
Makin cemas dirinya Biarlah aku tertawa-tawa saja Yang didengarnya Sementara di adzan Maghrib ini --selagi disana ia belum mendengarnya aku ingin terisak-isak dulu
-Adzan Maghrib, 8 April 2015
--- aku memang biasanya menulis puisi. aku memang biasanya menangis. lebih biasanya lagi aku menangis lalu menulis. namun yang paling jarang adalah aku menulis lalu menangis.
di baris-baris puisi tanpa diksi itu, aku masih berusaha untuk menahan air mataku. usahaku rupanya gagal total beberapa menit setelahnya. aku rindu ibuku, sumpah. semua serasa semakin menjadi-jadi. baru saja hari kedua ujian tengah semester, aku rasanya sudah babak belur. belum lagi keadaan tubuhku yang terus digerogoti virus. aku seperti sudah lupa rasanya sehat wal afiat, saking terlalu banyak penyakit penyakit kecil t…

happiness makes you strong