Posts

Mencari Penghidupan

Image
“ Ada nggak target atau keinginan personal kamu untuk 3-5 tahun ke depan? Misalnya, ingin menikah, dua tahun lagi harus punya mobil, dll. seperti itu? “
“ oh. Untuk 3-5 tahun lagi harapannya saya sudah bisa bebas secara finansial, sih. Kalau bisa adik saya sudah saya yang sekolahkan, mama saya tidak usah bekerja lagi, dan lain-lain. “

Kemarin, sekitar jam setengah 3 sore, percakapan diatas berlangsung antara aku dan seorang interviewer. Entah apa yang beliau nilai dari jawaban tersebut, aku sendiri tidak ambil pusing. Interview hari itu berjalan biasa saja, dilanjutkan dengan dua sesi berikutnya hinggal total penuh 3 jam dan 2 gelas Aqua kuhabiskan untuk sesi wawancara tersebut.
Sepertinya seluruh dunia sudah tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang : mencari penghidupan (re: pekerjaan). Lagi-lagi salahkan sifatku yang sangat ‘terbuka’ sehingga aku tidak menyembunyikan apa-apa yang sedang kulakukan. Menurutku, fase hidupku saat ini merupakan fase yang... ... ... Apa yah?
Aneh?
Asing…

Anak Tiri Ekstrovert

Image
Aku lagi marah sekarang.

Izinkan aku untuk ngomong--maksudku, nulis ngelantur.

--

Kalian pernah nggak sih ngerasa goblok karena ngga ngobrol-ngobrol?
Halo, Selamat datang di duniaku. Dunia yang sangat berisik sekali. Aku mengambil judul "Anak Tiri Ekstrovert" sebenarnya karena aku marah. Kalau kalian ingin tertawa, silahkan lanjutkan membaca ini.
Kenapa aku marah? Nanti dulu aku jelaskan. Sebagai latar, aku mengambil dua pembeda manusia yang kerap kali dijadikan alibi untuk mengotak-ngotakkan insan : Kepribadian ekstrovert dan introvert. Ya, sebenarnya ada yang tengah-tengah disebut 'Ambivert', tetapi anggaplah pada tulisan ini semua merupakan 'hitam' dan 'putih' sehingga yang abu-abu kita abaikan. Aku nggak akan banyak riset data--lagipula ini semua emang ngelantur. Dua kepribadian yang berbeda, kasarnya dapat disebut sebagai 'orang yang terbuka' dan 'orang yang tertutup'. And I curse this freakin personalities so much.

Kamar

Image
Halo.


Beberapa orang mungkin mengetahui apa yang akhir-akhir ini sedang aku kerjakan : Pindahan.

Ya. Hanya dalam hitungan hari aku akan segera meninggalkan kota pelajar ini. Hampir 4 tahun kota Yogyakarta menjadi tempat bernaung yang sangat baik terhadapku. Ia memintaku melepas sendal, masuk ke dalam dan duduk di kursi rotan sambil menyesap teh hangat. Memang terasa ubin yang dingin, namun sisanya patut jadi alasanku buat bersyukur.


Yogyakarta adalah penerima tamu yang baik.


Tapi, tunggu dulu. Mungkin bukan Yogyakarta yang menjadi alasan. Siapa bilang aku langsung nyaman? Siapa bilang aku tidak menangis sesenggukan? Empat tahun sudah lebih dari cukup bagiku untuk merasakan segala hal.


Hingga hari ini, perasaan yang paling dominan adalah rasa terbiasa.


Kemarin malam aku menangis sambil menelepon seorang teman. Sementara itu, seorang teman tersebut mendengarkan aku menangis sambil main game, nonton film, dan nonton live Instagram. Yha, memang aq se-tidak penting itu. Aku bercerita bahwa aku m…