Posts

Showing posts from April, 2015

apa menurut kalian tentang jatuh cinta?

hai. jadi.. apa menurut kalian tentang jatuh cinta?
beberapa hal mengusikku hari ini. sebenernya cuma satu. tapi berhubung saat ini adalah 55 menit pertama di tanggal 17 April 2014, jadi yah...bisa dibilang hal yang aku pikirkan cukup banyak untuk dipikirkan dalam 55 menit.
tunggu, aku lagi bicara apa.
ya. latar kita hari ini adalah tengah malam Jogjakarta. sedikit intermezzo, hal yang paling membuat aku sedih di Jogjakarta adalah, orang-orang tidak mengerti apa yang aku katakan. bukan tidak mengerti karena bahasa yang digunakan (ya, aku yang tidak mengerti bahasa apa yang mereka gunakan), tapi karena penggunaan bahasa yang aku ucapkan.
mengerti? pasti tidak. itu maksudku.
yang ku ucapkan itu cenderung rumit dan terkesan membelit-belit. padahal tidak. aku sebenarnya sedang berusaha sebaik mungkin agar kata-kataku bisa dicerna. memang kenapa dengan cara bicaraku yang biasa saja? yaaa...cara bicaraku yang biasa saja...tu kayak gini. ngerti ndak kalian kalau aku ngomong kek gini? sukak …

Rindu

Image
Adzan Maghrib Berkumandang Disana belum Aku ingin menelepon ibuku Menangis-nangis. Ku katakan padanya. Aku merindukannya Aku berat disini. Aku takut akan kecewanya Aku ingin meminta maaf Sebesar-besarnya

Namun takut lah aku
Makin cemas dirinya Biarlah aku tertawa-tawa saja Yang didengarnya Sementara di adzan Maghrib ini --selagi disana ia belum mendengarnya aku ingin terisak-isak dulu
-Adzan Maghrib, 8 April 2015
--- aku memang biasanya menulis puisi. aku memang biasanya menangis. lebih biasanya lagi aku menangis lalu menulis. namun yang paling jarang adalah aku menulis lalu menangis.
di baris-baris puisi tanpa diksi itu, aku masih berusaha untuk menahan air mataku. usahaku rupanya gagal total beberapa menit setelahnya. aku rindu ibuku, sumpah. semua serasa semakin menjadi-jadi. baru saja hari kedua ujian tengah semester, aku rasanya sudah babak belur. belum lagi keadaan tubuhku yang terus digerogoti virus. aku seperti sudah lupa rasanya sehat wal afiat, saking terlalu banyak penyakit penyakit kecil t…