hello

hello

bio

Saturday, October 17, 2015

Hati-hati Termakan Paradigma Orang Banyak

Ah, gatel ngga nulis tentang ini

Saya tukang galau.

Mungkin itu yang orang-orang inginkan dari aku, sebuah pengakuan. Agar orang-orang bisa tertawa, kemudian merasa hidupnya lebih bahagia dan berkata “udahlah..ngapain galau. Hidup belum berakhir kok..” sambil mengelus pundakku.

Hati-hati termakan paradigma orang banyak.

Beberapa orang sebenernya udah pernah ngebahas ini. Peduli dibilang kepo, puitis dibilang galau, dan sebagainya. Ya, aku sendiri setuju sih dengan hal itu. Hal ini didukung dengan aku yang seneng banget nulis, dan kebetulan, aku menemukan menulis tentang misery, sorrow and sadness itu mengasyikkan. Aku udah #75940837 kali dibilang “tukang galau”/”sedih mulu hidupnya”/”inget Allah mbak”, hanya karena nge posting puisi-puisi yang aku tulis, atau hanya sekedar bikin status dan posting blog yang ‘agak’ memiliki rona kesedihan didalamnya. Kadang aku udah terbiasa aja dengan julukan itu..dan kadang aku juga lelah.

Hati-hati termakan paradigma orang banyak.


Thursday, October 8, 2015

Kuliah dan/atau Organisasi?

Jadi...begini kondisinya.

Aku berada di sebuah semester, dimana aku mengambil 10 mata kuliah dan 5 diantaranya berbobot 3 SKS.
Dan semester ini adalah kuliah yang paling tidak becus aku menjalaninya.


Sebenarnya, perasaan-perasaan seperti ini bersifat sementara. Waktu semester 1, “aduh, nilaiku pasti anjlok banget nih.”, kemudian, aku melewatinya. Lanjut semester 2, “wah, ini kuliah paling parah. Aku ngga ngerti apapun. Hancur semua. “ but then, aku melewatinya lagi. Sekarang aku semester ketiga, masih perjalanan yang saaaangat pendek untuk menyelesaikan perkuliahan. Lalu, aku merasakannya lagi, “waduh, kuliahku super ngga becus semester ini.”. apakah aku bisa tenang dan berkata “ah, dua semester lalu merasa ancur tapi bisa kok dilewati. Kenapa yang ini enggak?”.


Oh, of course not. Kali ini mungkin aku bener-bener mikirin ”am i doing the right thing?”. Ya, sebenernya dunia kuliahku dipenuhi dengan bukan kegiatan perkuliahan. Aku mondar mandir di kampus biasanya 71% bukan untuk kuliah. Tapi untuk kegiatan lain. Sok sibuk. Rapat, ngurus ini, ngurus itu, ngenet ngurusin ini, ngenet urusin itu, rapat, dan sebagainya. Kuliah udah jadi nomor delapan. Padahal, apasih tujuan aku merantau jauh-jauh meninggalkan semua keluarga yang sedang kabut asap sekarang?

Kuliah.