hello

hello

bio

Sunday, June 21, 2015

My World 2.0

Saya lagi suka sukanya sama justin bieber.



Enggak, saya bukannya sedang hidup di zaman penjajahan. Iya, saya lagi suka sukanya sama lagu-lagu justin  bieber di album My World 2.0. buat temen temen yang lupa itu album apa, itu album kala justin bieber masih belum tamat iqro’. Buat yang masih lupa walaupun udah aku kasih clue, lagu yang paling hits dari album itu adalah “baby baby baby ooooh.”

Oke. Kalian pasti inget.

Entah kenapa beberapa waktu yang lalu saya lagi ngidam-ngidamnya ngedengerin lagu lagu JB. Tanpa bermaksud membuka kenangan lama sebagai bieber fever, hanya sekedar pengen dengerin lagi aja. alhasil, saya men-download lagu-lagunya se album. Alhamdulillah kualitas suara mp3 nya masih bagus walaupun masih di sekitaran ukuran 2-3 MB. Saya dengarkan lagi lagu-lagu di album itu satu per satu, Baby, Stuck in the moment, Eenie Menie, dan lain-lain. Alhasil, saya jadi jatuh cinta lagi.

Ternyata mendengarkan lagu Justin Bieber saat dulu dan saat sekarang terasa sekali ya, perbedaannya. Dulu saya asal nyanyi saja, mengira lagu Baby itu artinya “bayi! Bayi! Bayi! Oooh.”. kemampuan bahasa Inggris saya juga masih belum cukup untuk ikut nge rap sama Ludacris. Yang saya tau liriknya itu “when I was thirteen, i had my first love. “, sisanya “ Alkhfkjasckashichdjnashjalkh. “
Trus saat saya dengerin lagi, wah, ternyata dalem juga nih lagunya. Emang ga sedalem “Endless Love” atau “When you tell me that you love me” sih. saya baru ngeh ternyata lagu ini ceritanya si Justin Bieber lagi ngejar-ngejar si cewek. Si cewek kayak iya banget. Justin Bieber udah pede. Eh, si cewek malah bilang kalo si Justin cuma temennya. Beh, kalo saya jadi si cewek sih, saya bakal bilang kalo si Justin adalah bapak saya dan saya ahli warisnya. Kasian banget si Justin, dia jadi galau 3 minggu. Ga mau makan ga mau minum. Padahal udah adzan tapi dia tetep gamau buka. Itu semua gara-gara si cewek. Kasian banget.
Makin saya dengerin lagi, saya cuma bisa tersenyum-senyum sambil denger lagu-lagunya. Seneng banget kali ya, digombalin kayak gini. Lagu-lagunya Justin Bieber tuh bener-bener kisah cinta anak SMP banget. Ga mikirin apa apa, saya suka kamu, kamu suka saya, ayo jadian. Itu doang. Asik banget. Pedofilia saya pun kambuh. Saya mulai berpikir buat macarin anak SMP. Tapi....

Gajadi deh.


saking lagi sukanya sampe akhirnya nge-cover

Tuesday, June 9, 2015

adalah tetap bertahan hidup

hola.

akhir akhir ini, atau dua hari terakhir ini, saya pulang malam terus. kemarin malam saya pulang bahkan sampai kantor pusat fakultas teknik yang notabene titik kumpul mahasiswa-mahasiswa teknik mulai mematikan lampu dan stay tune 7 manusia harimau. ini juga jam 20.36 malam, saya baru pulang. lumayan tidak terlalu malam sih, soalnya saya memang kabur dari tugas akhir teknik pemodelan simulasi yang memaksa kami untuk presentasi malam-malam begini. ya, saya kabur saja.

saya padahal belum mandi. tapi saya mau nulis dulu. akhir-akhir ini, kata-kata yang sering saya gunakan untuk hidup saya adalah 'berat'. tugas berat, kesibukan berat, masalah berat, bahkan tas berat. kalo dipikir-pikir iya juga karna semua yang berat-berat tadi memaksa saya bawa laptop tiap hari. berat. banget. kadang saya cuma bisa nangis dipojokan, sambil denger lagu bahagia. saya patah hati sambil mendengar lagu cinta. saya juga ga paham. entahlah,

entahlah.

Monday, June 1, 2015

what it feels like

pernah tidak,
kalian menemukan seseorang,
yang sangat berpengaruh didalam kehidupan kalian,
bahkan tanpa ia melakukan apa-apa?

secara seketika, ia adalah motivasi, inspirasi,

kebahagiaan.

dalam satu kesatuan yang diciptakan Tuhan.

tanpa proses yang sistematis, tanpa alasan yang jelas,
ia adalah alasan saat kalian bangun di pagi hari,
kalian merasa punya tujuan.

membahagiakannya.

menjamin kebahagiaannya.

melihat ia bahagia.

secara tak sadar ia adalah kebahagiaan kalian.


---

aku benar-benar merasa kehilangan.
betapa aku kehilangannya.
ia dan segala hal-hal sederhana yang telah lewat

aku menyadari bahkan berbicara singkat dengannya saja sudah membuatku bahagia.

aku menyadari hal-hal kecil saja ternyata sudah jadi memori,
menyaingi memori-memori besar seperti kala juara kelas atau kala berlibur di tempat yang luar biasa indah

memori yang kuulangi, ulangi, ulangi,
seperti ku ulangi kata-kata 'ulangi' ini,
sampai tak ada artinya lagi.

--

pernahkah kalian menghitung hari?
menghitung hari dikala bangun tidur,

" ya, ini adalah hari ke-[...] yang akan saya lalui tanpa anda "

pernahkah kalian terpikir seperti itu saat pertama kali membuka mata untuk memulai hari?

--

pernahkah kalian sangat terkurung dalam ingatan,
seketika panca indra menjadi sangat peka.

bagaimana kalian melihat sebuah suasana,
kemudian teringat suatu masa yang lain

bagaimana kalian mendengar sebuah nyanyian,
kemudian teringat siapa yang biasa mendendangkannya

bagaimana kalian mengendus sebuah aroma,
kemudian teringat siapa yang biasa berbau seperti ini.

belum lagi genggaman tangan, belum lagi langkah kaki, belum lagi...

---

sungguh tak bisa kuteruskan lagi.

sungguh, betapa aku merasa kehilangan.