hello

hello

bio

Wednesday, June 1, 2016

What Can You Do With Your Talent?

If you've got a talent, protect it
- Jim Carrey

bismillah, semoga bisa nulis lagi

Sebenarnya agak sedikit grogi untuk berada di laman blogger.com ini lagi. Aih...sudah berapa lama ya? Jari-jari ini sudah terlalu jarang untuk menari-nari di tuts qwerty yang harus ditekan, bukan disentuh. Ya, beberapa waktu ini aku memang benar-benar terkungkung dalam dunia besar di perangkat kecil. Sebut saja sosial media dan sekitarnya. Hingga akhirnya melupakan hal-hal penting, menggunting kuku, misalnya.

Di sela-sela minggu tenang (H-8 UAS) ini aku mencoba sedikit mengambil intisari dari beberapa percakapan sehari-hari. Sebenarnya draft tulisan sudah banyakk sekali. Corat-coret brainstorming di kertas asal-asalan hanya berakhir sebagai tinta kering. Sampai akhirnya, sekarang aku ngetik tanpa kerangka. Semoga nggak ngalor-ngidul kemana-mana yah. Semoga tulisan ini bisa sampai ke tujuan.

Halah, tulisanmu pasti bagus, Fan. Kan emang udah bakat nulis.

Ngg.....
Menurut britannica.com , bakat (talent) itu adalah suatu kemampuan asli di beberapa jenis pekerjaan /keterampilan dan menyiratkan akuisisi yang relatif cepat dan mudah dari keterampilan tersebut. Singkat cerita, seseorang bisa dianggap berbakat akan sesuatu apabila ia lebih cepat memahami sesuatu tersebut daripada orang-orang pada umumnya. Satu orang bisa dikaruniai berbagai macam bakat. Ada yang bisa nulis, sekaligus nggambar dan nyanyi dalam satu waktu. Ada yang jago fisika tapi kalo renang oke ugha. Dan lain sebagainya, sehingga tak jarang kita sendiri saat melihat kelihaian teman kita sendiri akan sesuatu sampe akhirnya kesengsem, eh, kagum sendiri.

Talent is a guarantee of nothing 

 

Tapi, guys. Hati-hati tentang 'bakat. Bakat kerap kali tidak dimanfaatkan dengan sesuai oleh si empunyanya. Tidak dimanfaatkan dengan sesuai disini maksudnya adalah suatu keadaan dimana kita tahu bahwa potensi yang dimiliki oleh 'bakat' ini sangat luar biasa, namun output yang dihasilkan ternyata tidak sebaik itu. Orang-orang berekspektasi dengan 'bakat' yang dimiliki orang lain. Walaupun sebenarnya, talent is a guarantee of nothing.

Sebenarnya, didalam lubuk hati kita yang paling dalam, apakah kita tahu bakat kita apa? Oke, kalau kamu tahu, simpan dulu jawaban itu. Kalau ternyata kamu memang punya jawabannya, apakah ada suatu jaminan bahwa hal tersebut memanglah bakat kita? Misal, kamu merasa bakat banget main gitar. Bisa mainin ratusan lagu cuma denger intronya aja. Tapi, apa kamu pernah nyoba main alat musik lain? Siapa tahu kamu bisa lebih jenius kalau kamu main angklung. Atau...ternyata bakat kamu adalah hal yang nggak pernah kamu bayangkan sebelumnya? Bisa jadi bermain catur, panjat tebing, paralayang, dll. So many things to do in this world, yet we have to believe we only have one particular talent? Think again.

Oke, sekarang keadaannya adalah kamu sudah amat sangat yakin dengan bakat kamu. Wah, pasti kamu jago sekali. Di tengah orang-orang umum, kamu pasti diandalkan dalam bidang bakat kamu, dan kamu selama ini memang sudah jelas melakukan hal tersebut dengan baik. Itu sebabnya kamu benar-benar yakin dengan bakat tersebut. Btw, guys. Fyi aja. Populasi manusia kini tercatat sebanyak 7.3 miliar jiwa. In sya Allah, yang memiliki bakat yang sama dengan kamu ada sekitar...yah, lumayan lah buat beli nasi bungkus. Sekarang, dengan bakat tersebut, kamu sudah menyumbang berapa medali emas?

Mungkin sampai disini kamu mulai kesel dengan tulisan ini. Mending nge scroll facebook dan nyobain "Saat orang melihat Susi, mereka mengira Susi adalah... " kemudian memunculkan foto artis Korea. Tapi disini aku nggak mencoba sarkas atau ngereceh. Di dua paragraf sebelum tadi ini lah yang aku sebut bahwa bakat bukanlah jaminan dari apapun. Bukan berarti kita memiliki bakat tersebut, kita memang benar-benar luar biasa didalamnya dan selalu menghasilkan yang terbaik dikalangannya. Kompetisi, trial dan error, pasti banyak sekali. Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi bakat kita?