Posts

Showing posts from 2019

Ready To Change

Image
Ini bukan postingan klarifikasi

Hai, teman-teman. Too early to come back and write, right? But maybe I need to do this more often.
Beberapa hari lalu, suatu hal yang mengagetkan terjadi. Aku ngepost suatu puisi di Instagram stories,  dan tak dinyana ada buanyak banget dm yang masuk. Kalian kaget, aku lebih kaget. Aku panik, gila kok banyak banget yang ngerespon. Aku memutuskan untuk ngga membalas semuanya. 
Iya. Itu cincinku. Puisi itu adalah tentang 'komitmen'-ku. Tapi...tidak "se-"serius"" (itu lho sampe petiknya dobel) itu. Iya, ada rencana ini dan itu. Iya, ada yang dibatalkan. Tapi, tidak "se-"tragis"" itu. Namanya juga puisi, gaes. Puisi itu menceritakan tragedi 12 kali lebih dahsyat daripada kenyataannya. Jadi, apapun interpretasi kalian, silakan dibagi dua belas.
Jadi puisi itu benar atau bohong? Sebagian besar benar, tapi..tidak se-tragis yang kalian bayangkan. (tapi tetep stress juga sih)
Postingan apa sih? Yha karena saya ter…

Mati atau Bersenang-senang

Image
Ini adalah dilema setiap rakyat usia 20-an.
--- Memasuki usia 20, banyak istilah-istilah baru yang menghampiri hidupku. Millenial, quarter-life crisis, dll. Aku semacam masuk ke sebuah "geng" baru di kehidupan sosial--geng "millenials". Aku dan masyarakat berumur 20-an lainnya disatukan, digeneralisir dan dicap memiliki sejuta kesamaan karena kami berada dalam satu geng tersebut. Jadi apabila kamu membaca ini dan kamu juga millenials, wah, kita satu geng!
 Meskipun kita ngga sama sama banget, tapi aku rasa kita punya dilema yang sama terhadap screenshot tweet yang aku tampilkan diatas. Berada di antara " aku ingin menghemat uang " dan " hidupmu cuma sekali " . Dilema ini semakin parah ketika kamu sudah punya penghasilan tetap. Aku ingin begini, aku ingin begitu, aku ingin ini itu banyak sekali. 
Aku sering banget bilang ketika kita punya uang, kita ngerasa punya "power". For me : yes, money can't buy happiness, but it gives you po…

Fani dan Rasa Takut

Image
Setiap hari merasa takut, tapi apa sudah merasa kenal dengan rasa takut itu sendiri?
Aku takut. Fani takut. Aku takut.
Aku sering sekali mengucapkan kalimat-kalimat tersebut, entah kepada teman atau ke diri sendiri. Seakan-akan ketika telah mengucapkannya, dia mereda. Mungkin bukan aksi pengucapannya yang membuat dia mereda, tetapi umpan balik yang aku dapatkan setelah mengatakan itu :
Tidak apa-apa.
Kalimat diatas menjadi kalimat tersering kedua setelah ‘aku takut’. Tidak apa, tidak apa. Semua akan baik-baik saja. Apalagi akhir-akhir ini aku ditenangkan dengan lagu dari Kunto Aji berjudul rehat. Liriknya seperti ini :
Tenangkan hati Semua ini bukan salahmu Jangan berhenti Yang kau takutkan takkan terjadi.
See? Banyak penakut lainnya ternyata, tidak hanya aku. Apakah aku bisa sedikit lega? -- Aku memang sering merasa takut. Terlebih-lebih setelah kejadian ‘waktu itu’--ketika setiap hari aku diselimuti oleh rasa takut yang dahsyat, benar-benar setiap hari tidak ada berhentinya. ‘Waktu itu’…