hello

hello

bio

Tuesday, December 15, 2015

A New Blog

Hai, teman-teman. Apa kabar? Saat ini, Jogja hujan. Ya. Gitu.

Jadi, berkat keisengan yang nyata, aku bikin blog lagi. sebenernya bukan bikin lagi sih. jadi, UGM sebenernya udah nyediain hosting buat mahasiswa UGM yang mau nge-blog ria. Blog itu bakal punya url [nama mahasiswa UGM].web.ugm.ac.id . sebenernya aku udah tahu lama, tapi baru iseng nge aktifin sekarang. buat temen-temen UGM mungkin bisa ikutan bikin kalo males bikin blog tapi pengen punya media publikasi dalam menulis. sebab Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. (Pramoedya)


this is how it looks like :

masi mau ngedit lagi si. mungkin habis uas.




Rencananya, blog ini bakal berisi info-info mengenai teknologi, dan mostly dari tugas-tugas yang udah pernah aku bikin sebelumnya. mungkin aku juga bakal nge post program-program maupun tugas akhir yang aku pelajari di kuliah. Semoga bermanfaat :)



Thursday, December 10, 2015

Review Adele 25

Jadi ceritanya...




YHAAAA..SAYA SUDAH BELI ALBUM BARU ADELE! 
                                            25!!                                                 

sorak sorai bergembira
bergembira semua

oke. sekian euphorianya. sebenarnya ini juga agak memalukan, karena udah beeertahun-tahun aku nge fans sama adele tapi baru sekali beli albumnya :(

seberkas ke fangirlingan beberapa tahun yang lalu

perasaan berdosa dan penasaran inilah yang akhirnya membuat aku ter-encourage maksimal untuk beli album barunya. secara, aku sangat-sangat-sangat kangen Adele menemani hari-hariku seperti waktu dulu :') terimakasih buat seorang kakak tingkatku yang udah ngajarin aku cara beli album di itunes. all hail people with technologies!

sebelum aku ngomong kurang terstruktur saking bahagianya, aku pengen menjabarkan dulu kondisi yang terjadi saat ini.
jadi ceritanya, Adele udah menghilang sekitar..3 tahun lamanya. album terakhir sebelum ke-hilang-annya (?) saat itu adalah 21, dengan hits super "Someone Like You" dan "Rolling in the Deep" yang berhasil membuatnya menyabet 6 grammy sekaligus di tahun 2012. trus sebelum menghilang 'banget', Adele sempet muncul untuk menyumbangkan soundtrack maha-bikin-merinding, Skyfall. lagi, Skyfall juga menang grammy di tahun 2014 dalam nominasi Best Song Written for Visual Media. jago lah Adele pokoknya.

dengan prestasi yang sedemikian rupa, tentu kita ngerasa bingung kenapa dia menghilang. apalagi aku dan kaum daydreamer (fanclub Adele) yang sudah kehilangan Tuhan, eh, idola. setahuku, alasan utamanya adalah karena ia mau fokus ngurus anaknya dulu. ada yang bilang sakit di pita suaranya kambuh lagi, dan kabar-kabar burung lainnya. beritanya ga ada yang jelas karna...Adele nya emang hilang :') 

aku udah desperate banget. bener-bener kehilangan kiblat musik. aku ngedenger semua genre, tapi ga ada yang bikin aku hapal sampe ke tarikan-tarikan napasnya seperti aku ke lagu-lagu Adele. sering banget terdengar berita tentang Adele bikin album baru..tapi PHP mulu berkali-kali. aku udah ga mau nungguin lagi sampai akhirnya November ini..25 rilis.

udah, gitu aja. bahagia? bangetlah. thank you for coming back, queen!

--------

sekian cerita dari saya. selanjutnya kita ke topik utama, aku mau nge review album barunya Adele!

Saturday, October 17, 2015

Hati-hati Termakan Paradigma Orang Banyak

Ah, gatel ngga nulis tentang ini

Saya tukang galau.

Mungkin itu yang orang-orang inginkan dari aku, sebuah pengakuan. Agar orang-orang bisa tertawa, kemudian merasa hidupnya lebih bahagia dan berkata “udahlah..ngapain galau. Hidup belum berakhir kok..” sambil mengelus pundakku.

Hati-hati termakan paradigma orang banyak.

Beberapa orang sebenernya udah pernah ngebahas ini. Peduli dibilang kepo, puitis dibilang galau, dan sebagainya. Ya, aku sendiri setuju sih dengan hal itu. Hal ini didukung dengan aku yang seneng banget nulis, dan kebetulan, aku menemukan menulis tentang misery, sorrow and sadness itu mengasyikkan. Aku udah #75940837 kali dibilang “tukang galau”/”sedih mulu hidupnya”/”inget Allah mbak”, hanya karena nge posting puisi-puisi yang aku tulis, atau hanya sekedar bikin status dan posting blog yang ‘agak’ memiliki rona kesedihan didalamnya. Kadang aku udah terbiasa aja dengan julukan itu..dan kadang aku juga lelah.

Hati-hati termakan paradigma orang banyak.


Thursday, October 8, 2015

Kuliah dan/atau Organisasi?

Jadi...begini kondisinya.

Aku berada di sebuah semester, dimana aku mengambil 10 mata kuliah dan 5 diantaranya berbobot 3 SKS.
Dan semester ini adalah kuliah yang paling tidak becus aku menjalaninya.


Sebenarnya, perasaan-perasaan seperti ini bersifat sementara. Waktu semester 1, “aduh, nilaiku pasti anjlok banget nih.”, kemudian, aku melewatinya. Lanjut semester 2, “wah, ini kuliah paling parah. Aku ngga ngerti apapun. Hancur semua. “ but then, aku melewatinya lagi. Sekarang aku semester ketiga, masih perjalanan yang saaaangat pendek untuk menyelesaikan perkuliahan. Lalu, aku merasakannya lagi, “waduh, kuliahku super ngga becus semester ini.”. apakah aku bisa tenang dan berkata “ah, dua semester lalu merasa ancur tapi bisa kok dilewati. Kenapa yang ini enggak?”.


Oh, of course not. Kali ini mungkin aku bener-bener mikirin ”am i doing the right thing?”. Ya, sebenernya dunia kuliahku dipenuhi dengan bukan kegiatan perkuliahan. Aku mondar mandir di kampus biasanya 71% bukan untuk kuliah. Tapi untuk kegiatan lain. Sok sibuk. Rapat, ngurus ini, ngurus itu, ngenet ngurusin ini, ngenet urusin itu, rapat, dan sebagainya. Kuliah udah jadi nomor delapan. Padahal, apasih tujuan aku merantau jauh-jauh meninggalkan semua keluarga yang sedang kabut asap sekarang?

Kuliah.

Sunday, September 27, 2015

Surat yang Berujung Biasa Saja

Surat yang berujung biasa saja

Bzzt, bzzzt.
Telepon genggamku bergetar. Ada sebuah pengingat yang menjadi penyebab getaran tersebut. Pengingat itu bertuliskan “Cek email”. Aku tahu pengingat ini sudah mengingatkanku di waktu yang semestinya. Tanggal 16 setiap bulannya.  Dengan gerakan lemah tanpa semangat, aku mengusap-usap layar smartphone ini hingga menuju kotak email ku. Benar saja, memang ada sebuah pesan baru. Anehnya, pesan rutin yang selalu kudapat tanggal 16 ini selalu tersasar di kotak spam. Itu sebabnya aku menggunakan pengingat untuk mengingatkanku akan pesan tersebut. Aku membaca email yang tak lain dan tidak bukan adalah dari kekasihku.

Teruntuk Melati,
di tempat.

Sunday, September 20, 2015

" Semangaat! ", the power of simple words

di malam yang sesunyi ini, aku sendiri, tiada yang menemani.
ayuk cerita!

mungkin udah kebiasaan kita ya, berbasa-basi dengan temen atau siapapun. "makasih", "sama-sama", "maaf", "hati-hati", "semangat", dan lain lain. kadang kita menyebutkan kata-kata itu dengan begitu saja. bukannya bermaksud tidak tulus, hanya saja memang secara otomatis sudah terucapkan walaupun kita ngga terlalu sungguh-sungguh mengucapkannya. bilang 'makasih' sambil liat hp, bilang 'hati-hati' sambil jogging. kita juga sebagai orang yang diucapin itu sebenernya biasa aja. kita ngga terharu oleh ucapan "makasih" nya. ngga baper lagi kalo udah disemangatin *masih sih* *gimana yak*. semuanya udah flat, begitu saja. good manners, but that's all. udah. gitu aja.
tapi ternyataaaa....nggak cuma 'udah-gitu-aja' lho. entahlah, aku pribadi, jujur, masih sering mengucapkan kata-kata itu dengan sepenuh hati. mungkin saat aku ngucapin kata kata basa basi itu ke orang, orang itu biasa aja. " apasih, ngga jelas ni anak. " paling banter gitu. tapi, kadang aku bener-bener mengucapkan kata-kata itu dengan seperti "yes. here I am. I pray for you. I care for you. ".  aku menggunakan kata-kata itu untuk menunjukkan rasa sayang, rasa peduli, beneran bukan basa-basi deh. kadang aku memang dianggap berlebihan, tapi...please bilang kalo aku bukan satu-satunya?

kata basa-basi favoritku adalah ini : "semangat ya" 
" semangaat! " 
" mangaaattss " 
" semangat yaaa! "

ah..adem banget. (kecuali kalau digunakan dalam konteks sarkasme ya)

kenapa aku suka banget sama kata "semangat"? karena...aku adalah orang yang emosional. emosional disini bukan berarti mudah marah atau mudah emosian ya. emosional maksudku adalah aku sangat gampang merasakan sesuatu. i feel happy easily yet feel sad easily either. aku bisa dikasi duit 100ribu trus loncat-loncat saking senengnya abis itu masuk parit dan badmood seharian. rasa senang, sedih, takut, gelisah, semangat, dan lainnya itu gampang berubah-ubah di diriku. sentuhan lingkungan sedikit saja bisa membuat emosiku berubah. itu sebabnya aku suka banget sama kata "semangat", because it simply changes me in a simple way. mungkin orang nggak 'sebegitu' tulusnya pas bilang "semangat" ke aku, tapi kata-kata mereka benar-benar masuk ke otakku dan (walaupun susah) akan mengendalikan aku untuk tidak bersedih lagi.

posting ini terinspirasi oleh sedikit cerita tentang kejadian beberapa waktu lalu yang sampai sekarang masih membekas di hatiku. ceritanya, aku sedang menjadi seorang panitia, namun merangkap jadi performer untuk nyanyi di acara tersebut beberapa penampilan sampai akhirnya aku kembali ke pekerjaanku. singkat cerita, penampilanku hancur. aku bener-bener kesal, down, sampai blank dan ngga bisa mikir. alhasil, aku kehilangan hp. kesal + down + panik. alhamdulillah hpnya ketemu. tapi sewaktu aku bertugas menjadi panitia, moodku udah hancur total. aku bener-bener pengen segera menyelesaikan hari dan pulang aja ke kost, menangis sejadi-jadinya.
namun ada yang bikin aku kembali mendapatkan nyawa tambahan untuk menyelesaikan semua pekerjaanku. hanya kata-kata sederhana dari seorang kakak tingkatku. aku kenal beliau, tapi prediksiku, dia tidak mengenaliku. aku udah lama tahu tentang dia, tapi emang ngga pernah punya kesempatan untuk ngobrol bareng. sampai akhirnya, dia duduk disampingku dan ngajakin aku ngobrol. awalnya aku masih kekeuh dengan kesedihanku, males ngobrol sama orang, dan basa basi aja.

 " santai aja. aku udah ngga tatib (yang suka marah-marah di ospek) lagi kok. " ujarnya padaku pas dia ngajakin ngobrol. mungkin karena aku menjawab kata-katanya dengan jawaban-jawaban singkat dia masih mengira kalau dia ditakuti adik tingkatnya yang dia marahi waktu meng-ospek.

karena ngga enak karna masnya udah ngomong kayak gitu, aku berusaha untuk menjadi lebih responsif dari sebelumnya. semakin kami ngobrol, moodku semakin membaik. padahal obrolan kami sangat sederhana, paling hanya tertawa beberapa kali. aku yakin, obrolan sederhana itu tidak berkesan apa-apa baginya. tapi bagiku, wah, bener bener super mood booster.

percakapan kami berakhir karena ia harus maju ke depan dan mempresentasikan paper nya di acara itu. aku sudah bisa tersenyum kembali. dan saat dia beranjak dari kursinya, aku sempatkan memberinya kata ajaib itu :

" semangaat! "

ia tersenyum.

see? simple words is so powerful.


gambar diatas adalah contoh yang paling aku sukai. and yes, we all have powers. by simply saying simple words. kita nggak tahu kekuatan apa yang dapat ditangkap oleh orang yang mendengarkan kata-kata kita. mungkin karena aku mudah dipengaruhi oleh kata-kata sederhana, itu sebabnya aku benar-benar mengucapkan kata-kata sederhana itu dengan sungguh-sungguh. aku pengen mereka merasakan apa yang aku rasakan. yaa..walaupun ngga semua orang yang gampang terpengaruh oleh kata-kata basa basi seperti itu, tapi...who knows?:)

say it often. memberi semangat, pujian, doa, selamat.
say it. mean it. feel it. have a powerful life!

Monday, September 14, 2015

tertekan

aku bangun dari tidur. dalam perasaan tertekan.

aku bangun dari tidur. dalam tanggung jawab yang besar.

rasa sakit ini harus dibayar.


Sunday, September 6, 2015

Interpretasi puisi : Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono


Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.



Hai, teman-teman. Saya kembali menulis! Kali ini saya pengen nulis dengan..sedikit ‘tujuan’. Selama ini kan Cuma nulis sambil numpang joget dan tjurhat. Kali ini saya coba membuat tulisan yang kira-kira bisa bermanfaat untuk kemampuan kita berumah tangga, eh, berkehidupan nantinya.

Sebelumnya, apa sih itu interpretasi puisi? Interpretasi puisi itu..sebenernya adalah menjelaskan apa sih arti dari puisi itu. yang kita tahu, puisi biasanya disusun dengan padanan kata-kata yang indah tapi dalam otak kita biasanya ngomong “ini apa maksudnya?”. Jadi dengan membaca sebuah interpretasi puisi, pikiran kita bisa terbuka untuk memahami puisi tersebut, last but not least, “oh, ngono toh.”. ya. kurang lebih gitu. Btw, correct me if i’m wrong, master master sastra di luaran sana, yang mungkin sedang membaca artikel ini sambil ketawa betapa sotoy nya saya. Saya juga males browsing dan copy paste. Jadi yah, semoga info ini ngga menyesatkan ya!

Tuesday, August 25, 2015

berkaca dari diri orang lain

“terimakasih kepada orang orang jahat yang membuatku menjadi merasa baik, terimakasih kepada orang orang baik yang membuatku ingin menjadi lebih baik lagi.”

Kata kata itu bukan dari siti khadijah, isaac newton atau siapapun. Itu berasal dari aku sendiri. Yeay me! Semacam narsisisme luar biasa ngutip dari kata-kata sendiri. tapi setidaknya, itu adalah kata-kata yang aku pake kalo kebutuhan sabar lagi meningkat. Ngeliat beberapa orang yang...yah...begitulah. orang orang yang prilakunya udah kayak sinetron, atau malah saking absurdnya, khayalan para sutradara pun ngga bisa mengalahkan ciptaan Tuhan seperti dia.

Berkaca dari diri orang lain. Agak ganjal sebenarnya. Biasanya kita punya istilah “berkaca pada diri sendiri”, “introspeksi diri”, yah, semacam itu. Maksud dari introspeksi diri itu adalah kita memikirkan kembali, apasih kekurangan kita, kelebihan kita, kapan kita bejat dan kapan kita malaikat. yaa, tanpa dijelasin juga temen-temen pasti pada udah ngerti.

Tapi sadar nggak sih. Dari beberapa wawancara oprec dan wawancara lainnya, saat ditanyakan “coba sebutkan apa kelebihan dan kekurangan kamu”, your mind will be like “well...here it comes the hardest question...”. pikiran kamu mulai melayang layang. Melempar pandangan ke dinding, rumput yang bergoyang, seakan akan ada kelebihan dan kekurangan kamu tertulis disana.

Padahal kenyataannya, siapa sih yang kenal kita selain diri kita sendiri? harusnya sih itu jadi easiest question. Toh yang ngejalanin hidup ini kan kita sendiri. harusnya udah kenal apa apa aja yang bikin kesandung dan apa apa aja yang jadi batu loncatan.

Tapi sadar nggak sih #2, kita lebih mudah menilai orang lain daripada diri kita sendiri. karena apa? karena kita ga bisa jilat siku sendiri, tapi bisa jilat siku orang lain. Maaf, aku nggak punya analogi lain. Kita nggak bisa ngeliat kita gimana di mata orang-orang, tapi jelas sekali gimana kita ngeliat orang orang dari mata kita.


Mungkin itu makanya kita butuh bercermin atau introspeksi diri tadi. Dimana kita harus mengeluarkan sedikit bagian dari diri kita untuk keluar dari tubuh ini, trus ngeliat diri kita dari sudut pandang yang berbeda alias sudut pandang ‘orang lain’. Biar kita kenal diri kita luar dalam, trus pas wawancara udah nggak bingung lagi deh mau jawab apa.

Tapi nggak segampang itu, Rangga. Ya iya, beberapa paragraf diatas sebenernya bullshit sekali. Jujur, aku ngerasain diri aku berubah seiring berjalannnya waktu. Orang yang aku bilang “aku nggak akan jadi demikian” waktu SMA, kenyataannya aku menjadi seperti itu sekarang. Fani labil berubah sesuai dua kemungkinan: Fani-dewasa atau Fani-makin-labil. Aku berubah kenapa? Karena kebanyakan introspeksi diri. Aku sering berpikir “wah...kayaknya ga bisa nih aku gini. Nanti gini gini gini” dan voila! Aku berubah. Prinsip berubah. Pegang prinsip baru. Seiring berjalannya waktu...terjadi lagi...berubah lagi. Seakan-akan semua perubahan ini jadi sebuah siklus. Memang manusia berkembang. Tapi belum jelas, perkembangan ini baik atau buruk.

Sebelum tulisan ini melebar kemana-mana, aku akhirnya menemukan solusi yang lebih gampang. Hanya dengan lima ribu rupiah, anda bisa menemukan cara upgrade diri sendiri tanpa harus introspeksi diri sejuta tahun lamanya. Aku merasa yang lebih gampang adalah berkaca pada diri orang lain.

Karena ngeliat orang lain lebih mudah daripada ngeliat diri sendiri, yaudah. Kamu bisa liat apakah jika kamu diposisi orang tersebut kamu akan bertindak sama seperti dia, atau malah sebaliknya. “wah, anak ini rajin. Aku kalo jadi dia pasti emang gitu sih.” Berarti kamu rajin.

“wah, dia kok pelit sih. Kalo aku jadi dia sih pasti aku kasi temen temenku.” Berarti kamu nggak pelit.

Gampang kan?

Selain itu juga bisa punya bahan untuk mengubah diri sendiri. misalnya kamu ngeliat seseorang yang cerewet. Memang kamu orangnya cerewet juga, tapi ngeliat ada yang lebih cerewet daripada kamu, kamu baru sadar kalo itu nggak baik dan berusaha mengubahnya.


Inget ngga sih, episode spongebob “not normal”? 


Saat spongebob itu berusaha jadi orang “normal” sampai dia akhirnya jadi “normal permanen”. Karena sifat normal itu membahayakan, dia berusaha mengubahnya. Sudah susah susah berusaha, dia tetap saja normal. Sampai akhirnya dia melihat squidward yang juga berubah menjadi normal. Dia sadar betapa buruknya orang kalau sudah ‘normal’, dan dia langsung berubah menjadi tidak normal kembali.

Jadi intinya? Enggak, lupain spongebob dan kenormalannya. Intinya adalah, untuk berubah menjadi lebih baik, aku rasa kita harus ‘tertampar’ dulu melihat bagaimana buruknya sebuah sifat jika dimiliki. Cara taunya? Ya lihat orang lain yang memilikinya. Bagaimana pandangan kamu terhadapnya? Apakah kamu demikian juga? Lihatlah dari orang lain. Kenali berbagai macam kepribadian. Berinteraksi. Berteman. Bersenang-senang. Dan berkacalah sepuasnya. Niscaya kamu..

Tunggu. Ini bukan tausiyah ramadhan.


Okedeh. Kira kira gitu. Semoga kita bisa jadi orang yang lebih baik lagi setiap harinya! J

pic source :

Thursday, August 20, 2015

Solved by the engineers!

Halo. Perkenalkan, namaku Fani. Aku adalah seorang mahasiswa teknik. Tepatnya, aku adalah mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Saat membulatkan hatiku sebagai ‘mahasiswa teknik’, aku sudah tahu apa-apa saja yang akan aku temukan. Karena ‘Teknik’ bukan sekedar nama fakultas. Bukan sekedar nama jurusan. Tapi sebuah prinsip kehidupan.


Kenapa sih, aku bisa berkata demikian? sebenarnya simple. Menurutku, dibalik kuliah teknik yang super berat itu, bagian yang paling menarik dari menjadi mahasiswa teknik adalah tujuan utama dari ilmu keteknikan itu sendiri. to solve problem.


source

Exactly, menurut wikipedia, Teknik atau rekayasa (bahasa Inggris: engineering) adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Wow, mulia sekali, bukan?  Ahli pada bidang keteknikan atau biasa disebut dengan istilah “engineer (in indonesia : insinyur)” sudah menyelesaikan berjuta-juta masalah yang ada pada kehidupan manusia. Telepon yang kalian punya, komputer, mobil, gedung, jembatan, semua tidak pernah lepas dari sentuhan para engineer. Mesin-mesin MRI atau alat-alat dokter gigi, semua diciptakan oleh engineer. Pesawat yang dikendalikan seorang pilot juga diciptakan oleh engineer. Tidak ada profesi yang lepas dari bantuan seorang engineer. Jadi, apa masih bisa membayangkan dunia tanpa engineer?

source

Lalu, bagaimana kita mengemban amanah yang mulia sekaligus sangat berat tadi? Tentu saja, tidak mudah untuk menyelesaikan semua permasalahan manusia yang tidak pernah ada habisnya. Apalagi permasalahan cinta (?). Engineer dituntut untuk memiliki pola pikir ‘teknik’, yaitu melihat permasalahan dari segala sisi dan menjadikannya sebagai sebuah kesempatan. Permasalahan susah untuk bepergian jauh, diciptakanlah mobil. Bagaimana cara menyeberangi laut? Dibangunlah jembatan. Penyelesaian masalah juga tidak berhenti hanya sampai ke pencetusan ide. Engineer harus mampu menghitung, memprediksi, merakit, hingga akhirnya penyelesaian masalah tersebut dapat benar-benar diimplementasikan oleh segala pihak. Sulit? Pastinya. Oleh karena itulah kita dapat menemukan universitas-universitas yang menyediakan tempat kita belajar ilmu keteknikan. Misalnya saja di Fakultas Teknik Universitas Jember  (FT UNEJ), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Teknik yang tersebar di seluruh Indonesia. Mudah sekali untuk menemukan tempat untuk belajar ilmu keteknikan. Dengan belajar ilmu keteknikan, kita bisa menghasilkan sebuah penyelesaian masalah dengan kemampuan yang sudah aku sebutkan tadi.


Tapi, tidak semua cara penyelesaian masalah yang diciptakan oleh seorang engineer adalah cara yang tepat, lho. Walaupun seorang engineer memiliki kemampuan yang memadai untuk membangun, mencipta maupun memperbaiki sesuatu, masih banyak sekali pihak yang menyalahgunakan kemampuannya. Misalnya, kita lihat di film-film superhero. Rata-rata, tokoh-tokoh jahatnya adalah orang yang pintar! Dr. Octopus di film Spiderman, Darren Cross di film Ant-man, tokoh-tokoh antagonis seperti mereka adalah jenius-jenius yang hebat dan bisa menciptakan alat-alat yang keren. Di dunia nyata juga ada contoh-contoh seperti mereka. Sosok-sosok teroris dengan ancaman bom dari mereka, jangan kira kalau aksi mereka tidak butuh dasar ilmu pengetahuan. Banyak sekali kemampuan-kemampuan luar biasa yang disalahgunakan didunia ini. oleh karena itu, tanggung jawab seorang engineer tidak hanya menyelesaikan masalah. Tetapi, menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat.

dr. Octopus di Spiderman 2
source

Bagaimana cara menemukan penyelesaian yang tepat untuk sebuah masalah? Kalau hanya dengan menyelesaikan perkuliahan ilmu keteknikan, semua orang pasti bisa menyelesaikan setiap masalahnya. Tentu saja bukan hanya kemampuan eksak yang harus diasah, tetapi banyak aspek-aspek lain yang harus diperhatikan. Menurutku, ciri penyelesaian masalah yang tepat itu menurutku ada dua, yaitu :

1. Dapat direalisasikan

Ya, this is so obvious. Percuma kalau ada ide-ide cemerlang tetapi tidak dapat direalisasikan. Makanya, seorang engineer harus memiliki kreativitas yang ekstra untuk membuat penyelesaian masalah yang tepat guna. Kreativitas mungkin bisa dimiliki oleh siapa saja, tetapi bagi seorang engineer dengan tanggung jawab sebagai ‘problem solver’ di muka bumi ini, harus sudah siap dengan masalah-masalah berikutnya yang bahkan diciptakan dari cara mereka menyelesaikan masalah sendiri. seperti yang sudah kubilang tadi, pola pikir ‘teknik’ yaitu melihat permasalahan dari segala sisi dan menjadikannya sebagai sebuah kesempatan. Itulah yang kumaksud dengan kreativitas. Kreativitas adalah bagaimana cara kamu mengemas seluruh kemampuan engineering yang sudah kamu dapatkan saat belajar ilmu keteknikan. Tanpa kreativitas, kemampuanmu hanya akan mengendap dan tidak menyelesaikan apa-apa. makanya, penyelesaian masalah yang berasal dari seorang engineer, pastinya juga berasal dari otak-otak dengan kreativitas yang luar biasa. keren ngga tuh? :)



2. Bermanfaat

Seperti tadi yang kusebutkan, banyak sekali pihak yang menyalahgunakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa. Kita bisa lihat juga para penguasa yang sudah gila tahta dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan diri mereka sendiri. hal itu yang tidak boleh dimiliki oleh seorang engineer. Ingat kembali tujuan engineer, to solve problem. Problem of whom? Of people! Ya. orang-orang diluar sana. Kita menjadi seorang engineer bukan untuk memuaskan diri sendiri. Wright bersaudara menciptakan pesawat bukan karena mereka ingin terbang, tetapi karena mereka ingin membantu orang lain agar bisa terbang. Begitu juga dengan para penemu yang lain. Itulah “masalah” yang kumaksud dari setiap kalimat ‘penyelesaian masalah’ yang ada di postingan ini. masalah orang banyak. Masalah kekeringan, bencana alam, kesulitan pembangunan, akses jalan, banyaaaakkk sekali masalah-masalah di kehidupan manusia yang butuh langkah besar kita sebagai seorang engineer. Oleh karena itu, engineer harus memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi. Karena dengan rasa kemanusiaan, kita dapat merasakan kesulitan-kesulitan yang orang lain rasakan, dan secara tulus ingin turut serta menuntaskan kesulitan itu :)

source
Dua hal tadi harus dibangun didalam diri kita agar menjadi seorang engineer yang seutuhnya. Karena engineer adalah sosok yang dibutuhkan dunia, apalagi engineer yang dilengkapi dengan kemampuan mencipta yang terus berkembang dan bermanfaat bagi umat manusia. Kita lah sosok luar biasa itu. So, no worries, people. Because your problem will be solved by the engineers!


---------------

Postingan ini diikutsertakan dalam "Lomba Blog Nasional 2015 Engineering Expo"


wish me luck :))

Sunday, July 26, 2015

agak galau. sedikit.

bukan, ini bukan soal cinta. pulang, pulang sanah!

jadi begini. jadi ceritanya..dimulai dari kegoblokan saya yang baru sadar kalo saya adalah anggota dari sebuah komunitas. sudah terdengar goblok? biar saya perjelas. jadi ceritanya, ada sebuah komunitas blogger yang cukup populer namanya "Kancut Keblenger". bisa dibilang, i've known this community for years. udah lama banget taunya, udah ngikutin terus postingan foundernya (Irvina Lioni). nah trus, akibat kekaguman yang lumayan membara, saya nge like fb - nge follow twitter - mantengin terus perkembangan komunitas ini, tanpa berniat masuk kedalamnya. anggap saja ada sepercik keminderan menyelimuti saya. "ah, ini mah komunitasnya blogger blogger keren. saya mah cuma ngetik sambil joget", pikir saya. jadi saya cuma jadi 'secret admirer' nya komunitas ini. ehhh ternyata, nge like dan nge follow komunitas ini adalah prosedur dari keanggotaan komunitas ini. jadi, nge like fb (dan di approve) dan nge follow twitternya = masuk ke komunitasnya. saya udah lama di approve, which means, i'm a part of this thing!

www.kancutkeblenger.com



lumayan ya, gobloknya. akhirnya saya mulai memperhatikan 'keluarga' baru ini secara seksama, apa apa saja yang harus saya lakukan biar saya keterima lahir batin disini. bikin kartu keanggotaan, kenalin diri, saya lakuin. saya senengggg banget dapet temen blogger, buat temen-temen blogger yang mau kenalan sama saya boleh banget lho ya :D

nah trus, saya muter muter deh ke blog nya orang orang ini. ternyata..memang keren keren :') banyak yang comment, tulisan-tulisan yang berkualitas, ah..saya sungguh kecil. saya jadi semangat buat ngembangin diri saya lagi.

bagian galau nya dimana? disinilah mulai cerita galaunya. 

Wednesday, July 1, 2015

4 days of birthday

Hae.
Selamat ulang tahun, saya.

Hehe.
Hehe.
Oke!
Hai! Hari ini adalah hari pertama di bulan ke tujuh. Hari ini juga akan dilewati dengan berpuasa seperti hari-hari sebelumnya, Cuma saya lupa ini udah puasa hari ke berapa. Selamat berpuasa bagi teman teman yang berpuasa. Selamat tidak berpuasa bagi teman teman yang tidak berpuasa. Se-ma-ngaaats!
Sebenernya satu juli bukan tanggal ulang tahun saya. Satu juli juga bukan ulang tahun dosen saya. Kalo istilah remaja masa kini nya, ini adalah #latepost. Kira kira #late 6 harian. Nggak terlalu #late deh ya #post ini. alasan saya nge #post ini sampe #late begini gara-gara, banyak hal yang terjadi dihari ulang tahun saya dan saya ingin mengapresiasi semua teman-teman yang sudah ikut terlibat di sandiwara, eh, perayaan tersebut. pengennya saya Cuma nge grid foto di instagram tapi saya rasa saya pengen bikin ini semua lebih sepesial. Membuat orang lain merasa sepesial adalah hobi saya. Mungkin saya bisa tambahkan nutella dan ovomaltine di kepala mereka.
#bukan #martabak #terangbulan #spesial

Stop semua hashtag dan kegaringan ini. hal berikutnya yang membuat saya pengen cerita tentang hari ulang tahun saya adalah, hmm...this year might be not my best birthday ever, but this might be the most unique birthday ever. Ya, unik. Yang bikin saya terharu adalah tahun ini saya merasa merayakan ulang tahun lebih dari satu hari. Saya ngerasa ulang tahun saya itu adalah tanggal 24+++ Juni. Kog bisa gitu fani? karena...banyak yang lupa , ya makanya itu mau saya ceritakan. Baiklah, mari mulai.

(post ini akan amat sangat panjang sekali. semangat ya)

Sunday, June 21, 2015

My World 2.0

Saya lagi suka sukanya sama justin bieber.



Enggak, saya bukannya sedang hidup di zaman penjajahan. Iya, saya lagi suka sukanya sama lagu-lagu justin  bieber di album My World 2.0. buat temen temen yang lupa itu album apa, itu album kala justin bieber masih belum tamat iqro’. Buat yang masih lupa walaupun udah aku kasih clue, lagu yang paling hits dari album itu adalah “baby baby baby ooooh.”

Oke. Kalian pasti inget.

Entah kenapa beberapa waktu yang lalu saya lagi ngidam-ngidamnya ngedengerin lagu lagu JB. Tanpa bermaksud membuka kenangan lama sebagai bieber fever, hanya sekedar pengen dengerin lagi aja. alhasil, saya men-download lagu-lagunya se album. Alhamdulillah kualitas suara mp3 nya masih bagus walaupun masih di sekitaran ukuran 2-3 MB. Saya dengarkan lagi lagu-lagu di album itu satu per satu, Baby, Stuck in the moment, Eenie Menie, dan lain-lain. Alhasil, saya jadi jatuh cinta lagi.

Ternyata mendengarkan lagu Justin Bieber saat dulu dan saat sekarang terasa sekali ya, perbedaannya. Dulu saya asal nyanyi saja, mengira lagu Baby itu artinya “bayi! Bayi! Bayi! Oooh.”. kemampuan bahasa Inggris saya juga masih belum cukup untuk ikut nge rap sama Ludacris. Yang saya tau liriknya itu “when I was thirteen, i had my first love. “, sisanya “ Alkhfkjasckashichdjnashjalkh. “
Trus saat saya dengerin lagi, wah, ternyata dalem juga nih lagunya. Emang ga sedalem “Endless Love” atau “When you tell me that you love me” sih. saya baru ngeh ternyata lagu ini ceritanya si Justin Bieber lagi ngejar-ngejar si cewek. Si cewek kayak iya banget. Justin Bieber udah pede. Eh, si cewek malah bilang kalo si Justin cuma temennya. Beh, kalo saya jadi si cewek sih, saya bakal bilang kalo si Justin adalah bapak saya dan saya ahli warisnya. Kasian banget si Justin, dia jadi galau 3 minggu. Ga mau makan ga mau minum. Padahal udah adzan tapi dia tetep gamau buka. Itu semua gara-gara si cewek. Kasian banget.
Makin saya dengerin lagi, saya cuma bisa tersenyum-senyum sambil denger lagu-lagunya. Seneng banget kali ya, digombalin kayak gini. Lagu-lagunya Justin Bieber tuh bener-bener kisah cinta anak SMP banget. Ga mikirin apa apa, saya suka kamu, kamu suka saya, ayo jadian. Itu doang. Asik banget. Pedofilia saya pun kambuh. Saya mulai berpikir buat macarin anak SMP. Tapi....

Gajadi deh.


saking lagi sukanya sampe akhirnya nge-cover

Tuesday, June 9, 2015

adalah tetap bertahan hidup

hola.

akhir akhir ini, atau dua hari terakhir ini, saya pulang malam terus. kemarin malam saya pulang bahkan sampai kantor pusat fakultas teknik yang notabene titik kumpul mahasiswa-mahasiswa teknik mulai mematikan lampu dan stay tune 7 manusia harimau. ini juga jam 20.36 malam, saya baru pulang. lumayan tidak terlalu malam sih, soalnya saya memang kabur dari tugas akhir teknik pemodelan simulasi yang memaksa kami untuk presentasi malam-malam begini. ya, saya kabur saja.

saya padahal belum mandi. tapi saya mau nulis dulu. akhir-akhir ini, kata-kata yang sering saya gunakan untuk hidup saya adalah 'berat'. tugas berat, kesibukan berat, masalah berat, bahkan tas berat. kalo dipikir-pikir iya juga karna semua yang berat-berat tadi memaksa saya bawa laptop tiap hari. berat. banget. kadang saya cuma bisa nangis dipojokan, sambil denger lagu bahagia. saya patah hati sambil mendengar lagu cinta. saya juga ga paham. entahlah,

entahlah.

Monday, June 1, 2015

what it feels like

pernah tidak,
kalian menemukan seseorang,
yang sangat berpengaruh didalam kehidupan kalian,
bahkan tanpa ia melakukan apa-apa?

secara seketika, ia adalah motivasi, inspirasi,

kebahagiaan.

dalam satu kesatuan yang diciptakan Tuhan.

tanpa proses yang sistematis, tanpa alasan yang jelas,
ia adalah alasan saat kalian bangun di pagi hari,
kalian merasa punya tujuan.

membahagiakannya.

menjamin kebahagiaannya.

melihat ia bahagia.

secara tak sadar ia adalah kebahagiaan kalian.


---

aku benar-benar merasa kehilangan.
betapa aku kehilangannya.
ia dan segala hal-hal sederhana yang telah lewat

aku menyadari bahkan berbicara singkat dengannya saja sudah membuatku bahagia.

aku menyadari hal-hal kecil saja ternyata sudah jadi memori,
menyaingi memori-memori besar seperti kala juara kelas atau kala berlibur di tempat yang luar biasa indah

memori yang kuulangi, ulangi, ulangi,
seperti ku ulangi kata-kata 'ulangi' ini,
sampai tak ada artinya lagi.

--

pernahkah kalian menghitung hari?
menghitung hari dikala bangun tidur,

" ya, ini adalah hari ke-[...] yang akan saya lalui tanpa anda "

pernahkah kalian terpikir seperti itu saat pertama kali membuka mata untuk memulai hari?

--

pernahkah kalian sangat terkurung dalam ingatan,
seketika panca indra menjadi sangat peka.

bagaimana kalian melihat sebuah suasana,
kemudian teringat suatu masa yang lain

bagaimana kalian mendengar sebuah nyanyian,
kemudian teringat siapa yang biasa mendendangkannya

bagaimana kalian mengendus sebuah aroma,
kemudian teringat siapa yang biasa berbau seperti ini.

belum lagi genggaman tangan, belum lagi langkah kaki, belum lagi...

---

sungguh tak bisa kuteruskan lagi.

sungguh, betapa aku merasa kehilangan.

Friday, May 15, 2015

Kacamata

pic source

aku ingat sekali, waktu itu hari pertama aku berkumpul dengan kelompok ospek fakultasku, atau lebih dikenal dengan istilah "Unit". di hari pertama itu, kami semua sekitar 30 orang duduk melingkar, diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing. kami diminta untuk menyebutkan nama, jurusan, asal, dan yang paling menarik, kami diminta untuk memikirkan satu benda yang mendeskripsikan diri kami secara keseluruhan.

saat itu, aku menjawab aku adalah sebuah kacamata. karena aku akan membantu orang dengan segala kekurangan dan pandangan tidak jelas yang mereka miliki, tanpa berusaha mengobatinya.

kali ini analogi 'kacamata' yang aku ciptakan sendiri itu menghantuiku. mungkin itu memang benar. aku sendiri adalah pengguna kacamata. se-sering dan se-lama aku menggunakan kacamata, mataku tidak akan sembuh. saat aku melepas kacamataku, semuanya blurry. dengan kacamata lah aku bisa merasa lengkap, normal, seperti orang-orang lain yang bisa melihat dengan jelas. kacamata hanya membantuku, namun tidak mengobatiku.

namun ada kalanya, aku melepas kacamataku. secara teoritis, melihat melalui kacamata itu melelahkan. entahlah dengan pergerakan otot siliaris atau apa yang membuat demikian. ada kalanya aku biarkan aku melihat dengan tidak jelas. aku biarkan mataku menyipit saja saat ingin melihat sesuatu. aku menikmati kekurangan itu. aku hanya ingin...untuk tidak dibantu.

mungkin itu yang terjadi. se-ingin-ingin apapun sebuah kacamata membantu penggunanya yang melihat dengan tidak jelas, tetap saja, saat penggunanya tidak ingin menggunakannya, ia tidak bisa melakukan apa-apa. mengutip dari puisi Kurniawan Gunadi yang berkata  " Ada kalanya kita ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan. Kita hanya ingin demikian meski tanpa alasan. "


ya, ada kalanya demikian. ingin dibiarkan, tidak ditanyai, bahkan tidak perlu dipedulikan. aku sendiri pernah mengalami menjadi sebuah 'kacamata' maupun seorang 'pengguna'. saat menjadi seorang 'pengguna', 'kacamata' ku terus mempedulikanku dan menawarkan bantuannya. aku menepisnya. aku bahkan merasa sangat jahat saat aku meminta 'kacamata'ku untuk pergi. aku tahu betapa besar niatnya untuk membantuku, dan betapa bertanya-tanyanya ia melihatku yang seperti itu. tapi, aku hanya ingin sendiri. mengatasi kelelahanku dan segala kekuranganku dalam kesendirian. aku hanya ingin seperti itu, meski tanpa alasan.


saat menjadi seorang 'kacamata', memang benar. aku kalut dengan segala keinginanku untuk membantu 'pengguna'ku. aku benar-benar sangat ingin membantunya. aku merasa sedih, aku merasa aku mampu namun tak berguna. mampu untuk membantunya, namun semuanya percuma. tidak ada gunanya aku membantu seseorang yang tak ingin dibantu. aku ditepis. aku merasa tak berguna. aku tak bisa melakukan apa-apa. namun memang harus ku mengerti. memaksa 'pengguna'ku untuk terus menggunakanku, malah membuatnya semakin terbebani. sederhananya karena ia melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan. sebagai 'kacamata' yang tidak terpakai, aku hanya bisa menunggu. menunggu 'pengguna'ku membutuhkanku lagi.

saat ini, aku adalah sebuah 'kacamata'.

mungkin 'pengguna'ku bisa saja merasa tidak membutuhkan 'kacamata' lagi, belum lagi apabila ia menemukan 'kontak lensa' atau memiliki uang banyak untuk melakukan operasi lasik (?). lagi-lagi, aku hanya bisa menunggu. sejuta pertanyaan yang kumiliki, aku simpan sendiri. menyiksa sekali memang, tapi, yasudahlah. tugasku hanya membantu. digunakan atau tidak, semua terserah 'pengguna'ku. aku hanya bisa menjanjikan kalau aku selalu ada. di kondisi apapun. di kekurangan yang bagaimanapun.

semoga semua akan baik-baik saja. amin.

Thursday, May 7, 2015

sadomasokis?

hai. halo. hai.

hai?

hai! anggap aja tadi aku ngucapin hai dengan agak sedikit ragu kalau laman ini (masih) ada yang buka. sebenernya ada hal lain yang harus aku lakuin selain menulis blog. mungkin memancing atau mencuci beras. tapi yasudahlah, semua udah terjadi. i'm in the station ladies and gentlemen!

latar menulis hari ini adalah malamnya jogjakarta yang kuhabiskan di kamar saja, Asrama Bulaksumur Residence. walaupun aku sendirian, tapi rasanya udah nggak mungkin kamar ini mencicipi keheningan. apalagi malam-malam belum "malam" seperti jam segini. beh. sekarang? lagi bising-bisingnya marching band ugm latihan di lapangan dekat asramaku. dari lantai bawah sayup-sayup terdengar orang nge gitar. join dong! *ah elu siapa* *bubar bubar*

sedikit intermezzo..hari ini teman-temanku meninggalkanku karena mereka sedang jalan jalan! yaaaaaaa okeeeeyyyyy. alasan kenapa aku ga ikut adalah..mereka pergi nonton the avengers, which i already watched weeks ago. sebenernya mereka mutung, trus bales dendam, dan bareng bareng nonton yang 3D! malem ini. yaaaaa okeeeeyyy. well maybe i just need a bit of quality time for myself, sitting alone and write. still my favorite stuff of all.

untuk malem ini aku kurang jago intermezzo, jadi...mau bicarain apa? ga mau panjang panjang banget sih. i'm just thinking about...how people treat their sickness by being more..in pain? 
maksudku, kalian pernah ga sih, lagi sedih, terus malah makin dengerin lagu sedih? pernah nggak udah kena flu, tapi malah makin seneng minum es? kalian merasa sakit, tetapi malah cenderung memperburuk keadaan? pernah? pernah?


Friday, April 17, 2015

apa menurut kalian tentang jatuh cinta?

hai.
jadi..
apa menurut kalian tentang jatuh cinta?

beberapa hal mengusikku hari ini. sebenernya cuma satu. tapi berhubung saat ini adalah 55 menit pertama di tanggal 17 April 2014, jadi yah...bisa dibilang hal yang aku pikirkan cukup banyak untuk dipikirkan dalam 55 menit.

tunggu, aku lagi bicara apa.

ya. latar kita hari ini adalah tengah malam Jogjakarta. sedikit intermezzo, hal yang paling membuat aku sedih di Jogjakarta adalah, orang-orang tidak mengerti apa yang aku katakan. bukan tidak mengerti karena bahasa yang digunakan (ya, aku yang tidak mengerti bahasa apa yang mereka gunakan), tapi karena penggunaan bahasa yang aku ucapkan.

mengerti? pasti tidak. itu maksudku.

yang ku ucapkan itu cenderung rumit dan terkesan membelit-belit. padahal tidak. aku sebenarnya sedang berusaha sebaik mungkin agar kata-kataku bisa dicerna. memang kenapa dengan cara bicaraku yang biasa saja? yaaa...cara bicaraku yang biasa saja...tu kayak gini. ngerti ndak kalian kalau aku ngomong kek gini? sukak sukak aku mau cakap apa, gak aku pikir kalian ngerti atau ndak.

nah, itu maksudku #2

intinya, aku merasa aku masih ngomong dengan pola bicara orang melayu.
which means, orang orang luar sumatra lumayan susah mencernanya.
and i'm trying to have a conversation with another pattern of speaking.
I'm trying. okay?
jadi...yagitu. maaf kalo aku ngomong agak "hah? maksudnya?"

sebenernya agak aneh juga kalo aku ngomong biasa aja orang-orang pada ga ngerti, aku ngomong "nggak biasa aja" juga orang tetep ga ngerti. what happened with myself.

ehehe. cukup intermezzo nya. sudah lumayan panjang. sudah lelah untuk membaca?

jadi...
apa menurut kalian tentang jatuh cinta?
#2

Wednesday, April 8, 2015

Rindu

Adzan Maghrib
Berkumandang
Disana belum
Aku ingin menelepon ibuku
Menangis-nangis.
Ku katakan padanya.
Aku merindukannya
Aku berat disini.
Aku takut akan kecewanya
Aku ingin meminta maaf
Sebesar-besarnya


Namun takut lah aku

Makin cemas dirinya
Biarlah aku tertawa-tawa saja
Yang didengarnya
Sementara di adzan Maghrib ini --selagi disana ia belum mendengarnya
aku ingin terisak-isak dulu

-Adzan Maghrib, 8 April 2015

---
aku memang biasanya menulis puisi. aku memang biasanya menangis.
lebih biasanya lagi aku menangis lalu menulis.
namun yang paling jarang adalah aku menulis lalu menangis.

di baris-baris puisi tanpa diksi itu, aku masih berusaha untuk menahan air mataku. usahaku rupanya gagal total beberapa menit setelahnya. aku rindu ibuku, sumpah. semua serasa semakin menjadi-jadi. baru saja hari kedua ujian tengah semester, aku rasanya sudah babak belur. belum lagi keadaan tubuhku yang terus digerogoti virus. aku seperti sudah lupa rasanya sehat wal afiat, saking terlalu banyak penyakit penyakit kecil tapi mengganggu terus ada dalam tubuhku seperti untaian rantai, mungkin ini hanya sakit kelelahan. mungkin ini hanya sakit kangen ibu.

bahasanya 'home sick'? entahlah.

aku rindu ibuku. kenapa aku harus jauh-jauh kuliah disini? kenapa aku tidak menemaninya saja, membantunya mengurus adikku dan membersihkan rumah? sesaat aku meragukan keputusanku yang selama ini membahagiakanku. ah, andai saja di kampungku jurusan Teknik Informatika-nya sudah tersohor dimana-mana, menjadi bagian dari si Universitas nomor satu se-Indonesia, pasti tidak begini jadinya. apalah yang ku kejar. ku kejar ilmu, namun yang ku temui hanya aku yang terkungkung mengejar angka. mengejar angka, mengejar abjad, mengejar nama. apalah yang ku lakukan.

wajar aku rindu ibuku.

----

setengah jam lalu ku telepon ibuku. alhamdulillah aku tidak meneteskan setitik pun air mata, bahkan bisa tertawa mendengar cerita-ceritanya (kebetulan ibuku dalam keadaan good mood). mungkin hanya 'berjumpa via suara' yang bisa ku lakukan untuk saat saat seperti ini. percakapan 32 menit dan diakhiri oleh kumandang Adzan Isya dari sana. suaranya cukup untuk membuat senyumku kembali terkembang.  ah, entahlah.

semangat belajar saja. beliau menunggu aku pulang ke rumah.



my everything's everything.


Tuesday, February 24, 2015

happiness makes you strong

Happiness makes you strong

I can’t help myself from writing.

Some say that, happiness makes you strong. I hardly believe that until i attended an inspiring class called “studium generale” in my campus. It was just like a seminar, you had a pro speaker as your lecture. So the speaker (i forgot her name but she’s a pro in mood or emotion researches) convinced that “emotion is chemical. It is science”. She can prove what she said about how happiness can make your body strong. How sadness can drag you to a certain kind of sickness and ill. Can you believe that?

Whenever you had doubt about it, trust me. Your body can’t lie. Whenever you feel happy, you can feel the energy’s kicking in and it’s not impossible to stay healthy and high-spirited. At least it happens for me. I feel strong. I feel like i dont even need my supplements though i think i live with it and get addicted to it (because yes it is really easy for me to get sick and need a long time to be recovered. I choose to stick with my vitamins and foods to stay alive). I feel like i’m not as weak as yesterday. I feel i still can have so many activities ahead even i already did a full day. I feel complete. I believe that i can do anything. I feel happy. It makes me strong.

Well-proved. Really well-proved.

So, for the things (and everybody. And him) that makes me happy, thanks. Thank you so much. I’m coming alive. Let’s go and find happiness in life. Don’t let anything bring you down. If health is number one, let happiness be the number zero. That’s all. Really want to write a lot but...have things to do. But yes, i can’t help myself from writing my feelings! That desire bothers me. Sorry for any inconvenience and don’t forget to have a great night.

welcoming the strongest version of you!

P.s : please remind me to re-design this page as soon as possible. I'm..sick...of it...huhu