hello

hello

bio

Sunday, September 27, 2015

Surat yang Berujung Biasa Saja

Surat yang berujung biasa saja

Bzzt, bzzzt.
Telepon genggamku bergetar. Ada sebuah pengingat yang menjadi penyebab getaran tersebut. Pengingat itu bertuliskan “Cek email”. Aku tahu pengingat ini sudah mengingatkanku di waktu yang semestinya. Tanggal 16 setiap bulannya.  Dengan gerakan lemah tanpa semangat, aku mengusap-usap layar smartphone ini hingga menuju kotak email ku. Benar saja, memang ada sebuah pesan baru. Anehnya, pesan rutin yang selalu kudapat tanggal 16 ini selalu tersasar di kotak spam. Itu sebabnya aku menggunakan pengingat untuk mengingatkanku akan pesan tersebut. Aku membaca email yang tak lain dan tidak bukan adalah dari kekasihku.

Teruntuk Melati,
di tempat.

Sunday, September 20, 2015

" Semangaat! ", the power of simple words

di malam yang sesunyi ini, aku sendiri, tiada yang menemani.
ayuk cerita!

mungkin udah kebiasaan kita ya, berbasa-basi dengan temen atau siapapun. "makasih", "sama-sama", "maaf", "hati-hati", "semangat", dan lain lain. kadang kita menyebutkan kata-kata itu dengan begitu saja. bukannya bermaksud tidak tulus, hanya saja memang secara otomatis sudah terucapkan walaupun kita ngga terlalu sungguh-sungguh mengucapkannya. bilang 'makasih' sambil liat hp, bilang 'hati-hati' sambil jogging. kita juga sebagai orang yang diucapin itu sebenernya biasa aja. kita ngga terharu oleh ucapan "makasih" nya. ngga baper lagi kalo udah disemangatin *masih sih* *gimana yak*. semuanya udah flat, begitu saja. good manners, but that's all. udah. gitu aja.
tapi ternyataaaa....nggak cuma 'udah-gitu-aja' lho. entahlah, aku pribadi, jujur, masih sering mengucapkan kata-kata itu dengan sepenuh hati. mungkin saat aku ngucapin kata kata basa basi itu ke orang, orang itu biasa aja. " apasih, ngga jelas ni anak. " paling banter gitu. tapi, kadang aku bener-bener mengucapkan kata-kata itu dengan seperti "yes. here I am. I pray for you. I care for you. ".  aku menggunakan kata-kata itu untuk menunjukkan rasa sayang, rasa peduli, beneran bukan basa-basi deh. kadang aku memang dianggap berlebihan, tapi...please bilang kalo aku bukan satu-satunya?

kata basa-basi favoritku adalah ini : "semangat ya" 
" semangaat! " 
" mangaaattss " 
" semangat yaaa! "

ah..adem banget. (kecuali kalau digunakan dalam konteks sarkasme ya)

kenapa aku suka banget sama kata "semangat"? karena...aku adalah orang yang emosional. emosional disini bukan berarti mudah marah atau mudah emosian ya. emosional maksudku adalah aku sangat gampang merasakan sesuatu. i feel happy easily yet feel sad easily either. aku bisa dikasi duit 100ribu trus loncat-loncat saking senengnya abis itu masuk parit dan badmood seharian. rasa senang, sedih, takut, gelisah, semangat, dan lainnya itu gampang berubah-ubah di diriku. sentuhan lingkungan sedikit saja bisa membuat emosiku berubah. itu sebabnya aku suka banget sama kata "semangat", because it simply changes me in a simple way. mungkin orang nggak 'sebegitu' tulusnya pas bilang "semangat" ke aku, tapi kata-kata mereka benar-benar masuk ke otakku dan (walaupun susah) akan mengendalikan aku untuk tidak bersedih lagi.

posting ini terinspirasi oleh sedikit cerita tentang kejadian beberapa waktu lalu yang sampai sekarang masih membekas di hatiku. ceritanya, aku sedang menjadi seorang panitia, namun merangkap jadi performer untuk nyanyi di acara tersebut beberapa penampilan sampai akhirnya aku kembali ke pekerjaanku. singkat cerita, penampilanku hancur. aku bener-bener kesal, down, sampai blank dan ngga bisa mikir. alhasil, aku kehilangan hp. kesal + down + panik. alhamdulillah hpnya ketemu. tapi sewaktu aku bertugas menjadi panitia, moodku udah hancur total. aku bener-bener pengen segera menyelesaikan hari dan pulang aja ke kost, menangis sejadi-jadinya.
namun ada yang bikin aku kembali mendapatkan nyawa tambahan untuk menyelesaikan semua pekerjaanku. hanya kata-kata sederhana dari seorang kakak tingkatku. aku kenal beliau, tapi prediksiku, dia tidak mengenaliku. aku udah lama tahu tentang dia, tapi emang ngga pernah punya kesempatan untuk ngobrol bareng. sampai akhirnya, dia duduk disampingku dan ngajakin aku ngobrol. awalnya aku masih kekeuh dengan kesedihanku, males ngobrol sama orang, dan basa basi aja.

 " santai aja. aku udah ngga tatib (yang suka marah-marah di ospek) lagi kok. " ujarnya padaku pas dia ngajakin ngobrol. mungkin karena aku menjawab kata-katanya dengan jawaban-jawaban singkat dia masih mengira kalau dia ditakuti adik tingkatnya yang dia marahi waktu meng-ospek.

karena ngga enak karna masnya udah ngomong kayak gitu, aku berusaha untuk menjadi lebih responsif dari sebelumnya. semakin kami ngobrol, moodku semakin membaik. padahal obrolan kami sangat sederhana, paling hanya tertawa beberapa kali. aku yakin, obrolan sederhana itu tidak berkesan apa-apa baginya. tapi bagiku, wah, bener bener super mood booster.

percakapan kami berakhir karena ia harus maju ke depan dan mempresentasikan paper nya di acara itu. aku sudah bisa tersenyum kembali. dan saat dia beranjak dari kursinya, aku sempatkan memberinya kata ajaib itu :

" semangaat! "

ia tersenyum.

see? simple words is so powerful.


gambar diatas adalah contoh yang paling aku sukai. and yes, we all have powers. by simply saying simple words. kita nggak tahu kekuatan apa yang dapat ditangkap oleh orang yang mendengarkan kata-kata kita. mungkin karena aku mudah dipengaruhi oleh kata-kata sederhana, itu sebabnya aku benar-benar mengucapkan kata-kata sederhana itu dengan sungguh-sungguh. aku pengen mereka merasakan apa yang aku rasakan. yaa..walaupun ngga semua orang yang gampang terpengaruh oleh kata-kata basa basi seperti itu, tapi...who knows?:)

say it often. memberi semangat, pujian, doa, selamat.
say it. mean it. feel it. have a powerful life!

Monday, September 14, 2015

tertekan

aku bangun dari tidur. dalam perasaan tertekan.

aku bangun dari tidur. dalam tanggung jawab yang besar.

rasa sakit ini harus dibayar.


Sunday, September 6, 2015

Interpretasi puisi : Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono


Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.



Hai, teman-teman. Saya kembali menulis! Kali ini saya pengen nulis dengan..sedikit ‘tujuan’. Selama ini kan Cuma nulis sambil numpang joget dan tjurhat. Kali ini saya coba membuat tulisan yang kira-kira bisa bermanfaat untuk kemampuan kita berumah tangga, eh, berkehidupan nantinya.

Sebelumnya, apa sih itu interpretasi puisi? Interpretasi puisi itu..sebenernya adalah menjelaskan apa sih arti dari puisi itu. yang kita tahu, puisi biasanya disusun dengan padanan kata-kata yang indah tapi dalam otak kita biasanya ngomong “ini apa maksudnya?”. Jadi dengan membaca sebuah interpretasi puisi, pikiran kita bisa terbuka untuk memahami puisi tersebut, last but not least, “oh, ngono toh.”. ya. kurang lebih gitu. Btw, correct me if i’m wrong, master master sastra di luaran sana, yang mungkin sedang membaca artikel ini sambil ketawa betapa sotoy nya saya. Saya juga males browsing dan copy paste. Jadi yah, semoga info ini ngga menyesatkan ya!